Sabtu, 18 Maret 2023

Memaksimalkan Potensi KIPP untuk Mencapai SDGs

Latar Belakang

Insan pelayanan publik di Indonesia patut berbangga hati karena telah melahirkan banyak terobosan pada sepuluh tahun terakhir ini. Sejak tahun 2014, pelayanan publik di Indonesia menjadi lebih inovatif dan berdampak luas bagi kemaslahatan masyarakat. Hal ini dikarenakan adanya sebuah program yang bernama Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) atas inisiatif dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Program KIPP ini merupakan sebuah terobosan terbaik dalam hal pelayanan publik, karena dengan adanya gelaran ini, maka Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD di Indonesia dituntut terus untuk bertransformasi menjadi lebih inovatif.

Eksistensi KIPP ini terbukti telah menginspirasi berbagai Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD untuk terus menggenjot budaya inovasi di lingkungannya. Berbagai inovasi pelayanan publik terbaik dalam negeri telah lahir dari gelaran KIPP ini. KIPP perlu diapresiasi oleh masyarakat luas karena ini merupakan bukti bahwa pemerintah terus berupaya menjadikan birokrasi menjadi lebih modern dan mudah diakses oleh semua orang. Tentunya, KIPP ini memiliki visi yang sejalan dengan fungsi Ombudsman dalam hal monitoring penyelenggaraan pelayanan publik. Ombudsman yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara, akan mendapatkan banyak ide dari adanya inovasi dari KIPP ini.

Dapat dikatakan, ide inovasi yang ada dalam KIPP tersebut dapat diimplementasikan oleh Ombudsman untuk menciptakan pengawasan publik yang lebih komprehensif sesuai dengan perkembangan zaman. Apabila Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD terus melakukan improvisasi, maka sebagai fungsi yang melakukan pengawasan yaitu Ombudsman, juga harus terpacu untuk memberikan inovasi kontrol yang terbaik.

Seperti diketahui, sampai pada bulan Februari ini, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyiapkan 10 inovasi pelayanan publik untuk dilatih dan dikembangkan guna mengikuti KIPP 2023. Persiapan 10 inovasi dari Ombudsman NTT ini meliputi pelatihan penulisan proposal dan membuat video program yang semenarik mungkin. Melihat antusiasme yang besar dari Ombudsman NTT ini mengisyaratkan bahwa Ombudsman sangat mengapresiasi program KIPP ini.

Setiap tahunnya, KIPP ini telah menelurkan Top 45 Inovasi terbaik di Indonesia yang sangat aplikatif untuk diterapkan di berbagai instansi lainnya. Harapannya, inovasi-inovasi terbaik yang masuk ke dalam Top 45 tersebut dapat direplikasi dan diterapkan di instansi lainnya agar pelayanan publik menjadi terstandarisasi. Sehingga, di seluruh instansi di Indonesia nantinya akan mengalami peremajaan layanan publik agar lebih modern dan berdampak bagi masyarakat luas.

Bagi inovasi terbaik yang masuk ke dalam Top 45, maka akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kompetisi pelayanan publik di tingkat dunia. Kompetisi tingkat dunia ini diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan gelaran yang bernama United Nations Public Service Awards (UNPSA). Apabila Indonesia berhasil memenangkan kompetisi di tingkat dunia ini, maka hal tersebut akan menjadi suatu kebanggan yang luar biasa. Tidak hanya itu, para pemenang dari Pemerintah Daerah yang masuk ke dalam Top 45 juga akan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID), yang dapat digunakan untuk replikasi dan pengembangan inovasi.

Kehadiran KIPP ini juga merupakan cara paling efektif untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Sebab, elemen terpenting dalam penyusunan proposal inovasi dalam KIPP adalah hubungannya yang erat dengan target SDGs. Jadi, dapat dikatakan bahwa target KIPP dan SDGs begitu relevan dan sejalan. Dengan program KIPP, maka Indonesia dapat berkontribusi dari aspek pelayanan publiknya untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

Dampak positif dari adanya KIPP ini membuat beberapa daerah di Indonesia juga mengadopsi program yang serupa. Misalnya saja, pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Dua tahun terakhir ini, Pemprov Jateng juga mengadakan program serupa yang diberi nama Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) yang diselenggarakan ketika KIPP tahunan sudah usai. Dapat dikatakan, JIPP ini diselenggarakan untuk mengakomodir inovasi pelayanan publik dari Jawa Tengah yang tidak masuk ke dalam Top 45 nasional. Hal ini merupakan sebuah langkah yang bagus karena terkadang inovasi yang tidak menang di tingkat nasional tersebut, justru sangat bermanfaat di tingkat daerah. Maka dari itu, langkah yang dilakukan Pemprov Jateng melalui JIPP ini perlu diapresiasi karena telah berkenan menampung inovasi terbaik di daerah dan dikembangkan kembali agar lebih berdampak bagi masyarakat luas.

Permasalahan

Melihat program KIPP ini mengingatkan kita kepada program Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) di Jawa Tengah. Diketahui, bahwa program Krenova diadakan oleh Pemprov Jateng sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Konsep program ini adalah menyaring inovasi dari masyarakat umum yang berhubungan dengan improvisasi produk, temuan baru dan pengembangan IPTEK. Krenova ini sangat dinanti-nanti oleh masyarakat Jateng karena melalui program inilah mereka dapat mengekspresikan inovasinya di kategori-kategori seperti pertanian, pangan, kelautan, rekayasa teknologi hingga kriya. Sedangkan Krenova ini dimulai seleksinya dari tingkat kabupaten/kota, kemudian lima besar di tiap kabupaten/kota akan melaju ke tingkat provinsi.

Bagi peserta yang memasuki 5 besar di tiap kabupaten/kota, maka akan mendapatkan berbagai macam pelatihan pengembangan inovasi. Mulai dari pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pelatihan keuangan dasar, sampai digital marketing. Tentu saja, bagi peserta yang terbaik di tingkat kabupaten/kota juga akan mendapatkan uang apresiasi dari pemerintah. