Senin, 28 September 2020

BLK: Ujung Tombak Pelatihan Vokasional

 


Era kita saat ini telah mengalami kemajuan yang amat pesat dalam hal kemudahan mengakses informasi. Internet membuat informasi apapun menjadi lebih mudah didapatkan oleh siapa dan dimanapun berada. Dengan berbekal jaringan internet, dunia pendidikan pun mengalami perubahan yang cukup signifikan. Berkat teknologi internet, pendidikan tatap muka dalam kelas saat ini juga dibarengi dengan fitur online alias dalam jaringan (daring). Hal inilah yang terjadi sekarang, bagaimana internet telah mengubah pola pendidikan di dunia lebih awal pada permulaan dekade 2020.

Tidak hanya pendidikan formal di sekolah saja yang mengalami dampak positif teknologi informasi tersebut, melainkan juga pelatihan kejuruan atau vokasional. Pelatihan vokasional yang biasanya identik dengan praktik secara langsung terhadap bidang pekerjaan tertentu, kini telah merambah ke format daring. Walaupun seharusnya beberapa pelatihan vokasional ini akan lebih optimal apabila langsung diajarkan secara tatap muka. Menurut Ralph C. Wenrich (1974), pelatihan vokasional pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ke dalam tiga aspek, yakni berpikir atau cognitive, berbuat atau psychomotor dan rasa atau affective, sesuai dengan kebutuhan kompetensi pada jenis serta jenjang pekerjaan.

Pelatihan vokasional daring ini bisa menjadi alternatif dan pelengkap training tatap muka. Terlebih ketika Indonesia tengah dilanda pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan membatasi kegiatan berkerumun di kelas-kelas dan ruangan guna mengurangi angka penularan. Maka cara pelatihan vokasional daring ini dapat menjadi sumber pengetahuan yang utama bagi para pekerja ataupun pencari kerja yang ingin meningkatkan kompetensinya. Meskipun pada saat ini situasi sedang dilanda pandemi, masyarakat masih dapat mengakses pelatihan vokasional di manapun berada melalui koneksi internet.

Tahun 2020, isu tentang pelatihan kerja merupakan bahasan yang sering dibicarakan di masyarakat. Adanya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi COVID-19 dan pelatihan daring dari Kartu Prakerja merupakan isu ketenagakerjaan menyerap banyak perhatian. Selain itu, serikat buruh yang tergabung dalam Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) juga ingin pelatihan vokasional menjadi Program Strategis Nasional (PSN), supaya pemerintah daerah (Pemda) pro aktif mengadakan kegiatan tersebut.

Selain itu, infrastruktur pelatihan vokasional seperti Balai Latihan Kerja (BLK) yang sudah tua juga perlu direvitalisasi. Begitu pula kurikulum di dalamnya yang perlu lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. Selanjutnya, untuk 1.000 BLK Komunitas yang rencananya akan berdiri di tahun ini juga perlu dikawal pembangunannya. Hal ini dikarenakan rencana besar tersebut kini tentunya juga ikut terdampak oleh adanya pandemi COVID-19 yang semakin memburuk di tanah air. Melihat sulitnya operasionalisasi tatap muka BLK di saat pandemi, pelatihan vokasional daring adalah solusi terbaik untuk saat ini.

Semakin Variatif

Pelatihan vokasional daring cenderung lebih aman dari segi kesehatan saat pandemi ini. Walaupun dari segi signifikansi pelaksanaan pelatihan vokasional tidak sesempurna tatap muka di BLK, pelatihan daring punya keunggulan dari segi variasi materi dan kurikulum di dalamnya. Hampir seluruh jenis pekerjaan yang ada di masyarakat saat ini cenderung tersedia pendalaman materinya. Pekerjaan ‘zaman now’ yang sebelum era pra internet tidak ada, kini tersedia secara online. Walau tanpa praktikum kerja tatap muka yang interaktif, pelatihan vokasional daring memuat banyak materi pembelajaran yang beragam.

Namun pelatihan vokasional secara daring masih terdapat kelemahan, yaitu output pelatihan yang berupa kompetensi atau skill tentunya masih belum maksimal. Pelatihan vokasional daring sebagian besar masih memberikan materi yang sebagian besar bersifat teoretis. Padahal kita tahu, output dari pelatihan vokasional diharapkan menjadi sebuah kompetensi yang didapatkan dari 70% pratikum dan 30% pembelajaran teori.

Mungkin pelatihan semacam itu dapat berlangsung secara maksimal hanya di BLK saja. Ini merupakan kesempatan yang tepat bagi BLK untuk menyesuaikan diri terhadap situasi pandemi ini. BLK bisa mengembangkan pelatihan online lebih baik lagi dengan kursus yang beraneka ragam, sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk materi yang bersifat teoretis, pelatihan akan dilangsungkan secara online. Sedangkan materi yang lebih ke praktikum, pelatihan vokasional akan dilangsungkan secara terjadwal, bergilir dan mengikuti protokol kesehatan. Jadi, pelatihan di BLK yang tatap muka akan lebih fokus ke praktikum saja, untuk saat ini.

Optimalisasi BLK

Meskipun saat ini materi pelatihan vokasional di Indonesia dapat diakes dari berbagai sumber, namun kita perlu ketahui bahwa BLK yang sudah berdiri dan berpengalaman sejak tahun 1970, merupakan ujung tombak utamanya. Momentum era pelatihan vokasional daring ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya guna mengembangkan optimalisasi BLK. Bila BLK mampu berbenah ke arah digitalisasi, berarti akan ada pembaharuan terdadap sarana dan infrastruktur peningkatan kompetensi di Indonesia.

Ditambah lagi, jumlah BLK yang ada juga bakal bertambah secara signifikan di berbagai daerah ini merupakan nilai tambah guna memaksimalkan fungsi BLK di masyarakat. Masyarakat akan lebih mudah mengakses pelatihan pada infrastruktur vokasional pemerintah tersebut. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, masyarakat butuh pelatihan vokasional khususnya kemampuan untuk berwirausaha. Dengan adanya BLK Komunitas di masyarakat, diharapkan dapat membekali masyarakat supaya tetap bertahan secara perekonomian di masa pandemi.

