Rabu, 19 September 2012

Partai Politik dan Aspirasi Rakyat



Berdasarkan konsep demokrasi, tujuan dari partai politik adalah untuk menampung aspirasi rakyat. Konsep ini dikenal sebagai budaya politik dimana keterkaitan antara partai politik dan rakyat sangatlah erat. Konsep ini menjelaskan sikap-sikap, kepercayaan-kepercayaan, dan aturan-aturan yang memandu sebuah sistim politik oleh anggota dalam cakupan politik tersebut. selain itu, munculnya partai politik itu adalah cerminan dari budaya demokrasi dalam skala normatif.

Terlepas dari keadaan pragmatis mengenai partai politik dan aspirasi rakyat, memang secara normatif keduanya adalah satu paketan dalam demokrasi. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menemukan elemen-elemen budaya politik yang didalamnya adanya keterkaitan antara partai politik dan aspirasi rakyat. Apabila partai politik tersebut tidak dapat mengakomodir aspirasi rakyat, maka konsep budaya politik tidak dapat dipraktikkan.

Menurut G. A. Almond dan S. Verba, demokrasi ditemukan pada lima negara yang keadaan partai politiknya dan aspirasi rakyatnya stabil. Terdapat simbiosis mutualisme dalam keduanya. Kelima negara tersebut memiliki ciri individu, budaya politik mengombinasikan penerimaan dan penghormatan kepada otoritas politk dengan sikap yang tidak terpengaruh dan memiliki kebebasan atas otoritas tersebut. hal ini menunjukkan bahwa apabia kebebasan aspirasi rakyat tidak ada, maka matilah konsep demokrasi tersebut. selain itu imbas besarnya adalah partai politik mengalami disfungsi dan hanya sebagai lembaga yang memonopoli tanpa monitoring dari masyarakat

Proses partisipasi politik sangat diperlukan untuk terciptanya budaya politik. Wujud nyata dari partisipasi politik yang disebutkan oleh Almond salah satunya adalah konsistensi aspirasi dari masyarakat kepada partai politik. Keberadaan partai politik pastilah didasari oleh ideologi yang mereka anut. Sebagian besar partai politik adalah korektor bagi pemerintah dan penyalur keinginan masyarakat agar direalisasikan di parlemen. Dengan kata lain, partai politik adalah perpanjangtangannya masyarakat.

Vox populi, vox dei, suara rakyat adalah suara tuhan. Bukanlah hal yang berlebihan bila kita menggunakan istilah ini untuk menyatakan keadaan diatas. Keinginan masyarakat adalah keinginan kolektif yang memang harus dapat teraspirasikan pada tempat yang tersedia. Atas nama demokrasi, atas nama masyarakat, atas nama kehidupan.

Kamis, 09 Agustus 2012

Komentar untuk Industri Kreatif


Paradigma Kerja Cerdas

Oleh : Fahmi Siddiq

Dalam konteks masa depan mahasiswa setelah mereka lulus dari dunia perkuliahan, permasalahan pokok selalu tertuju pada kebutuhan sandang, pangan dan papan. Dengan semakin kompleksnya permaslahan sosial, struktur pembagian kerja yang terus berkembang dan kebutuhan yang semakin beragam, diperlukan usaha atau cara yang tepat jitu agar kebutuhan pokok (tiga hal tersebut) dapat terpenuhi secara ‘cukup’. Secara lahiriah, kebutuhan pokok manusia tidak akan lebih dari tiga hal tersebut. Konsep industri kreatif merupakan salah satu upaya yang sebaiknya dilakukan oleh setiap manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok tadi.

Jika ditelaah lebih jauh, industri kreatif hampir pasti berawal dari pemikiran yang inovatif. Inovatif dalam artian tidak menggunakan cara formal atau strategi-strategi konvensional (lulus-melamar kerja-kerja). Sebuah peluang untuk menuangkan ide kreatif akan selalu ditemui disetiap sisi kehidupan. Interaksi, sosialisasi, konflik, dan pengumpulan banyak informasi merupakan gerbang untuk menciptakan peluang itu sendiri. Tentunya ditunjang dengan soft skill masing-masing individu.

