Tampilkan postingan dengan label kendal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kendal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Mei 2023

Mewujudkan Kendal Smart City

 

Era sekarang, masyarakat dunia sudah dapat dikategorikan ke dalam Revolusi Industri 4.0. Kondisi ini mengacu pada transformasi yang sedang terjadi di sektor industri dan masyarakat secara luas sebagai hasil dari pengembangan teknologi digital, konektivitas internet dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Revolusi Industri 4.0 membawa konektivitas yang luas antara perangkat dan sistem Internet of Things (IoT). Selain itu, artificial intelligence (AI) juga menjadi bagian penting dari Revolusi Industri 4.0 karena dapat memproses dan menganalisis data besar untuk mengambil keputusan secara efektif.

Kondisi ini menstimulus lahirnya konsep smart city alias kota cerdas. Smart city merupakan sebuah konsep pengembangan kota yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas hidup dan efisiensi layanan publik di kota tersebut. Tujuan dari smart city adalah untuk menciptakan kota yang lebih efisien, berkelanjutan, aman dan berdaya saing tinggi. Kota ini juga memfokuskan untuk penggunaan analisis data, AI dan IoT untuk mengoptimalkan layanan publik seperti transportasi, manajemen limbah, ketersediaan air bersih, keamanan publik, dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya unggul dari sisi kecanggihan teknologinya, smart city juga mendorong partisipasi aktif warga dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengambilan keputusan dan pengembangan kota. Dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi warga, smart city diprediksi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Beberapa konsep smart city yang berhasil ada di dunia adalah seperti Singapura, Seoul, Barcelona, Tokyo, Kopenhagen, Dubai dan New York City. Seperti diketahui, untuk mewujudkan smart city dibutuhkan elemen keterikatan antara ketersediaan infrastruktur publik pendukung, dunia industri dan sumber daya manusia (SDM). Lalu, apakah Kabupaten Kendal memiliki potensi tersebut?

Potensi Kabupaten Kendal

Seperti diketahui, Kabupaten Kendal, yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tersebut memiliki potensi pada sektor agribisnis, kawasan industri modern, pariwisata, pelatihan, konservasi alam serta kewirausahaan dan industri kreatif. Dengan pengembangan potensi-potensi ini, Kabupaten Kendal memiliki peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan kendal sebagai daerah yang lebih berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.

Dari segi industri startup digitalnya, Kendal juga mulai diperhitungkan di kancah nasional. Beberapa startup dengan valuasi tinggi kini bermunculan dan berpengaruh pada peta inovasi Indonesia. Hal ini tentu menjadi sebuah hal yang perlu diapresiasi. Dari cikal bakal inilah, potensi SDM Kendal dari sisi teknologi digital menjadi sumber kekuatan di masa depan. Bahkan potensi SDM yang dipadukan dengan sumber daya potensial lainnya akan mampu mewujudkan Kendal sebagai smart city.

Implementasi di Kendal

Berdasarkan konsepsi di atas, implementasi smart city di Kabupaten Kendal dapat dikonstruksikan melalui pembangunan infrastruktur digital, yang di dalamnya penguatan jaringan internet yang cepat dan luas, serta peningkatan konektivitas di seluruh wilayah Kendal. Selanjutnya, Kabupaten Kendal harus bekerja sesuai dengan data. Artinya, sensitivitas terhadap big data harus ditekankan dalam merumuskan sebuah kebijakan. Dari sisi transportasi juga perlu dikembangkan sistem transportasi cerdas untuk mengoptimalkan mobilitas di Kabupaten Kendal.

Aspek terpenting lainnya adalah adanya sistem E-Government yang di dalamnya terdapat portal online, aplikasi mobile dan platform elektronik lainnya untuk memudahkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Sistem ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam implementasi layanan publik. Dari sisi keamanan warga juga perlu dilakukan pemantauan CCTV di titik-titik yang rawan kriminal. Selain itu juga perlu dibuat sistem peringatan dini dan penggunaan teknologi untuk mengelola keadaan darurat. Sekali lagi, tujuan dibangunnya sebuah smart city di Kabupaten Kendal adalah untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih efisien, berkelanjutan, aman, nyaman dan berdaya saing.