Kewirausahaan merupakan solusi lain atas permasalahan PHK dan pengangguran di masyarakat saat ini. Di saat pandemi, peran BLK kini menjadi sangat vital. BLK berusaha mengakselerasi pengetahuan dan keterampilan masyarakat supaya tetap bertahan di masa sulit. Selain itu, BLK juga secara aktif memberikan bantuan langsung kepada tenaga kesehatan guna menyuplai Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker dan face shield. Kita tentunya perlu berterima kasih kepada BLK yang telah berinovasi dan berkontribusi besar dalam upaya melawan pandemi COVID-19. BLK yang kita tahu sebelumnya bergerak di ranah edukasi vokasional dan pelatihan kerja, kini memanfaatkan fungsinya sebagai lembaga yang melawan COVID-19. Seperti kita ketahui, BLK beserta alumninya tercatat telah banyak berkontribusi dalam penanganan COVID-19 ini melalui berbagai cara.

Selain itu, BLK Komunitas yang kini berdiri dalam jumlah ribuan juga turut memberdayakan komunitas keagamaan seperti pondok pesantren, serikat pekerja, serikat buruh dan komunitas kesenian. Kesempatan untuk link and match dengan industri yang ada di sekitar BLK Komunitas tentunya akan semakin terbuka lebih lebih luas. Dengan adanya BLK Komunitas, kebutuhan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi akan lebih mudah diserap oleh dunia industri.

Melalui BLK, pemerintah tidak hanya meningkatkan kompetensi masyarakat dalam keterampilan dunia kerja dan wirausaha. Melainkan, BLK berperan besar dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dalam kondisi yang hampir krisis seperti sekarang ini. Kontribusi lain juga datang dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang telah menginisiasi program pelatihan vokasional “Indonesia Bekerja” yang bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan tersertifikasi, khususnya bagi para pekerja yang mengalami PHK. Dalam hal ini, pelatihan dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut dapat dilangsungkan di BLK milik pemerintah.

Kamis, 17 September 2020

Urgensi RUU Perampasan Aset

Pemerintah perlu menyempurnakan regulasi antikorupsi supaya penindakan kasus korupsi di Indonesia menjadi lebih baik. Regulasi yang ada saat ini dinilai kurang mampu memberikan efek jera terhadap koruptor. Dapat dikatakan, instrumen seperti Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) masih belum ampuh membuat koruptor kapok. Terbukti, setelah koruptor dijatuhi hukuman dan masuk bui, mereka sekedar mendapatkan hukuman kurungan maksimal beserta denda. Sedangkan aset hasil tipikor juga sulit dikembalikan ke negara karena harus menunggu proses pembuktian yang memakan waktu dan biaya. Bagi para koruptor yang sudah bebas, mereka masih kaya raya hasil dari menjarah uang negara.

RUU Perampasan Aset merupakan rancangan regulasi yang sejalan dengan wacana pemiskinan koruptor yang sering bergema di masyarakat. RUU yang naskah akademiknya sudah ada sejak zaman Presiden SBY ini bisa menjadi solusi supaya kerugian negara akibat korupsi tetap bisa dipulihkan meski buron korupsi kabur atau meninggal dunia. Terlebih, rancangan ini akan sangat berguna supaya ruang gerak koruptor yang kabur luar negeri menjadi terbatas. RUU ini juga akan memberikan efek jera kepada para koruptor, karena mereka dipastikan tidak akan bisa menikmati harta hasil korupsinya kembali. Untuk itu, pengesahan RUU ini merupakan prioritas yang mendesak untuk dilakukan.

Tercatat, RUU Perampasan Aset ini sudah masuk program legislasi nasional (prolegnas) DPR sejak tahun 2012. Namun hingga saat ini, RUU tersebut masih belum jelas ujung pembahasannya di DPR. Padahal dengan maraknya buronan korupsi tersebut, RUU ini dapat menjadi solusi guna mempercepat pemulihan kerugian negara akibat korupsi tanpa harus menunggu pelaku tertangkap. Dengan pengesahan RUU ini maka nantinya harta hasil korupsi dapat dirampas melalui proses persidangan.

Jangan Tunda Lagi

DPR sebaiknya tidak menunda-nunda lagi untuk mengesahkan RUU yang telah diusulkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ini. Setelah publik digegerkan dengan adanya Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2019 silam yang sampai terjadi demonstrasi besar-besaran, kini sudah saatnya DPR kembali berbenah dan fokus mencurahkan energinya untuk melahirkan UU Perampasan Aset. Sejatinya, RUU Perampasan Aset ini juga relevan dengan semangat pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK, karena akan ada verifikasi data kekayaan dan bagaimana pelapor mempertanggungjawabkan sumbernya. Bila ada kejanggalan, harta koruptor yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi dapat dirampas oleh penegak hukum tanpa perlu menunggu penetapan hakim.

Pada salah satu poin dalam RUU Perampasan Aset menyebutkan: “Setiap Orang yang memiliki Aset yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau yang tidak seimbang dengan sumber penambahan kekayaannya dan tidak dapat membuktikan asal usul perolehannya secara sah maka Aset tersebut dapat dirampas berdasarkan Undang-Undang ini”.

Selain itu, KPK dan lembaga antikorupsi lainnya tentu akan mendukung disahkannya RUU Perampasan Aset tersebut. Melalui RUU ini, setiap kegiatan penindakan kasus oleh KPK akan semakin terlihat hasilnya karena kerugian negara dapat dipulihkan. Tak hanya itu, rancangan regulasi ini juga akan menguatkan amunisi dalam memberantas korupsi serta mengelola harta sitaan dari hasil korupsi dengan baik. Maka dari itu, keberadaan UU Perampasan Aset ini tidak perlu diragukan lagi karena fungsinya yang sangat strategis bagi kepentingan negara serta akan menghadirkan efek jera bagi koruptor.

Ancaman Pemiskinan

Kita ketahui bahwa hukuman bagi pelaku korupsi, yang merupakan salah satu bentuk white-collar crime, di Indonesia tergolong masih ringan. Penelitian tentang white-collar crime oleh lvancevich, Duening, Gilbert, dan Konopaske (2003) menyebutkan bahwa sangat sedikit pelaku white-collar crime telah benar-benar masuk ke penjara dan menghadapi hukuman yang "nyata". Kondisi ini dapat menyebabkan pencegahan terhadap korupsi pun tidak berjalan dengan baik. Hal yang sering terjadi yaitu sanksi pidana yang rendah dan masih penuh toleransi membuat pelaku korupsi tidak jera. Sehingga pelaku korupsi yang dibui pun akan masih bisa menikmati segudang fasilitas.

Penjeraan yang dihadirkan melalui RUU ini merupakan sebuah upaya pemiskinan koruptor yang justru akan lebih menimbulkan ketakutan karena hasil kekayaan koruptor dari korupsi akan dapat dikeruk habis. Setelah keluar dari bui, koruptor tidak akan bisa hidup nyaman bergelimang harta. Kedepannya, dibutuhkan regulasi antikorupsi yang kuat dari segala dimensi untuk menjerakan koruptor, seperti hukuman kurungan maksimal, perampasan aset hasil korupsi dan pencabutan hak politik. Dengan kombinasi hukuman semacam ini, tentu koruptor tidak akan dapat berkutik dan akan berpikir dua kali untuk melakukan kejahatan luar biasa tersebut.

Selasa, 15 September 2020

Pengumuman Seleksi Kelas Intensif Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi 2020



Semangat Pagi

Mohon maaf atas keterlambatan pengumuman peserta yang lolos ke tahap Kelas Intensif AJLK 2020. Terima kasih atas kesediaan dan pengertian KawanAksi menunggu keputusan ini.

Semula, kelas intensif AJLK 2020 akan diselenggarakan di Jakarta dan diikuti 30 orang dari seluruh penjuru nusantara. Dalam pelaksanaannya, AJLK 2020 terkendala dengan adanya pandemi Covid-19. Pertambahan kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir mencapai lebih dari 2.000 per hari. Bahkan beberapa hari terakhir lebih dari 3.000 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru, dan puluhan orang meninggal.

Data nasional statistik Covid-19 per tanggal 8 September 2020 15.05 WIB menunjukkan jumlah kumulatif yang meninggal: 8.230 dan 200.035 kasus positif. Ini menunjukkan virus Sars-Cov2 bertransmisi secara cepat di komunitas. Karenanya pengurangan mobilitas dan aktivitas publik seharusnya ditekan sekuatnya, sehingga virus tidak bertransmisi dari satu orang ke orang lain di daerah yang berbeda.    

Atas kondisi ini, kami perlu melakukan beberapa penyesuaian dalam pelaksanaan Kelas Intensif AJLK 2020. Kelas intensif selama 5 hari secara tatap muka dan mempertemukan 30 peserta dari seluruh Indonesia, harus berganti menjadi kelas daring selama 8 hari kerja dengan durasi 4-5 jam per hari.

Kabar gembiranya, ada 35 orang KawanAksi yang lolos ke tahap Kelas Intensif yang akan diselenggarakan 5-14 Oktober 2020.

Selamat kepada yang berhasil lolos, rincian Kelas Intensif akan disampaikan melalui email masing-masing H+2 setelah pengumuman ini.

Kepada yang belum bisa bergabung, kami sampai apresiasi setinggi-tingginya, mari tetap menjaga semangat dan ikut serta dalam upaya dan gerakan pemberantasan korupsi.

 

Mari terus satukan diksi merawat negeri!



Salam Antikorupsi!


Sumber:

https://www.kpk.go.id/id/ajlk-2020/pengumuman-ajlk2020

Kamis, 30 Juli 2020

Inisiatif Positif Rumah Siap Kerja

Wabah Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang melanda dunia saat ini telah berdampak besar terhadap berbagai sektor, terutama bisnis. Efeknya mulai dari beberapa perusahaan lokal maupun multinasional mengalami kebangkrutan, mengurangi jumlah produksi sampai melakukan pemutusan hubungan tenaga kerja (PHK) besar-besaran demi menghemat ongkos operasionalnya. Di Indonesia sendiri problem pengangguran akibat pandemi COVID-19 diperkirakan akan bertambah banyak di sepanjang tahun 2020-2021 ini.

Seperti yang telah dilaporkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) beberapa waktu silam menyebutkan bahwa jumlah pengangguran terbuka diprediksi akan meningkat 4 juta hingga 5,5 juta di tahun 2020. Buruknya, pengangguran tersebut akan kian meningkat sampai tahun 2021 dengan jumlah 10,7 juta hingga 12,7 juta orang. Sebuah angka yang bukan main-main.

Pemerintah pun bekerja keras untuk memulihkan kembali perekonomian nasional di situasi yang serba terbatas ini. Pemulihan perekonomian dan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), keduanya perlu berjalan secara bersamaan. Selain itu, pemerintah juga menggencarkan program untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dan semangat kewirausahaan baik secara online maupun konvensional, sebagai strategi yang diharapkan mampu mengatasi persoalan ini. Semua strategi ini kini tengah berjalan dan sekaligus dievaluasi.

Selain itu, tidak hanya sektor bisnis saja yang terdampak akibat pandemi COVID-19, akan tetap juga ranah pendidikan. Seperti kita ketahui bahwa saat ini pembelajaran dalam jaringan (daring) di sekolah dan berbagai pelatihan online menjadi sebuah keniscayaan yang tak dapat dielakkan. Generasi muda kita telah menjelma menjadi ‘baby zoomer’ karena sudah terlalu akrab dengan pembelajaran dan pelatihan virtual ini. Lambat laun, kita pun akan terbiasa dengan kondisi semacam ini. Pembelajaran dan pelatihan daring kini telah menjadi pelengkap sistem pendidikan yang sudah ada.

Begitu pula pada ranah pelatihan kerja dan vokasional. Saat pandemi COVID-19 terjadi, di linimasa media sosial seringkali muncul informasi pelatihan kerja atau training yang berkaitan dengan dunia kerja yang dilangsungkan secara daring. Baik itu pelatihan yang berbayar maupun yang gratis, semuanya telah tersedia. Jadi peserta pelatihan kini tidak perlu datang dan tatap muka secara langsung, karena semuanya bisa dipelajari secara virtual dan dapat menstimulus budaya self-learning di masyarakat.

Sekilas Tentang RSK

Kini, telah banyak wadah yang menyediakan pelatihan daring secara gratis. Salah satu inisiatif yang baik telah dilakukan oleh Rumah Siap Kerja (RSK) yang digagas oleh Sandiaga Uno. RSK secara konsisten memberikan informasi-informasi penting seputar pelatihan di saat pandemi ini. Tentunya informasi ini penting bagi para generasi muda yang ingin memasuki dunia kerja dan meningkatkan professional skill-nya.

Inisiatif RSK ini perlahan-lahan menjelma menjadi sebuah wadah atau komunitas bagi para pencari kerja dan pengangguran yang ingin mendapatkan ilmu secara gratis (walau ada juga yang berbayar). Bagi para pegiat kegiatan sosial, RSK tentu bisa menjadi inspirasi untuk terus melakukan kegiatan yang bermanfaat terutama dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi masyarakat.

Inspirasi dan Pelengkap

Hal yang perlu dilakukan saat ini yaitu mensinergikan antara pelatihan konvensional dengan training mutakhir yang mengedepankan teknologi informasi tersebut. Dulu kita kenal ada Balai Latihan Kerja (BLK) yang secara umum berada di tiap kabupaten di Indonesia dengan pelatihan-pelatihan vokasionalnya. BLK juga rutin mengadakan kegiatan pelatihan gratis dengan kurikulum yang sudah terstandarisasi secara nasional. Peran perusahaan yang juga lembaga sosial seperti RSK ini dapat menjadi pelengkap BLK ini dalam upaya peningkatan kompetensi masyarakat dan muaranya ke pengurangan angka pengangguran. Pelatihan yang tidak ada di BLK mungkin bisa diakses ke RSK.

Selama kiprahnya dari awal berdirinya pada 16 Maret 2019, RSK telah memfasilitasi pelatihan soft skill dan hard skill dunia kerja seperti materi dari membuat CV, awal melamar kerja sampai bagaimana caranya untuk memaksimalkan jenjang karir di perusahaan. Kategori karir yang dibahasnya pun sangat beragam, update dan cocok bagi para millenial.

Bimbingan karir, informasi lowongan pekerjaan, pelatihan profesional adalah beberapa materi utama yang menjadi fasilitas RSK. Secara umum, pelatihan tersebut ingin memfokuskan pada peningkatan kualitas SDM anak muda. Cara mengakses pelatihannya juga mudah. Masyarakat dapat langsung datang ke kantor RSK atau mengikutinya melalui video meeting platform yang tentunya mudah diakses. Pelatihan jarak jauh inilah yang memungkinkan di daerah-daerah dapat terkoneksi secara langsung dengan RSK, tanpa adanya batasan.

Langkah RSK ini bisa menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga sosial non pemerintah atau korporat untuk ikut andil dalam upaya mengurangi angka pengangguran di masyarakat. Kita tahu bahwa pengangguran di Indonesia ini tercatat cukup tinggi dengan prediksi yang akan lebih besar lagi di beberapa tahun mendatang. Untuk itu, sinergi antara program pemerintah dan inisiatif masyarakat diharapkan mampu menyelesaikan persoalan ini.


Senin, 13 Juli 2020

Mengapresiasi Krenova



Setiap tahunnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menggelar lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) yang terbuka bagi seluruh kalangan pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum (non dosen). Pelaksanaan Krenova ini tercatat telah dilangsungkan lebih dari sepuluh tahun di Jawa Tengah. Proses seleksinya pun dimulai dari tingkat kabupaten/kota, di mana yang pertama kali menyeleksi adalah tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ataupun Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Baperlitbang) di daerah.

Proses seleksi di kabupaten, terdiri dari seleksi administrasi proposal dan dilanjutkan dengan presentasi di depan para dewan juri yang biasanya berasal dari tiga kalangan: akademisi, praktisi bisnis dan pemerintah. Dari seleksi presentasi ini dipilih lima besar ide terbaik yang akan dikompetisikan ke tingkat provinsi. Pemerintah kabupaten/kota ini selanjutnya mengajukan lima ide ke Krenova tingkat provinsi via online di situs Krenova Jawa Tengah.

Dari semua perwakilan kabupaten/kota yang sudah didaftarkan di tingkat provinsi selanjutnya diseleksi kembali dan dipilih 30 sampai 40 ide yang nantinya akan dipresentasikan di hadapan para dewan juri. Sepuluh pemenang utama akan mendapatkan piagam penghargaan, uang pembinaan dari Gubernur Jawa Tengah dan didaftarkan untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual (HaKI). Sepuluh pemenang harapan dan sepuluh pemenang favorit akan mendapatkan piagam penghargaan serta uang pembinaan dari Gubernur Jawa Tengah.

Eksistensi Krenova ini perlu diapresiasi karena pemerintah mampu mewadahi kreativitas dan inovasi dari masyarakat. Artinya, Pemprov Jawa Tengah peduli dengan temuan-temuan mutakhir yang lahir dari masyarakat yang tentunya akan sangat berguna bagi kebutuhan masyarakat itu sendiri. Konsep Krenova ini mirip seperti konsep Kaizen yang dalam bahasa Jepang bermakna "perbaikan berkesinambungan", yang mengedepankan improvement dan innovation dalam melahirkan kreativitas-kreativitas baru bagi khalayak luas. Sama seperti di dunia industri, kehadiran Krenova juga telah menciptakan budaya inovasi di masyarakat.

Budaya Inovasi
Budaya inovasi dalam tatanan organisasi perusahaan begitu penting dilakukan karena akan membuat proses kerja menjadi efektif dan efisien. Begitu pula di masyarakat, perilaku inovatif ini apabila dipupuk dan terus dikembangkan tentu akan melahirkan banyak peluang, terutama dalam aspek peluang bisnis dan entrepreneurship. Di era sekarang ini, kita tahu bahwa bisnis yang besar lahir dari upaya menemukan solusi atas permasalahan di masyarakat. Sedangkan ide dan karya dari Krenova ini sangat berpeluang untuk menjadi besar seperti itu. Tinggal bagaimana cara untuk memaksimalkan pemasaran, menarik investor dan operasionalisasi usahanya, yang kedepannya akan menentukan signifikan atau tidaknya suatu hasil temuan ini. Dalam hal ini, sisi komersialisasi adalah tantangan besar selanjutnya.

