Jumat, 04 Maret 2022

Menemukan Bakat dan Minat Dalam Bisnis

Jika anda ingin sukses berbisnis, maka anda perlu mengetahui potensi diri terutama minat dan bakat. Dengan mengetahui minat dan bakat dalam diri, artinya anda kedepannya akan dapat memaksimalkan potensi yang anda miliki dengan sebaik mungkin. Ada berbagai cara untuk mengatahui minat dan bakat dalam diri. Namun dalam tulisan ini, kita coba akan menggali potensi minat dan bakat dalam diri dengan metode yang sederhana.

Bakat merupakan kemampuan alami yang dimiliki oleh manusia yang umumnya lekat dengan unsur kreativitas. Sedangkan minat adalah ketertarikan diri kita kepada suatu hal. Hal yang paling mudah untuk mengetahui bakat anda adalah dengan cara menanyakannya kepada orang lain. Sedangkan untuk mengetahui minat adalah dengan bertanya kepada diri sendiri melalui metode instropeksi.

Terkait minat dan bakat dalam bisnis, setidaknya ada empat cara untuk memulai bisnis berdasarkan hal tersebut. Dengan mengikuti cara ini, setidaknya anda akan lebih mudah menemukan bisnis yang akan dijalankan. Keempat cara tersebut antara lain:

1.       Mencari bisnis yang menarik secara minat atau bakat

2.       Rekomendasi bisnis berdasarkan masukan orang lain

3.       Memulai bisnis dengan sesuatu yang anda sukai

4.       Mencari bisnis dengan sesuatu yang sedang dibutuhkan

 

Tugas!

Tulisakan apa bakat dan minat anda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bisnis apa yang akan hendak anda jalani nantinya. Jawablah dengan penuh petimbangan, karena ini nanti akan menjadi acuan anda di masa depan.

Minat Bisnis

1.       …………………………..

2.       …………………………..

3.       …………………………..

4.       …………………………..

5.       …………………………..

Bakat

1.       ……………………………

2.       ……………………………

3.       ……………………………

4.       …………………………...

5.       ……………………………

Senin, 28 Februari 2022

Punya Perusahaan Training? Sewa Kantor di Arvahub Aja!

 


Memiliki kantor yang berlokasi di kota besar seperti Jakarta adalah impian semua pengusaha di Indonesia. Termasuk saya sendiri, yang sangat mendambakan mempunyai kantor yang lokasinya di ibu kota negara tersebut. Saat ini saya sedang mengelola sebuah perusahaan training yang bernama “Swadaya Mengajar”. Swadaya Mengajar merupakan sebuah perusahaan yang memfokuskan diri untuk melaksanakan pelatihan persiapan memasuki dunia kerja bagi pelajar, mahasiswa sampai job seeker. Hal ini bertujuan supaya mereka bisa mendapatkan bekal pengetahuan dan mental ketika hendak memasuki dunia kerja ini.



Swadaya Mengajar berdiri pada Oktober tahun 2021 dan lokasi kantornya saat ini masih di Kendal, Jawa Tengah. Sebagian besar client dari Swadaya Mengajar ini adalah sekolahan dan kampus yang membutuhkan pelatihan praktikal memasuki dunia kerja bagi para siswa serta mahasiswanya. Perusahaan yang belum genap satu tahun ini, memiliki harapan besar di tahun 2022 agar bisa mewujudkan cita-citanya bersama Arvahub. Setelah saya riset di internet, perusahaan training seperti Swadaya Mengajar ini sangat cocok memiliki virtual office di Jakarta. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan sebagian besar client potensial Swadaya Mengajar berlokasi di Jakarta. Selain itu, adanya virtual office di Jakarta juga bertujuan agar branding perusahaan Swadaya Mengajar semakin berjalan efektif dan profesional di mata client.




Saya memilih Arvahub karena kredibilitasnya yang sudah tidak diragukan lagi. Arvahub merupakan penyedia virtual office terbaik di Jakarta dengan fasilitas kantor yang sungguh sangat lengkap. Dengan lokasi kantor di Tebetdan Menteng, Arvahub tentunya sangat cocok dengan visi perusahaan saya yang ingin lebih mudah dikenali dan mudah bertemu dengan client potensial di ibu kota. Tidak hanya itu, sarana dan prasarana yang disediakan oleh Arvahub juga sangat mendukung bisnis training & development dari Swadaya Mengajar.