Interaksi, sosialisasi dan pengumpulan informasi merupakan dasar dari strategi yang bisa dikatakan sebagai pemetaan dari hal-hal apa saja yang ingin dituju oleh si individu tersebut. Dari hal-hal tersebut, individu akan mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang cukup untuk mewujudkan bidang industri kreatif yang ingin mereka bangun. Hal ini juga bertujuan agar mengurangi resiko terjadinya kegagalan dalam prosesnya dan menggapai nilai plus sebanyak-banyaknya.

Sedangkan soft skill, merupakan ‘senjata’ yang digunakan untuk melancarkan strategi yang telah diterapkan berdasarkan ‘pemetaan tujuan’ tersebut. Potensi yang terdapat dalam diri masing-masing individu harus dimaksimalkan dan terus bereksplorasi. Dalam hal ini, setiap individu akan mendapatkan pengalaman. Pengalaman akan membuat individu semakin kuat dan bijak dalam setiap usahanya.

Jadi penggunaan istilah industri kreatif sebagai kebutuhan pokok ke empat bisa saja benar namun akan lebih tepat jika industri kreatif merupakan salah satu cara atau upaya dalam memenuhi kebutuhan pokok manusia. Industri kreatif juga bisa dikategorikan sebagai pemikiran ‘kerja cerdas’. Itulah yang dibutuhkan manusia jika berada dalam kondisi permasalahan hidup yang kompleks saat ini. Kerja keras memang akan membuahkan hasil yang maksimal namun kerja cerdas akan mendapatkan hal itu dengan upaya yang lebih efisien dan tidak rumit.

Selasa, 07 Agustus 2012

Pengembangan Industri Kreatif


Industri pokok utama yang tidak akan mati di pasaran adalah yang memuat muatan sandang, papan, dan pangan. Persaingan dan kondisi permintaan barang-barang sandang, papan, dan pangan sangatlah besar. Apabila ingin menjadikan industri kebutuhan pokok tersebut bertahan dipasaran, maka dibutuhkan manajemen dan variasi barang yang banyak. Akan tetapi, untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan modal yang sangat besar. Dari segi modal tenaga dan modal uang harus tercukupi agar mampu berkompetisi di tengah persaingan pasar.

Dengan modal yang kecil, dan tata kelola yang seadanya, akan membentuk industri bahan pokok ini menghasilkan profit yang relatif kecil juga. Apalagi tidak semua orang tidak memiliki modal yang cukup untuk berwirausaha bahan pokok ini. Solusi untuk masalah ini, dibutuhkan ranah pekerjaan wirausaha yang membutuhkan modal relatif kecil dan dapat diterapkan  oleh siapa saja.

Seperti yang kita ketahui bahwa para lulusan sarjana yang mencari pekerjaan banyak yang tidak mendapati pekerjaan. Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi dunia pendidikan yang tidak semuanya menyediakan para lulusan dengan keterampilan untuk bekerja dan menjadi pegawai. Lulusan sarjana yang menganggur pada dasarnya memiliki kemampuan logika ilmiah yang sebelumnya ditempa di perguruan tinggi. Sebagian besar perguruan tinggi sudah memberikan softskill bagi mahasiswanya untuk dapat mengelola dan mengatur suatu perencanaan. Selain itu, berkat kemampuan logika tersebut, mahasiswa lulusan sarjana diharapkan memiliki inovasi-inovasi serta kreatifitas dalam menciptakan sesuatu.

Maka dari itu, bagi lulusan sarjana yang ingin terjun dalam dunia wirausaha, akan lebih baik apabila membuat industri kreatif. Industri kreatif ini dapat dikatakan menjadi kebutuhan pokok manusia yang keempat. Dengan demikian, permintaan akan industri kreatif akan meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi. Seperti industri kreatif yang berbasis seni, teknologi, dan barang konsumsi. Seakan-akan industri ini memiliki muatan nilai complementer sehingga dapat membuat nilai jual suatu barang dapat meningkat.

Pengembangan industri kreatif apabila dikembangkan akan membuat perekonomian memiliki peningkatan dalam hal creativepreneurship. Di negara- negara industri, kegiatan creativepreneurship mendapatkan raupan devisa negara. Untuk industri jenis ini, dibutuhkan ide-ide dan inovasi yang brilian. Bagi masyarakat yang cenderung memiliki kemampuan inovasi dan logika yang baik dapat menggunakan industri kreatif ini sebagai lahan bisnis, terutama para sarjana yang masih mencari kerja.