Setidaknya, Krenova telah menyumbang cukup banyak inspirasi bagi masyarakat dalam ranah inovasi di bidang pendidikan, rekayasa teknologi, manufaktur, kerajinan, industri rumah tangga serta sosial. Serta tentunya geliat kewiraswastaan di masyarakat akan semakin bertumbuh.
Selain itu, poin yang menjadi tantangan Krenova kedepannya adalah upaya menjaring partisipasi masyarakat Jawa Tengah yang lebih luas. Misalnya saja, apabila dalam satu kabupaten rata-rata yang mengirim proposal sebanyak minimal 50 peserta, maka akan banyak sekali inovasi yang ditampung. Terutama institusi pendidikan SMA atau SMK yang tiap sekolahnya diwajibkan mengirimkan perwakilannya untuk Krenova ini. Budaya riset dan kewiraswastaan pun akan mulai muncul dari bangku sekolahan. Bahkan, kalau memungkinkan Krenova ini perlu diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia.

Saran
Kita perlu mengapresiasi Krenova karena Krenova telah mengapresiasi dan mengangkat kreativitas masyarakat lokal. Saran Bagi Krenova kedepannya adalah membuat pendokumentasian hasil-hasil inovasi setiap tahun dari awal berdirinya sampai saat ini, dalam bentuk jurnal atau video di media sosial. Jurnal tertulis dan video tersebut nantinya dapat diakses oleh publik supaya masyarakat mudah mendapatkan informasi dan rujukan, apakah inovasi tersebut sudah pernah dilombakan atau belum. Hal ini dilakukan guna menghindari repetisi ide yang tertampung. Walaupun saat ini Kita bisa dengan mudah mencari informasi tentang Krenova yang tersebar di belantara dunia maya, alangkah baiknya apabila arsip pendokumentasiannya dapat tersedia secara resmi dalam format digital yang dibuat oleh panitia tim Krenova. 

Selain itu, sosialisasi bagaimana cara membuat proposal ide inovasi yang baik juga perlu dilakukan karena seleksi tahap awal yang cukup krusial adalah administrasi. Supaya kualitas peserta Krenova lebih baik lagi, bagi yang telah lolos tahap seleksi administrasi perlu diadakan pelatihan public speaking, cara menganalisa bisnis untuk keuntungan, rencana yang jelas untuk investor dan pembuatan bisnis model. Apabila hal tersebut dapat dilakukan, kegiatan Krenova kedepannya akan semakin baik.