Arvahub menyediakan berbagai layanan perkantoran yang akan mendukung operasionalisasi perusahaan anda, seperti resepsionis yang ramah dan dapat membantu menerima dokumen yang masuk. Selanjutnya ada juga layanan penerimaan surat dan paket yang sangat bermanfaat bagi jalannya perusahaan anda. Tidak hanya itu, perusahaan training seperti Swadaya Mengajar tentu akan sangat terbantu dengan adanya ruang meeting yang profesional dengan fasilitas penunjang yang lengkap. Di dalam ruang meeting tersebut juga tersedia kopi, teh, air mineral serta wifi yang cepat, secara gratis.


Jadi saya tentu akan merekomendasikan Arvahub sebagai penyedia layanan virtual offlice terbaik di Jakarta ini kepada kawan-kawan entrepreneur. Terlebih, apabila anda juga mempunyai perusahaan training seperti Swadaya Mengajar ini. Seperti diketahui, virtual office sangat cocok bagi startup atau UMKM seperti Swadaya Mengajar ini agar dapat berhemat dari pengeluaran sewa kantor. Tidak hanya itu, dengan menyewa virtual office di Arvahub, maka otomatis saya akan meningkatkan citra brand perusahaan Swadaya Mengajar ini.

Tidak hanya itu, Arvahub juga menyediakan layanan pembuatan PT & CV dengan berbagai kebutuhan, mulai dari akta hingga pengurusan perizinan khusus lainnya dengan cepat dan tepat. Artinya, dengan Arvahub, semua proses legalitas perusahaan dan lokasi perkantoranya dapat tersedia di sini. Paket layanan Arvahub memang sangat lengkap dan sangat direkomendasikan bagi pengusaha baru yang sedang membangun bisnisnya. Sebagai perusahaan baru, Swadaya Mengajar berharap di tahun 2022 ini dapat bermitra dengan Arvahub sehingga bisa mendapatkan layanan legalitas usaha dengan virtual officenya. Semoga kolaborasi ini dapat terjadi antara Swadaya Mengajar dengan Arvahub.

Saya saat ini membayangkan bisa memakai layanan Arvahub di tahun 2022 ini. Betapa cepatnya progres Swadaya Mengajar di tahun ini, jika sudah memiliki badan hukum PT dan virtual office di Jakarta Pusat.  Saya pun juga sudah mempersiapkan nama PT yang keren untuk ini, yaitu PT. Swadaya Madani Inspirasi, yang siapa tahu bisa terealisasikan di tahun ini. Luar biasa mantap.

So, apabila anda memiliki usaha di bidang training, maka pilihlah Arvahub sebagai konsultan bisnis anda. Bisnis anda dijamin akan semakin berkembang pesat berkat layanan virtual office terbaik dan layanan pembuatan legalitas usaha yang terpercaya. Sukses terus untuk Arvahub!

Minggu, 20 Februari 2022

Resign dan Niat Berbisnis

 

Resign atau keluar dari pekerjaan lama selalu menjadi momen yang sakral bagi para pekerja atau karyawan. Ada perasaan haru, sedih, senang, lega bahkan bingung, semuanya melebur menjadi satu. Resign merupakan tahapan untuk memasuki dunia kerja yang baru. Secara umum, kehidupan setelah resign terbagi menjadi dua tujuan besar.

Pertama, karyawan akan kembali memulai bekerja di tempat baru. Biasanya karyawan tersebut resign karena ada tawaran gaji atau jabatan yang lebih tinggi di kantor barunya. Bisa jadi, karyawan tersebut juga tidak betah dengan pekerjaan lamanya, sehingga dia mengadu nasib pada pekerjaan barunya tersebut. Harapannya, si karyawan akan mendapatkan pekerjaan yang ideal sesuai dengan keinginannya. Selain itu juga karyawan tersebut berharap dapat meningkatkan taraf hidupnya.

Kedua, karyawan akan melepaskan statusnya sebagai pekerja. Pada tujuan resign yang ini, karyawan biasanya akan memulai berwirausaha atau berbisnis. Ada berbagai alasan yang tentunya membuat si karyawan tersebut memulai berbisnis. Bisa jadi, karyawan tersebut bosan, tidak dapat berkembang pada pekerjaan lamanya sampai pada mencari tantangan baru di dunia entrepreneur. Pada buku ini, bahasan akan lebih dielaborasikan kepada tujuan resign karyawan untuk memulai bisnis tersebut.

Buku ini akan memberikan tips bagaimana membangun bisnis dalam waktu tujuh minggu menjelang resign. Mengapa tujuh minggu? Karena berdasarkan riset, kita tidak dapat resign dalam hitungan hari saja. Secara umum aturan perusahaan menyebutkan bahwa karyawan baru bisa resign dari kantor setelah menyerahkan surat resign tercatat minimal sebulan. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat bersiap diri untuk mencari pengganti karyawan tersebut. Istilah ini dikenal sebagai one month notice.

Lalu, tiga minggu sebelum mengajukan surat resign adalah waktu yang tepat untuk berkontemplasi untuk merencanakan keputusan besar ini. Tentunya, kita harus memikirkan berbagai aspek untuk mengambil keputusan cabut dari kantor ini. Terlebih, bagi kita yang sudah hidup berkeluarga. Tentu kita harus benar-benar masak memikirkan bagaimana nasib keluarga kita nantinya apabila kita sudah tidak memiliki penghasilan tetap.

Minggu Pertama

Minggu pertama setelah anda berkeinginan untuk resign adalah menguatkan mental diri. Resign adalah keputusan yang berdampak besar terhadap keadaan finansial anda. Terlebih saat anda resign bukan untuk mendapatkan pekerjaan baru, melainkan resign untuk memulai bisnis. Maka dari itu keptusan tersebut harus benar-benar didasari oleh mental yang kuat. Apabila saat ini ketika anda bekerja sudah mempunyai side hustle atau bisnis yang sednag dijalankan, tentu resign bukan perkara yang membingungkan. Lantas, apabila saat ini anda sedang dalam mencari inspirasi berbisnis dan berkeinginan untuk total berwirausaha, maka saran-saran dalam buku ini sangat cocok untuk diikuti.

Ketika anda hendak resign dan berkeinginan untuk memulai bisnis, maka ada perlu berkompromi pada dua hal. Pertama, anda harus meneguhkan mental diri dengan niat 100% untuk resign dan menjalani karir sebagai entrepreneur. Tidak lupa, anda perlu mendekatkan diri kepada yang maha kuasa agar diberikan jalan terbaik dalam hidup ini. Bagi yang beragama muslim, dapat menunaikan Salat Istikharah. Setelah itu, anda juga harus mulai menerapkan mindset be-do-have. Artinya, dengan niat 100% untuk berbisnis, maka jalan seterjal apapun anntinya akan anda lalui. Banyak fase-fase yang tentu saja tidak nyaman yang pasti akan anda lewati. Godaan untuk kembali ke sektor formal pun biasanya menjadi faktor penyebab lunturnya niat yang 100% di awal.

Kedua, anda harus benar-benar meyakinkan keluarga anda atas keputusan ini. Yakinkanlah bahwasannya anda harus memutuskan untuk memulai berbisnis pasca resign tersebut. Mintalah restu kepada orang tua, istri dan anak atas keputusan anda ini. Hal ini dilakukan supaya anda terus mendapatkan support dari mereka semua untuk istiqomah dalam berbisnis nantinya.

Saat anda sudah niat 100% untuk resign dan berbisnis, anda selanjutnya perlu menceritakan tentang niat anda tersebut ke keluarga. Ajaklah mereka ngobrol tentang apa yang aka nada laukan kedepannya setelah resign. Anda bisa memberikan pemahaman tentang sisi positif dan negatifnya ketika anda resign dan memulai bisnis, kepada pasangan, orang tua dan anak-anak. Berdiskusilah dalam keadaan suasana yang santai agar rencana anda tersebut dapat tersampaikan dengan baik.

Misalnya saja, berikan argumentasi dan pertimbangan mengapa anda perlu resign dan memulai bisnis:

No

Karyawan

Wirausaha

1

Berpengasilan tetap

Penghasilan fluktuatif

2

Jenjang karir ada batasnya

Beresiko tapi sangat prospektif

3

Waktu keluarga kurang

Waktu untuk keluarga banyak

4

Cenderung aman

Penuh tantangan

Berikanlah pertimbangan-pertimbangan yang logis ke keluarga anda supaya kedepannya pilihan anda ini dapat terus didukung. Anda tentu dapat menambahkan alasan dan argumen untuk mendukung keputusan anda tersebut supaya diizinkan untuk resign dan membangun usaha. Niat diri dan keluarga adalah langkah awal yang harus dikuatkan sebelum berpindah ke tahapan selanjutnya.

Di minggu pertama setelah anda niat akan resign, maka yang harus dikuatkan adalah niat. Maka dari itu, proses meluruskan niat adalah kunci utamanya. Bahkan dalam ibadah wajib pun, hal pertama yang harus dipikirkan dan diucapkan adalah niat. Niat adalah pembuka dan awalan dari setiap aktivitas manusia di dunia ini. Sekali lagi, niat berbisnis bukanlah untuk bermegah-megahan nantinya. Kita perlu meluruskan niat dalam berbisnis itu untuk mendapatka ridha Allah SWT.

Dari Umar bin Khathab, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيِهِ

“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dan sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang dia harapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu ke arah yang ditujunya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari.

Jadi, dengan meluruskan niat untuk mendapatkan ridha ilahi, maka setiap proses bisnis yang akan dimulai dan dijalani akan penuh dengan kenikmatan.

Sabtu, 29 Januari 2022

Menulis Perdamaian di Tengah Pandemi

 


Buku ini merupakan buah kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia, Duta Damai Dunia Maya Jawa Tengah, Penerbit Metafora Pustaka dan para penulis.

Cetakan pertama, Desember 2021.


Kamis, 30 Desember 2021

Pesona Tanaman Bonsai Khas Indonesia


Saat ini pengaruh seni tradisional hortikultura bonsai sudah menyebar sampai ke pelosok desa di Indonesia. Bonsai juga merupakan warisan kuno seni botani yang terus bertahan sampai sekarang. Bonsai tidak hanya digemari oleh orang kalangan elite saja, melainkan juga pada kalangan masyarakat ekonomi biasa saja pun dapat menikmatinya. Berdirinya komunitas Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dengan sebaran cabangnya yang ada di mana-mana, menandakan bahwa budaya bonsai sudah terpenetrasi lebih luas di masyarakat Indonesia. Sejauh ini, kiblat seni bonsai di Indonesia sangat terpengaruh oleh gaya tradisi Jepang dan Cina. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri, karena pada dasarnya akar seni bonsai berasal dari wilayah Asia Timur. Sehingga sampai sekarang ini, proses akulturasi kebudayaan bonsai di ranah lokal masih begitu terasa nuansa asalnya.

Hobi bonsai ini terbilang unik secara pengejawantahannya. Siapa pun bisa mengkreasikan imajinasinya ke dalam tanaman dalam pot dangkal tersebut. Meskipun secara falsafah, bonsai yang baik memiliki aturan-aturan secara kultural tersendiri, namun ternyata implementasi di suatu wilayah terkadang begitu kontekstual menyesuaikan kondisi rasam masyarakatnya. Ada yang sangat patuh terhadap kanun perbonsaian. Ada pula yang berpikir out of the box dalam merancang serta memelihara bonsainya. Keduanya aliran menjadi sebuah dinamika yang harus terus tumbuh di jagat perbonsaian. Intinya, harus ada kelindan antara pendekatan hortikultura dengan dimensi estetika.

Di Indonesia, kontekstualisasi kultur bonsai terlihat dari bibit tanaman yang digunakannya. Bila di dunia internasional, bonsai seringkali didominasi oleh tanaman pohon pinus dan cemara, di Indonesia tanaman khasnya justru akan sangat memperkaya khasanah perbonsaian. Pendaman lokal yang khas Indonesia ternyata berjumlah banyak serta sangat pas apabila dijadikan sebagai bahan bonsai. Bila dianalisa, ada empat jenis tanaman Indonesia yang acap kali dijadikan bonsai oleh masyarakat di Indonesia.

1.       Asam Jawa

Tamarindus indica atau sering disebut asam jawa (asem jawa menurut dialek lokal) adalah tanaman bonsai khas Indonesia yang paling populer dengan prospek harga jual fantastis. Alasan penghobi memilih asam jawa karena secara morfologi, tanaman ini yang paling ideal untuk dijadikan bonsai. Daunnya kecil dan dapat lebih kecil lagi ketika sudah berada pada media pot. Berbatang keras dengan tekstur kulitnya yang terkesan tua serta angker. Atmosfer kelokalan bonsai asam jawa sangat begitu terasa. Bila kita memandangi bonsai asam jawa di dalam pot tentu akan menemui kemiripan dengan yang aslinya di alam bebas.

Tidak hanya itu, bonsai tanaman tropis ini juga dapat dikonstruksikan layaknya cemara ataupun pohon-pohon subtropis lainnya. Jadi, kita bisa mengatur gerakan perantingan bonsai asam jawa sesuai dengan keinginan. Baik itu akan disesuaikan dengan gaya perbonsaian klasik, ataupun sesuai fantasi pemilik sendiri. Semakin tua usia bonsai asam jawa, biasanya akan sudah dapat berbuah di dalam pot. Hal ini tentu saja menjadi nilai plus dalam unsur estetika bonsai asam jawa tersebut.

Untuk membuat bahan bonsai dari tanaman asam jawa, biasanya masyarakat mempraktikkan tiga macam teknik. Pertama, cangkok atau stek. Teknik ini yang paling mudah dilakukan untuk membuat bonsai asam jawa dan terkesan cenderung instan dibandingkan lagam lainnya. Cara ini dinilai sangat cocok bagi orang yang ingin lekas mendapatkan bentuk pokok kayu bonsai yang kokoh dengan ranting yang sudah rimbun. Kedua adalah teknik grounding, yaitu dengan cara menanam bahan bonsai ke dalam tanah lapang. Trik ini dilakukan supaya batang bonsai dapat cepat membesar secara natural (tanpa pengkerdilan dari kecil) karena nutrisi di tanah lapang yang jauh lebih melimpah. Terkadang penghobi juga ikut memendam pot atau polibagnya sekaligus agar ketika sewaktu-waktu diangkat, akar bonsainya tidak terlalu berjibun menjalar kemana-mana. Ketiga, mulai program dari biji. Teknik ini dilakukan oleh pebonsai yang sabar dan ingin menghasilkan bonsai yang sesuai dengan program serta kaidah kebutuhannya.

Apapun teknik yang diterapkan, hasil akhir bonsai asam jawa yang sudah jadi memang begitu menawan. Nuansa natural tanaman berdaun lebat khas daerah dengan curah hujan tinggi memang menjadi magnet tersendiri. Tak heran, bonsai asam jawa sering menjuarai kontes. Keunikan Indonesia dalam khasanah perbonsaian ini terletak pada keeksotisan floranya yang elok.  

2.       Serut

Serut atau Streblus asper adalah tanaman berbatang keras, tumbuh liar dan sering dijumpai di kebun (kebon) warga. Di desa-desa, kita masih sering menemui pohon serut, terutama di pagar perbatasan tanah antar kebun. Selain di kebun, serut juga tumbuh subur di hutan kawasan Indonesia, Kamboja, Thailand, India, Sri Lanka, Malaysia dan Vietnam. Pada habitat liarnya, nilai ekonomi dari pohon serut cenderung kurang berharga. Namun, apabila tanaman ini sudah diprogram sedemikian rupa untuk bonsai, harganya bisa melambung tinggi. Serunya memiliki hobi bonsai ini salah satunya ialah bahwa tanaman kerdil ini bisa menjadi sarana investasi. Karena semakin tua tanaman, harganya akan melambung tinggi.

Serut ini merupakan tanaman khas Indonesia yang terkenal sekali soal keangkerannya. “Kalau malam-malam lewat kebon, jangan dekati pohon serut itu ya” adalah ungkapan yang sering dilontarkan oleh orang-orang di pedesaan pada zaman dulu. Banyak cerita rakyat beredar yang mengaitkan serut dengan adanya penunggu makhluk astral di sekitarnya. Namun itu sendiri merupakan mitos dan legenda. Terlepas itu semua, serut adalah bahan bonsai yang sangat cantik dan elegan. Tak hanya sebagai bahan bonsai saja, serut juga sering digunakan sebagai tanaman dekorasi untuk taman.