Kamis, 02 Agustus 2012

Industri Musik Untuk Kemajuan Bangsa



Berbagai alternatif telah dilakukan agar kegiatan perekonomian dapat berkembang. Mulai dari kegiatan penyuluhan tentang pentingnya wirausaha telah dilakukan agar minat masyarakat bertambah. Akan tetapi, kita seharusnya memberikan solusi yang sekiranya masyarakat menyukai untuk melakukan wirausaha. Dengan demikian, pilihan usaha akan jatuh pada hobi yang masyarakat sukai dan saat ini berkembang serta sangat digandrungi.

Alternatif usaha yang dapat ditawarkan adalah industri musik. Menjamurnya tayangan televisi yang memuat acara musik menandakan antusiasme masyarakat terhadap dunia olah nada ini. Sebagai contoh, pada acara pagi hari ada sebuah tayangan yang menampilkan berbagai macam musik populer saat ini. Acara DahSyat contohnya, mendapatkan sedotan pemirsa yang luar biasa yang saat ini sudah bertahan lebih dari tiga tahun. Jika masyarakat sangat menggandrungi acara ini, menandakan bahwa permintaan akan industri musik populer sangatlah besar. Maka dari itu perlu adanya sumber daya yang akan terus mengembangkan musik populer ini.

Apabila dalam masyarakat tidak melihat musik populer sebagai bidang yang menarik untuk digeluti, masih ada alternatif lain dalam bermusik. Musik indie adalah musik yang menampilkan dari scene non populer dan lebih terkenal bagi komunitasnya saja. Saat ini, scene indie memuat berbagai unsur wirausaha yang baik. Mulai dari usaha mendirikan merchandise center yang dapat menunjang penjualan musik mereka selain manggung. Sebagai contoh antusias besar musik indie yang saat ini secara blak-blakan dipasarkan di stasiun televisi komersil antara lain RadioShow.

Dengan adanya RadioShow ini menandakan bahwa tidak hanya musik populer yang dapat dikonsumsi oleh khalayak umum. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sangat menghendaki dan berlomba-lomba untuk mengikuti musik-musik populer dan indie. Hanya saja yang perlu dikembangkan untuk menunjang industri musik ini adalah ketersediaan tempat untuk memproduksi. Seni musik dapat menjadi pondasi perekonomian para remaja dan pemuda. Kita harus sadar dan mengerti keinginan para pemuda, bahwa tidak semua wirausaha adalah berasal dari hal yang itu-itu saja.

Tidak dapar dipungkiri, salah satu modal besar dalam industri kreatif di Indonesia adalah industri musik. Meskipun dengan maraknya fenomena pembajakan, para musisi harus tahan banting. Selain itu pemerintah melindungi karya di industri musik dengan berbagai kewenangannya. Terus berkarya merupakan modal utama untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dan musik merupakan salah satu jalan keluarnya.

Selasa, 31 Juli 2012

Pendekatan Relativisme Budaya Terhadap Diversifikasi Pangan



Kondisi pangan di indonesia yang sangat tergantung pada tindakan impor menjadi isu besar dalam menghadapi krisis pangan. selayaknya tindakan negara dalam menghidupi rakyatnya dalam mencukupi kebijakan ketahanan pangan, kegiatan impor saat ini merupakan tindakan skak mat yang harus dilakukan. Bergantung terhadap impor inilah ini indonesia mampu mencukupi kebutuhan pangan tersebut.

Impor indonesia pada tahun ini 1,75 juta ton beras dan menjadi negara pengimpor beras terbesar kedua di dunia. Swasembada pangan sulit terealisasi meskipun kita adalah negara agraris, dikarenakan infrastruktur dalam sistem pertanian kita tidak dapat berfungsi maksimal dalam menjalankan kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Bila hanya mengandalkan kegiatan pertanian tanpa ada lobi politik dan payung hukum dari pemerintah, kita akan sulit berupaya dalam mengembangkan kegiatan tersebut.