Minggu, 24 Mei 2020

Peran BLK Saat Pandemi


Tahun 2020 merupakan saat-saat terberat bagi bangsa Indonesia. Tahun ini, Indonesia dilanda serbuan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) dengan efek yang begitu simultan ke berbagai aspek, mulai dari kesehatan hingga perekonomian. Sejak pemerintah mengumumkan virus Covid-19 telah menyebar ke Indonesia, saat itu juga Indonesia melakukan tanggap darurat. Hal ini disebabkan penyebaran Covid-19 yang begitu cepat dan berpotensi menyerang semua kalangan, baik anak-anak, pemuda ataupun orang tua. Keberadaan dan ancaman virus Covid-19 ini dinilai telah mengubah pola hidup masyarakat Indonesia, terutama dalam hal kebersihan.
Tak hanya di Indonesia, masyarakat global pun ikut terdampak oleh adanya wabah ini. Banyak negara yang kewalahan menangani Covid-19 ini, sampai-sampai di beberapa negara, pusat ibadah vital dunia pun ditutup sementara untuk memutus mata rantai persebaran virus. Tercatat, hingga Senin (18/5/2020), jumlah pasien terinfeksi positif corona di dunia berkisar 4.710.614 orang, 315.023 pasien meninggal dunia dan 1.732.344 dinyatakan sembuh. Data ini merupakan laporan dari 213 negara di seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, per Senin (18/5/2020) terdapat 18.010 kasus Covid-19 sejak pengumuman kasus pertama pada 2 Maret 2020. Dari semua kasus yang terjadi, sebanyak 4.324 pasien Covid-19 mengalami kesembuhan. Namun, sampai saat ini ada 1.191 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia.
Atas merebaknya kasus ini, masyarakat tetap dihimbau untuk menerapkan physical distancing, social distancing dan selalu menjaga kebersihan dimanapun berada. Anjuran untuk tetap di rumah saja dan menjauhi kegiatan berkerumun sebagai upaya untuk menghentikan penularan virus juga masih diberlakukan. Kini, kesadaran masyarakat akan kebersihan pun meningkat drastis.
Perubahan aktivitas masyarakat ini sedikit banyak turut berpengaruh ke sektor bisnis. Banyak usaha-usaha yang gulung tikar karena aktivitas masyarakat yang menjadi terbatas. Mulai dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sampai perusahaan berskala besar ikut terkena imbasnya. Dampaknya, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga tak dapat dibendung. Daya beli masyarakat mengalami penurunan, yang tercermin dari bahan pokok yang mengalami deflasi 0,13%. Hal ini berarti permintaan atas bahan pangan turun. Sebagian besar individu terpaksa untuk mencari tambahan penghasilan melalui usaha berbagai cara. Pandemi ini terasa begitu sulit untuk diprediksi.
Tantangan Tenaga Medis
Tantangan lain yaitu tenaga medis yang kewalahan menerima banyaknya pasien di rumah sakit, terutama untuk pasien Covid-19. Kekhawatiran karena terpapar virus juga tak dapat dihindari tentunya. Ditambah lagi, mereka juga masih kekurangan alat pelindung diri (APD) ketika sedang bertugas. Sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19, mereka perlu mendapatkan prioritas untuk APD demi keselamatan. Hal ini dilakukan supaya mereka tetap bisa melayani pasien-pasien di rumah sakit tanpa rasa cemas.
Beberapa waktu yang lalu, sekitar bulan April 2020, jumlah pasokan APD di rumah sakit masih sangat terbatas. Selain itu, harganya juga sangat tinggi karena stoknya yang terbatas di pasaran, khususnya pasokan masker N95. Begitu pula dengan perlengkapan seperti baju hazmat, pelindung mata (goggles), masker bedah, sarung tangan pelindung (gloves), penutup kepala (cap), pelindung sepatu (shoe cover), celemek medis (apron), gaun (gown), sarung tangan (handscoon), pelindung wajah (face shield) sampai dengan sepatu boot, yang merupakan kebutuhan wajib untuk didapatkan oleh tenaga medis. Atas masalah tersebut, berbagai elemen masyarakat berinisiatif tinggi guna menggalang dana. Mereka tergerak untuk melakukan penggalangan mulai dari cara konvensional sampai via platform daring.
Kegiatan ini biasanya diinisiasi oleh para perusahaan, komunitas, influencer sampai patungan warga. Beberapa yang sempat viral di media sosial, antara lain bantuan dari aplikasi berbagi video pendek, TikTok, yang menggelontorkan dana sumbangan sebesar Rp 100 miliar. Bantuan dari TikTok ini pun diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 guna membantu penyediaan alat medis yang dibutuhkan tenaga kesehatan di Tanah Air. Disamping itu, berdasarkan pemaparan CEO Kitabisa, Alfatih Timur, total jumlah dana yang sudah berhasil terkumpul dalam penggalangan dana bantuan Covid-19 hingga Jumat (15/5/2020) mencapai Rp 130 miliar. Kini kebutuhan jumlah APD di rumah sakit lambat laun terperpenuhi, atas inisiatif masyarakat yang luar biasa.
Kontribusi BLK
Dari sekian banyaknya bala bantuan, kita tentunya perlu berterima kasih kepada Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah berinovasi dan berkontribusi besar dalam upaya melawan pandemi Covid-19. BLK yang kita tahu sebelumnya bergerak di ranah edukasi vokasional dan pelatihan kerja, kini memanfaatkan fungsinya sebagai lembaga yang melawan Covid-19. Seperti kita ketahui, BLK beserta alumninya tercatat telah banyak berkontribusi dalam penanganan Covid-19 ini melalui berbagai cara.
Peran serta BLK antara lain yaitu telah menyediakan pelatihan tanggap Covid-19 di berbagai kota, misalnya di Bandung dan Banda Aceh. Seperti yang telah diinstruksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, bahwa BLK dan Balai Peningkatan Produktivitas (BPP) menggelar berbagai pelatihan tanggap Covid-19 sebagai upaya mitigasi dampak wabah tersebut. Beberapa program yang dikembangkan yaitu pelatihan memasak, pembuatan baju APD (hazmat), masker, pelindung wajah (face shield), hand sanitizer/cairan disinfektan, pelatihan instalasi wastafel, dan pembuatan peti COVID-19. Seperti diketahui, pelatihan tanggap Covid-19 ini telah memproduksi masker sebanyak 2.097.500 buah, faceshield 64.800 buah, hand sanitizer 136.250 liter, baju APD/Hazmet sebanyak 56.000 buah, 318.000 box nasi, wastafel COVID-19 1.584 buah, peti COVID-19 sebanyak 50 buah dan disinfektan 82.940 liter. Hasil produksi dari pelatihan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya oleh petugas rumah sakit dan puskesmas, petugas TNI/POLRI, posko penanganan Covid-19 dan BNPB, asosiasi kedokteran/tenaga kesehatan, relawan penanganan COVID-19 serta masyarakat umum lainnya.
Berbagai pelatihan di BLK tersebut tentunya dilakukan dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Upaya ini dinilai telah ikut membantu penanggulangan Covid-19 di Indonesia, melalui cara yang biasa BLK lakukan. Dalam hal ini, BLK telah berhasil melakukan refocusing terhadap program pelatihan di BLK sebagai upaya untuk mengantisipasi COVID-19 beserta dampaknya. Alhasil, BLK di masa pandemi ini telah menjelma menjadi sentra produksi masal APD. Selain memproduksi kebutuhan yang esensial tersebut, perekonomian masyarakat juga turut berdaya karena BLK memberikan insentif berupa uang saku pelatihan.
Jika kita telisik lebih dalam, peran serta BLK dalam menghadapi Covid-19 ini dilakukan secara merata oleh BLK di seluruh Indonesia. Semangat peserta training dan para alumni BLK pun patut diapresiasi. Sebagai contoh, BLK Bantul, Yogyakarta yang telah mendonasikan ribuan masker kain yang sesuai standar ke pemerintah daerah melalui PMI (Palang Merah Indonesia), Dinas Sosial Bantul dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain di Yogyakarta, setiap provinsi di Indonesia tercatat ada kegiatan BLK dalam penanggulangan Covid-19 ini.
Di Jawa Tengah, para alumni dan siswa pelatihan dari BLK Karanganyar dan BLK Kendal telah memproduksi masker kain dan APD secara masal, yang kemudian diserahkan kepada Gugus Penanganan Covid-19. Tak hanya memproduksi masker, beberapa BLK di Jawa Tengah seperti BLK Temanggung juga telah disulap sebagai tempat karantina pasien positif Covid-19.
Di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), BLK Padang memproduksi peti mati khusus jenazah pasien Covid-19. Bahkan belasan Polwan dari Polda Sumbar pun ikut dilatih menjahit masker di BLK Padang untuk membuat masker nonmedis guna membantu persediaan masker saat pandemi. Selain untuk masa pandemi, masker juga berfungsi sebagai sarana perlindungan diri dari kabut asap akibat letusan Gunung Merapi. Hal senada juga terjadi di BLK Muara Enim, Sumatera Selatan yang juga telah bekerja memproduksi ribuan masker untuk memasok logistik Satgas Gugus Tugas Covid-19.
Sedangkan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, BLKnya telah memproduksi masker untuk dibagikan secara gratis. Dari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, para alumni BLK Tapin juga telah membuat ribuan masker kain yang bertujuan untuk mengatasi kelangkaan masker di pasaran sekaligus untuk penanggulangan Covid-19. Hal serupa juga datang dari BLK Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah memproduksi masker dan handsanitizer untuk masyarakat sekitar.
Seperti diketahui, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar juga menginstruksikan untuk penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa bagi mereka yang telah kehilangan mata pencaharian. Kebijakan semacam ini juga telah diterapkan sebelumnya oleh BLK Kendari yang membagikan uang tunai dan beras bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Kita tahu, bahwa selama pandemi ini, BLK telah banyak melakukan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah. Khususnya dalam membantu tenaga medis serta turut menurunkan atau menstabilkan harga masker di pasaran.
Respon cepat tanggap dan profesionalisme BLK ini menunjukkan bahwa mereka memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan fasilitas yang mumpuni. Terbukti, bahwa BLK mampu menjadi garda terdepan dalam membantu penyelesaian wabah ini. Hal yang perlu diingat, bahwasannya BLK merupakan salah satu pahlawan pembasmi Covid-19 di Indonesia.