Batang serut tampak keras nan kokoh. Hal ini menambah sensasi citra naturalnya apabila sudah dipindahkan ke dalam pot bonsai. Ditambah lagi, daun serut yang sudah dibonsai biasanya akan mengecil secara alamiah, dengan ukuran setengah dari bentuk aslinya di alam liar. Bonsai serut juga termasuk gampang dalam perawatannya. Tanaman ini tahan pada kondisi media tanam kering, meskipun begitu jangan sampai tidak disiram sama sekali. Serut juga merupakan tanaman yang sangat mudah sekali untuk dibentuk-bentuk sesuai dengan pretensi penghobinya.

Untuk bahan bonsai serut ini, biasanya bisa didapatkan dengan cara stek dan dongkelan di alam liarnya. Kita bisa lihat, misalnya di kanal Youtube banyaknya penghobi yang mendongkel akar atau memotong batang serut dari alam, hutan atau habitatnya. Cara ini yang paling efisien untuk mendapatkan bahan bonsai serut, karena jarang sekali penghobi yang memprogramnya dari biji. Selain itu, saat ini kita tidak perlu repot-repot ke hutan ataupun kebon untuk berburu bahan bonsai serut. Cukup melalui pemesanan di marketplace saja, kita sudah banyak mendapatkan referensi serta opsi aneka bahan bonsai serut yang dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

3.       Kelapa

Indonesia merupakan salah satu negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia. Salah satu ciri dari ekosistem maritim adalah banyaknya tumbuhan bergenus cocos alias kelapa di sepanjang garis pantai. Secara kultural tanaman bonsai identik dengan tumbuhan dikotil berbatang kambium. Namun di Indonesia, kreasi masyarakat yang hidup di daerah tropis menjadikan tanaman kelapa sebagai bonsai bonsai yang indah serta potensial. Kelapa yang tumbuh subur di bumi nusantara ini adalah potret keeksotisan yang tiada duanya. Bisa dibilang kelapa merupakan salah satu ciri khas flora di negara maritim tercinta ini. Mungkin saja, kuantitas budidaya bonsai kelapa di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Bonsai kelapa terbilang paling sulit perawatannya dibandingkan tanaman lainnya. Misalnya, batang bonsai retak saja akan menimbulkan kematian pada tanaman. Tidak hanya itu, akar yang terpangkas dan adanya serangan hama kumbang saja akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Dapat dikatakan kelapa jauh lebih ringkih dan rentan dibandingkan bahan bonsai lainnya. Namun dari segi artistik, pesonanya tiada duanya. Apabila kita merawatnya dengan sabar dan telaten, maka kita akan mendapatkan tampilan visualnya yang elok.

Secara teknik, bonsai kelapa hanya bisa ditumbuhkan dengan biji atau buah kelapa yang sudah tua saja. Sudah jelas, bonsai kelapa ini tidak bisa distek ataupun dicangkok. Kalaupun dibudidayakan dengan teknik grounding, resiko untuk batang retak ataupun akar yang kurang tercabut akan mengakibatkan kematian terhadap tanaman. Jadi memang yang paling aman adalah pembibitan bonsai dengan menggunakan buahnya. Biasanya penghobi akan membudidayakan lebih dari satu bonsai kelapa di rumahnya. Hal ini dikarenakan membudidayakan bonsai kelapa ini cukup membuat ketagihan. Satu tanaman bonsai kelapa saja rasanya tidak cukup.

4.       Beringin

Beringin tumbuh subur di kawasan Asia dan Australia. Tanaman bergenus ficus ini merupakan bahan bonsai yang paling mudah didapatkan di Indonesia. Kita bisa menemui beringin, mulai dari tembok bangunan, tebing batu sampai sekitar daerah aliran sungai. Perawatannya pun tergolong paling mudah. Tanaman ini sangat tahan banting, baik itu di kondisi berair ataupun kering. Sehingga, bagi para pebonsai pemula, tanaman beringin ini bisa menjadi pilihan terbaik untuk belajar membuat bonsai.