Kurangnya perhatian secara langsung dari masyarakat dalam bidang pertanian menjadi akar permasalahan dari krisis pangan ini. Kegiatan agribisnis yang hanya dikelola sekitar 4% secara manajerial yang terstruktur oleh para wirausahawan tersebut adalah potret betapa kurangnya masyarakat kita untuk terjun ke dalam sektor pertanian. Hal ini juga yang mempengaruhi berkurangnya hasil panen dan persaingan bisnis pertanian di dalam negeri dan ke luar negeri oleh negara kita.

Salah satu upaya mendesak yang realistis dilakukan oleh pemerintah adalah melalui impor beras tersebut. Selain itu, untuk menjaga agar impor tidak membengkak dan melindungi ketahanan ketersediaan beras adalah dengan adanya diversifikasi pangan. Pada masalah diversifikasi ini, terdapat banyak tindakan dari regulasi pemerintah yang tidak sesuai dengan kondisi kultural masyarakat indonesia.

Regulasi pemerintah sejak tahun 60-an mencanangkan adanya diversifikasi pangan melalui Inpres No. 14 tahun 1974 tentang Perbaikan Menu Utama Rakyat (UPMMR), dan disempurnakan oleh Inpres No. 20 Tahun 1979. Program pemerintah tersebut didasrkan atas rangkaian agenda global seperti Universal Declaration of Human Right yang bertujuan mencapai ketahanan pangan dan menghapuskan kelaparan di semua anggota negaranya.

Berdasarkan regulasi tersebut, tujuan dicanangkan diversifikasi pangan akan sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan dunia. Hal ini bertujuan untuk semua negara di dunia secara merata dapat mendapatkan akses untuk kebutuhan pangan. tindakan realisasi di indonesia tidak semudah itu, kita sudah hampir 50 tahun sejak program itu direncanakan, namun sampai saat ini kebutuhan pokok akan beras sulit dihilangkan.
Meskipun banyak negara yang telah berhasil dalam usaha diversifikasi pangan seperti Jepang, Malaysia, dan Thailand, kita tidak bisa menerapkan langsung di indonesia karena banyak faktor yang menyebabkan sulitnya kegiatan diversifikasi pangan. kestabilan ekonomi dan politik sangat berpengaruh besar terhadap usaha diversifikasi ini.

Berdasarkan pada analisa relativisme budaya, sulitnya diversifikasi pangan diterapkan di indonesia tidak dapat dibandingkan dengan keberhasilan negara lain yang telah sukses dalam kegiatan diversifikasi pangan. Dari segi budaya, kebiasaan masyarakat kita dalam mengkonsumsi nasi tidak dapat dihindarkan, apalagi diubah dalam waktu yang dekat. Pola kebiasaan masyatrakat yang dirubah pada dasarnya berimbas kepada kondisi konflik kebiasaan di dalam diri anggota masyarakat.

Belum tentu cara yang sudah sukses digunakan di negara lain dapat berakibat sama terhadap penerapannya di negara indonesia. Hal ini dikarenakan bahwa pemaksaan regulasi akan cenderung menciptakan konflik tradisi di dalam kebiasaan masyarakat. Evolusi kebiasaan, terutama pada basic tradition seperti jenis makanan adalah sesuatu yang mendasar dalm kegiatan manusia sehari-hari.

Pemaksaan diversifikasi berdasarkan regulasi dalam waktu yang singkat tanpa didorong oleh kegiatan seperti sosialisasi jangka panjang akan berujung kepada beturan budaya di dalam masyarakat. Dengan demikian akan berdampak besar terhadap kegiatan sehari-hari dan merubah kondisi produktivitas yang cenderung menurun. Apabila pemaksaan diversifikasi dalam waktu dekat ini digalakkan, akan cenderung terjadi penyesuaian makanan yang berujung terhadap kelaparan. Karena pada dasarnya, makanan adalah bentuk dari produk budaya yang akan berpengaruh besar terhadap masyarakat apabila dirubah dalam pemaksaan atau dalam waktu dekat. Perlu adanya proses jangka panjang dan dukungan dari berbagai faktor kondisi sosial, politik, dan ekonomi di dalam masyarakat.