Rabu, 17 Juli 2019

Menggali Potensi Wisata Halal di Kendal


Masih ingat dengan lagu Kota Santri karya kosidah Nasida Ria asal Semarang? Lagu itu menceritakan tentang daerah Kaliwungu, Kabupaten Kendal yang sangat kental akan nuansa Islamnya karena memiliki banyak pondok pesantren (Ponpes). Tak heran, daerah di sebelah barat Kota Semarang tersebut memiliki santri dari seluruh pelosok nusantara bahkan ada yang berasal dari mancanegara.
Wilayah Kendal yang banyak memiliki pondok pesantren tersebut, ada segudang potensi yang patut untuk dikembangkan. Dalam lima tahun terakhir ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengembangkan dan menggenjot sebuah program wisata halal supaya Indonesia dapat menjadi destinasi utamanya di mata internasional. Hasilnya, di tahun 2019 Global Muslim Travel Index (GMTI) menobatkan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik 2019.
Dalam lima tahun terakhir ini, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang paling progresif dalam mengembangkan destinasi wisata halal. Indonesia pun mampu mengungguli pesaing utamanya, yaitu Malaysia. Penilaian ini didasarkan pada empat aspek, yaitu akses, komunikasi, lingkungan dan layanan.
Lalu, bagaimana dengan Kabupaten Kendal sendiri yang notabene memiliki kota santri Kaliwungu dan memiliki destinasi wisata alam yang lengkap? Potensi Kendal atas wisata halal perlu digali lebih dalam. Jika hal ini berhasil, bukan tidak mungkin Kendal akan mampu menyerap jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara dan meningkatkan pendapatan daerah.
Potensi Kota Santri
Kendal terkedal dengan Kota Santrinya karena terdapat ribuan Ponpes terutama di Kecamatan Kaliwungu. Secara sumber daya manusianya, kabupaten ini otomatis lebih mengerti untuk masalah halal dan syariat. Ditambah lagi, Kendal yang memiliki sejumlah destinasi wisata religi di dalamnya.
Secara letak geografis, Kendal memiliki banyak keuntungan karena terdapat pesisir pantai sampai kontur dataran tinggi. Wisata alamnya pun amat beragam, namun sebagian besar masih dinikmati oleh penduduk Kendal dan sekitarnya saja.
Padahal secara akses transportasi, Kendal saat ini memliki konektivitas yang luas dan mudah. Kendal yang letaknya di Pantura dan dilewati oleh Tol Trans Jawa yang menghubungkan antara Jakarta dan Surabaya ini, sangatlah potensial bagi perkembangan pariwisatanya. Saat ini, dari Jakarta ke Weleri dapat ditempuh dengan waktu lima jam oleh jalur tol tersebut.
Selain itu, terdapat juga Stasiun Weleri yang aksesnya mudah dari jalan raya. Stasiun ini hanya disinggahi oleh sebagian besar kereta api penumpang kelas ekonomi. Begitu pula dengan akses yang mudah menuju ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Semua akses transportasi publik menjadi mudah untuk menuju Kabupaten Kendal.
Hal yang perlu menjadi catatan bagi pariwisata di Kendal adalah branding dan promosi untuk dijual ke publik di luar kabupaten. Ini merupakan tantangan utamanya apabila semua akses dan destinasi wisata sudah tertata dengan baik. Kemenpar juga perlu mendorong pengembangan destinasi wisata yang halal di Kendal supaya lebih tergali potensinya.
Infrastruktur Penunjang
Wisata halal bukan perihal wisata religi saja. Jenis wisata ini mengedepankan soal pelayanan bagi turis atau pelancong muslim. Bagaimana caranya saat di tempat wisata, turis tersebut mendapatkan kebutuhan makanan halal, toilet atau kamar mandi untuk bersih-bersih dan musholla untuk beribadah. Jadi, selama ke tempat wisata tersebut seorang muslim dapat beribadah dengan tenang.
Misalnya di tempat wisata wisata favorit seperti Pantai Sendang Sikucing, perlu dibangun infrastruktur kamar mandi atau bilas yang dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, disana juga perlu dibangun musholla yang khusus untuk wisatawan supaya mereka tidak kebingungan ketika hendak beribadah.
Mengingat sasaran pengunjung utama wisata halal adalah muslim, alangkah baiknya dibangun perhotelan atau penginapan syariah. Bahkan di negara yang mayoritas beragama non-muslim pun sudah banyak yang menerapkan prinsip halal bagi turis muslim, termasuk untuk penginapannya.
Kaliwugu sebagai Kota Santri, perlu menjadi ikon kota halal di Indonesia. Pusat Ponpes itu bisa menjadi percontohan dalam menggelar bazar makanan halal ataupun festival halal berskala internasional untuk menarik minat wisatawan mancanegara setiap tahunnya.
Wisata halal merupakan tren gobal yang perkembangannya harus terus diikuti. Seharusnya Indonesia melalui Kabupaten Kendal dapat melihat peluang pasar bagi destinasi wisata yang pelayanannya terjamin halal. Saat ini halal bukan hanya sekedar kebutuhan umat Islam, melainkan sudah menjadi tren  global yang bersifat universal.

Peneliti Forum Demokrasi Rakyat Madani (FDRM)
Warga Kabupaten Kendal