Anda pernah melihat bangunan keajaiban dunia, Angkor Wat di Kamboja? Situs bersejarah tersebut kondisinya saat ini tengah terlilit pohon beringin tua yang membuatnya terlihat sangat indah sekaligus kuno. Bahkan, tak jarang penghobi yang mengambil tema Angkor Wat itu sebagai sumber inspirasi dalam konsep bonsai beringinnya. Hal ini dikarenakan, beringin mempunyai akar gantung dan jalar yang bisa dibentuk-bentuk sesuka hati. Jadi, tak jarang apabila bonsai beringin seringkali dililitkan pada miniatur bangunan, candi ataupun bongkahan batu.

Kepopuleran bonsai beringin hampir menyamai pesona asam jawa. Dari segi batang, bonsai beringin lebih cepat terbentuk struktur kokoh nan kunonya. Keangkerannya juga tampak di sekujur batang beserta akar gantungnya yang terkesan mistis. Namun kekurangan dari bonsai beringin ada di daun yang sulit untuk dikerdilkan. Sehingga saat dijadikan bonsai, tanaman cenderung kurang natural seperti di alam liar. Meskipun begitu, dari segi struktur batang beringinlah juaranya. Tanaman ini begitu gagah dan sangat pas untuk berada di pot. Biasanya saat di acara kontes, bonsai beringin digunduli daunnya sehingga hanya menampakkan sisi gahar dari pohonnya. Seringkali, pemenang dari kontes bonsai ini adalah dari pohon beringin.

Sebenarnya masih banyak lagi tanaman khas Indonesia yang lumrah dijadikan bonsai. Misalnya saja waru, sisir, wahong sampai kawista. Namun, menurut pengamatan, keempat bonsai yang telah dielaborasikan di ataslah yang paling populer dan pengaruhnya signifikan di kancah perbonsaian lokal. Dari keempat tanaman bonsai khas Indonesia tersebut, manakah yang menjadi favorit anda?

Minggu, 28 November 2021

Krusialitas Kurikulum Media Sosial di Sekolah

 

Sumber: freepik.com

Media sosial (medsos) pada zaman sekarang ini telah memegang peranan yang amat penting dalam menciptakan integrasi bangsa. Pemanfaatan medsos yang positif akan menjadi obat mujarab untuk meredam konflik sosial yang dapat memecah belah kesatuan bangsa. Berdasarkan data riset dari perusahaan media asal Inggris, We Are Social, jumlah penduduk Indonesia per Januari 2021 adalah 274,9 juta. Sedangkan jumlah pengguna medsos aktifnya sebanyak 170 juta orang atau sekitar 61,8% dari jumlah total populasi di Indonesia. Artinya, kita harus benar-benar waspada terhadap potensi konflik yang tercipta akibat penggunaan medsos secara negatif. Ini adalah sebuah pekerjaan besar untuk bangsa Indonesia agar kita senantiasa dapat terus utuh dan terhindar dari ancaman disintegrasi.

Untuk menekan potensi konflik yang tak berujung di medsos, tentunya masyarakat Indonesia harus sudah membudayakan toleransi di jagat maya. Masyarakat Indonesia ini terbilang unik. Di kehidupan nyata, masyarakat Indonesia terkenal dengan keramahannya, murah senyum dan cenderung mudah menerima orang lain. Namun, di medsos, masyarakat kita menjadi agresif, barbar dan tak jarang melakukan konflik yang berkaitan dengan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Bahkan beberapa riset dari luar negeri pun menyebut bahwa netizen Indonesia di medsos adalah yang paling tidak sopan di sedunia. Hal ini tentunya akan menimbulkan tanda tanya besar bagi kita semua. Mengapa ada perbedaan sifat masyarakat Indonesia saat di dunia nyata dan saat di platform medsos?