Sabtu, 28 Juli 2012

Anggaran Untuk Pencegahan Kejahatan



Pada dasarnya, subsidi yang dianggarkan oleh pemerintah haruslah bermuara kepada kesejahteraan rakyat. Salah satu indikator berhasilnya subsidi tersebut adalah menipisnya angka kemiskinan di Indonesia. Subsidi harus ditekankan pada sektor pengembangan lapangan pekerjaan. Sesuai dengan data statistik, pengangguran pada awal tahun 2011 berkisar 9,25 juta penduduk dan diprediksi pada akhir 2012, pengangguran masih dalam angka 8,12 juta penduduk. Hal inilah yang mengakibatkan pengangguran terus meningkat di tiap tahunnya. Pengangguran akan memperlihatkan kecenderungan dalam peningkatan kemiskinan.

Selain itu pemerataan basis ekonomi di tiap daerah haruslah dibentuk. Hal ini dilakukan untuk menekan arus urbanisasi yang mengakibatkan fenomena slum area di perkotaan menjamur. Slum area ini nantinya secara kriminologis akan menciptakan suatu hot spot yang berpotensi kejahatan. Menurut Burgess, daerah tempat orang berkumpul pada perekonomian bawah akan meningkatkan resiko kejahatan konvensional dan kejahatan harta benda. Dengan demikian, fenomena kejahatan di tempat umum menimbulkan masalah baru, yang menjadi momok tersendiri bagi kehidupan di perkotaan.

Kejahatan yang dipengaruhi oleh kemiskinan ini juga sama dipaparkan oleh W.A Bonger, akan mengakibatkan orang miskin melakukan apa saja demi mendapatkan uang. Yang paling berbahaya adalah human trafficking terjadi pada perempuan dan anak-anak. Fenomena human trafficking sebagian besar diakibatkan oleh kemiskinan akut yang berujung pada ‘perbudakan’ jenis baru dalam masyarakat modern. Kejahatan tersebut sangatlah menyangkut dengan kesehatan korbannya akibat kurangnya pengawasan pemerintah, sehingga jual-beli manusia pun terjadi.

Kejahatan karena kemiskinan juga disebabkan oleh kejahatan para penguasa. Subsidi yang dikorupsi oleh kalangan birokrat sangatlah berpengaruh besar terhadap kondisi masyarakat. Selain itu perdagangan yang tidak adil, akibat kejahatan oleh para korporat yang merugikan konsumen dan lawan bisnis menjadikan kondisi perekonomian yang tidak sehat. Iklim usaha menjadi tidak menentu dikarenakan persekongkolan korporat dan birokrat yang bermain hukum demi kepentingannya.

Dampak kemiskinan terhadap kehidupan sosial sangatlah besar. Mempelajari fenomena kemiskinan atau belajar ‘filsafat’ kemiskinan akan membuat kita berpikir dan menemukan fakta bahwa seharusnya lapangan kerja dalam agenda pemerintahan menjadi hal yang utama. Masyarakat tidak memiliki bekal pendidikan untuk berwirausaha dikarenakan subsidi untuk sektor ini sangatlah minim. Hal ini dikarenakan sektor pendidikan juga telah dikapitalisasi, sehingga dalam pencerdasan bangsa yang juga menjadi kunci meminimalisir kemiskinan menjadi sulit terealisasi.

Minggu, 10 Juni 2012

Kritik Terhadap Logika dan Ilmu Pengetahuan

Judul: Kritik Terhadap Logika dan Ilmu Pengetahuan

Penulis: Hardiat Dani Satria (Mahasiswa Kriminologi Universitas Indonesia)

Tebal: 165 halaman

Harga: Rp. 35.000

Terbit: Mei 2012

Sinopsis:

Buku “Kritik Terhadap Logika dan Ilmu Pengetahuan” mengkritisi bahwa logika dan ilmu pengetahuan tidaklah bersifat universal. Logika dan pengetahuan yang telah dikembangkan manusia hanyalah sebatas pada peningkatan efisiensi saja, sedangkan jagad raya memiliki logika (kehendak) sendiri dalam aturannya. Irrasionalitas yang selama ini diabaikan sesungguhnya mampu membuat manusia dapat bersatu dengan alam semesta dan memperluas banyak kemungkinan yang dikehendaki oleh jagad raya.
http://www.goodreads.com/review/show/337900298?utm_medium=api&utm_source=flash_widget