Senin, 11 Mei 2020

Kampung Purba 4.0


Saat masih kelas 3 SD, saya selalu mendambakan bisa berkesempatan untuk berkunjung ke Museum Purbakala Sangiran bersama keluarga. Berawal dari tayangan di televisi yang rutin mengulas dunia fauna, saya sangat tertarik dengan dunia hewan. Terlebih, saat masih kecil saya begitu menyukai makhluk purba dinosaurus ataupun benda purbakala lainnya. Memang, waktu itu menjadi arkeolog adalah sebuah impian besar saya. Hal inilah yang membuat masa kecil saya itu dipenuhi dengan petualangan mencari fosil, yang dilakukan di sekitar rumah atau pelosok desa. Kekurangan ilmu dan informasi di masa kecil tersebut membuat saya percaya bahwa di semua tempat, jika digali akan ada artefak ataupun fosil makluk purba.
Biasanya saya mencari fosil di pematang sawah, tepian sungai atau di kebun-kebun tetangga. Dan tentu saja hasilnya nihil. Namun, beberapa kali saya juga beruntung mendapatkan bongkahan atau serpihan benda yang saya yakini adalah fosil, ketika tetangga saya mengeruk pasir sungai atau wadas sebagai bahan bangunan. Saya pun senang sekali berhasil menemukan fosil kepiting, cetakan daun dan serpihan tulang hewan. Hasil termuan tersebut saya koleksi dan saya buat miniatur museum di rumah sendiri.
Melihat putranya begitu tertarik terhadap benda-benda purbakala tersebut, bapak merekomendasikan saya untuk mengunjungi Museum Purbakala Sangiran. Jika ada kesempatan, kami pun akan berencana pergi kesana. Saat itu tahun 1999. Waktu berlalu, sampai sekarang tahun 2020 saya baru sadar belum pernah berkunjung ke Museum Sangiran tersebut. Entah karena lupa atau mungkin ada prioritas yang harus didahulukan. Namun, setelah 20 tahun sejak peristiwa pencarian fosil di pekarangan rumah tersebut, saya kembali teringat akan Museum Sangiran dan mulai bernostalgia saat masa kecil penuh imajinasi.
Kini saya sudah punya seorang putra yang berusia kurang lebih 1.5 tahun. Sama seperti ayahnya waktu kecil, dia juga begitu menyukai dinosaurus: semua baju, buku dan video hiburannya adalah tentang dinosaurus. Dia pun sudah bisa mengenali berbagai macam dinosaurus, baik di buku, televisi atau di poster. Jika saya bertanya nama dinosaurus, dia sudah bisa menunjukknya dengan tepat, seperti misalnya Diplodocus, Quatzalcoatlus, Kentrosaurus, Iguanadon, Stegosaurus, Tyranosaurus, Elasmosaurus dan lain sebagainya. Dia juga sudah bisa menyebutkan (walau menyebut dengan kosakata belum sempurna) fosil dinosaurus yang saya maksud adalah jenis apa, tatkala saya menunjuk gambarnya. Jika anak saya sudah besar nanti, saya ingin mengajaknya ke Museum Purbakala Sangiran supaya dia melihat berbagai macam koleksi makhluk purba disana.
Museum Purbakala Jaman Now
Saya berharap, museum purbakala yang diinisiasi oleh paleontolog dan geolog, Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald itu di masa depan dapat semakin berkembang dan menjadikannya sebagai pusat pengetahuan biologi dunia. Tak hanya itu, kita juga perlu menyulap museum purbakala ini supaya terkesan kekinian dan memuat spiritjaman now”. Untuk itu, ada beberapa saran supaya kampung purba Sangiran ini punya magnet besar bagi para pengunjung, terutama untuk generasi alpha (lahir di antara tahun 2010 – 2024), yang cenderung mengutamakan kemutakhiran teknologi informasi.
Kelompok masyarakat inilah yang begitu gemar akan kecanggihan inovasi pada sebuah museum. Sebab, mereka lahir dan tumbuh besar dengan gawai pada genggaman. Mereka cenderung kurang menyukai hal-hal yang bersifat konvensional dan ketinggalan jaman. Untuk menyasar generasi alpha, kita perlu berinovasi dalam hal digitalisasi produk museum. Hal ini dilakukan supaya kedepannya generasi baru tersebut akan tertarik mengunjungi atau memanfaatkan produk Museum Sangiran. Nantinya mereka akan menganggap Museum Sangiran sebagai pusat pendidikan yang wajib untuk dikunjungi karena di dalamnya berisi konten informasi purbakala yang canggih.
Selama ini kita ketahui bahwa kata “museum” masih identik dengan kesan “kuno”. Terlebih bagi museum purbakala. Maka dari itu, kita perlu meng-upgrade-nya dari segi infrastruktur ataupun teknologinya. Siapa tahu, Museum Sangiran bisa berkembang hingga sebesar dan seterkenal Utah Prehistoric Museum, Museum für Naturkunde, Field Museum, Zigong Dinosaur Museum dan Iziko Museum. Karena saya yakin, koleksi di Sangiran tidak kalah lengkap dengan semua museum prasejarah internasional tersebut. Terbukti, dari semua fosil manusia purba di Indonesia menjadi pokok bahasan yang signifikan dalam buku fenomenal dan best sellerSapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia” karya Yuval Noah Harari. Harari menjelaskan bahwa fosil Manusia Jawa Purba di Museum Sangiran tersebut telah melengkapi mata rantai evolusi yang ada di dunia.
Hal yang kita bisa petik dari kecanggihan museum prasejarah internasional adalah bahwa: “koleksi boleh saja purba, namun inovasi yang ada di dalamnya turut mengikuti perkembangan teknologi dalam masyarakat dunia 4.0”.
Buku dan Video Animasi
Dalam ilmu digital marketing, konten seperti infografis dan video atau gambar bergerak merupakan elemen penting dalam efektivitas pemasaran di internet. Masyarakat “jaman now” cenderung akan mudah terpikat dengan strategi marketing jenis ini, karena mereka banyak menghabiskan waktunya berselancar di dunia maya. Maka dari itu, Museum Sangiran perlu mendalami strategi promosi ini, supaya daya jelajah pemasarannya bisa merambah ke seluruh nusantara. Jadi strategi pemasaran yang dijalankan nanti sudah tidak konvensional, serta semuanya dapat diakses melalui website resmi yang menarik tentunya. Ditambah lagi, perlu adanya optimalisasi media sosial supaya bersifat lebih interaktif dengan konten segar.