Jawaban yang paling mendekati kebenarannya adalah bahwa internalisasi nilai sopan santun dan toleransi, sampai saat ini belum sampai ke ranah medsos. Artinya, kita selama ini tidak pernah atau cenderung minim diajari secara kultural untuk toleran di medsos. Bila di kehidupan nyata, kita sering dinasehati dan diedukasi oleh orang sekitar, maka di dunia maya—yang merupakan kultur teknologi informasi baru khas era pasca milenium, kita belum mempunyai instrumen nilai yang baku sebagai bahan acuannya. Norma yang terbentuk di medsos belum sekuat dan serigid dengan apa yang ada di dunia nyata. Medsos adalah dunia baru dengan sengkarut aturan rimba belantara beserta percakapan yang terlampau liar. Lalu apakah kita terlambat mengatasi ancaman disintegrasi bangsa ini? Tentu saja tidak.

Kita masih punya kans besar untuk memutus mata rantai permasalahan yang diakibatkan oleh pemanfaatan medsos yang tidak bertanggung jawab tersebut. Maka dari itu, kita perlu menyasar untuk melakukan pemberadaban medsos yang baik bagi generasi muda. Mereka adalah tunas muda yang harus kita lindungi dari kekalutan yang pernah orang dewasa lakukan di generasi awal munculnya medsos ini. Jadi, tentunya masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya tersebut. Maka dari itu, kita memerlukan peranti untuk membudayakan toleransi dalam bermedsos, yakni melalui sebuah kurikulum di sekolah formal. Dengan hadirnya kurikulum bermedsos ini, maka pembudayaan toleransi dalam bermedsos akan mulai dapat mengemuka di masyarakat, khususnya pada generasi muda.

Seperti kita ketahui, evolusi penggunaan medsos selama ini telah berubah dan berkembang. Dulu medsos digunakan sebagai ajang mencari teman baru, namun sekarang telah menjadi arena pertempuran, misalnya pada saat tahun-tahun politik. Berbagai macam warita bohong alias hoax dan hasutan adu domba bertebaran di mana-mana. Adanya perseteruan antar golongan yang memainkan isu SARA di medsos merupakan sesuatu hal yang tidak boleh dibenarkan. Maka dari itu, pentingnya kurikulum medsos di maktab adalah sungguh mendesak untuk meredam konflik yang memainkan isu SARA yang ada di internet. Krusialitas adanya kurikulum ini merupakan sebuah keniscayaan bagi generasi muda.

Tidak hanya pada tarikh politik saja medsos memanas. Setelah dihadapkan dengan tahun politik yang penuh polemik tersebut, medsos kembali dihebohkan dengan persoalan pandemi Covid-19 yang menjadi area pertempuran narasi baru. Berita kibul soal pandemi dan konspirasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut telah membuat pemerintah kewalahan. Padahal, jika kita semuanya sebagai masyarakat bisa patuh, tertib dan saling bekerja sama untuk menyelesaikan pandemi ini bersama-sama, maka pagebluk ini akan lebih cepat berakhir. Rentetan berita dan informasi hoax tersebutlah yang membuat kita kesulitan keluar dari masa-masa krisis seperti saat pandemi tersebut.

Di tengah pandemi dan krisis, kita sebagai generasi muda haruslah menyebarkan pesan yang positif kepada publik. Pesan narasi yang sejuk serta damai adalah oase di tengah ketakutan dan kekhawatiran masyarakat. Petuah perdamian dan upaya menghindari friksi SARA adalah sesuatu upaya yang harus selalu disebarkan. Dengan begini, faktor-faktor yang menyebabkan disintegrasi bangsa juga akan memudar.

Sekali lagi, etika bermedsos sudah dapat dikatakan sebagai cara sopan santun di era teknologi informasi. Dulu, orang tua kita selalu mengajarkan sopan santun dan tata krama di kehidupan nyata. Namun, kini sejak adanya dunia maya, yang juga merupakan bagian dari dunia nyata dengan akses jangkauan tidak terbatas, maka sopan santun di medsos perlu diajarkan. Etika bermedsos akan menjadi pengingat bahwa kita ini adalah bangsa yang beragam, sehingga apapun ucapan kita jangan sampai memecah belah keberagaman di dalamnya. Kita butuh lebih banyak anak muda yang berani bersuara untuk menyebarkan pesan perdamaian di Indonesia. Lalu, apakah kita semua sudah menyampaikan pesan perdamaian hari ini?

#SuperBercerita