Memang, untuk membangun lingkungan kerja modern semacam ini dibutuhkan pelatihan dan pengembangan yang besar-besaran, dari segi infrastruktur sampai dengan sumber daya manusia (SDM). Ini merupakan tujuan jangka panjang bagi Museum Sangiran. Namun, ada juga pengembangan dan inovasi jangka pendek yang bisa dilakukan oleh pihak Museum Sangiran saat ini. Misalnya, pihak museum perlu melakukan inovasi terhadap media informasi dengan membuat konten buku yang di dalamnya penuh dengan animasi tentang koleksi benda purbakala di Sangiran. Animasi adalah cara yang efektif supaya suatu produk bisa disukai oleh semua kalangan, dari balita sampai orang dewasa.
Buku-buku yang berisi animasi tentang koleksi purbakala dan dikemas dalam format fabel (cerita anak-anak) misalnya, sangat penting untuk dibuat. Buku ini efektif untuk memperkenalkan sekaligus sebagai media edukasi bagi anak-anak balita. Seperti diketahui, penjualan genre buku anak-anak merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Jadi, kita perlu memanfaatkan peluang ini. Dari Museum Sangiran akan mendapatkan pemasukan dari penjualan publikasi buku anak-anak tersebut sekaligus mendapatkan promosi untuk datang ke museum.
Berdasarkan pengalaman, anak-anak cenderung menyukai hewan purba yang gagah dan sangar semacam gajah purba alias mammoth, macan purba ataupun kura-kura purba. Hewan-hewan tersebut sekiranya dapat menjadi referensi untuk membuat ide animasi di dalam publikasi buku, yang tentunya sangat potensial untuk dikomersialisasikan. Sasaran konten animasi purbakala ini nantinya dapat ditujukan untuk menarik minat anak-anak, khsusunya balita yang masih bermain di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ataupun Pra-PAUD.
Selanjutnya, konten animasi tersebut dapat dikembangkan ke dalam format video edukatif. Seperti kita ketahui bahwa kelebihan fitur media sosial saat ini adalah menyampaikan beraneka macam hiburan yang informatif dalam berbagai bentuk gambar bergerak. Tentunya, konten animasi video ini sangat efektif dalam menarik perhatian khalayak di media sosial. Masyarakat cenderung akan lebih mudah menyukai dan nyaman dalam menyerap konten video animasi koleksi benda purbakala di Museum Sangiran. Kita perlu belajar dari perusahaan hiburan dan edukasi anak-anak, Pinkfong asal Korea Selatan yang mengupas habis animasi dinosaurus menjadi sesuatu yang menyenangkan. Menjadi lagu yang berisi informasi yang mendidik. Keberhasilan video animasi Pinkfong dalam mengemas konten purbakala dapat kita petik ilmunya.
Dari semua saran yang diberikan, ada inovasi terkini yang telah dikembangkan oleh Museum Sangiran yang patut diapresiasi. Kita perlu bangga bahwa saat ini, Museum Sangiran tengah mengembangkan layanan virtual museum yang dapat diakses oleh masyarakat luar kota atau daerah manapun. Dengan mengakses virtual museum tersebut, penonton akan disajikan lokasi nyata dari segala penjuru Museum Sangiran melalui video yang dapat diarahkan sesuka hati. Masyarakat umum tentunya dapat mengaksesnya melalui situs kebudayaan.kemendikbud.go.id, website sangiran.sragenkab.go.id dan berbagai saluran video di youtube tentang Museum Purbakala Sangiran.
Lomba Mapel
Inovasi dalam dunia natural science museum seyogianya juga merambah pada aspek scientific. Lalu, apa yang bisa dilakukan?
Seperti diketahui bahwa saat ini di Kabupaten Sragen sendiri telah beberapa kali menyelenggarakan Festival Sangiran Purba yang berlokasi di Museum Sangiran. Festival tersebut menampilkan beragam budaya, seperti Campursari Dewandaru, Gamelan Kontemporer, Tari Purba, Gejlok Lesung sampai Tari Sangir. Terlaksananya acara ini tentunya perlu diapresiasi dan patut dilestarikan. Mengingat, beragam arus budaya luar akibat globalisasi, telah hilir mudik masuk ke Indonesia begitu pesatnya melalui berbagai kanal informasi. Festival Sangiran Purba ini membawa angin segar dalam solusi atas pelestarian budaya bangsa.
Setelah sukses dengan festival tersebut, ada beberapa masukan yang dapat diterapkan. Seperti kita ketahui bahwa selain sebagai pusat pelesatarian budaya nusantara, Festival Kampung Purba bisa menjadi ajang kompetisi sains bagi pelajar di seluruh Indonesia. Bahwasannya, Museum Sangiran merupakan pusat pendidikan di Indonesia, bahkan sumber yang sangat diperhitungkan dalam peta pengetahuan dunia, khususnya biologi dan arkeologi. Maka dari itu, saran dalam hal ini adalah dengan mengadakan lomba mata pelajaran (mapel) tingkat nasional yang sarat dengan unsur akademik.
Museum Sangiran nantinya dapat bekerjasama dengan Universitas dan Institusi Pendidikan yang ada jurusan Arkeologi, Geografi dan Geologi, dalam menyelenggarakan lomba mapel tersebut. Kampus tersebut juga dapat berkontribusi untuk terlaksananya acara tersebut. Konsepnya mungkin dapat dijabarkan mirip Olimpiade Sains Nasional (OSN), namun lebih banyak berisi soal tentang kepurbakalaan di nusantara beserta kebudayaannya. Lomba mapel arkeologi, geografi dan geologi ini rasanya pas untuk dikompetisikan bagi jenjang pendidikan tingkat SMA atau sederajat.
Poin penting dalan penyelenggaraan lomba mapel ini adalah untuk menunjukkan bahwa museum sangiran adalah pusat ilmu pengetahuan dunia. Tentunya, kegiatan tersebut mengamini visi “Sangiran Untuk Pendidikan” dan dari sangiran untuk ilmu pengetahuan dunia. Semoga saran sederhana ini bisa menjadi masukan yang konstruktif bagi perkembangan Museum Purbakala Sangiran, sehingga destinasi wisata edukatif ini dapat menjadi sebuah kampung purba 4.0.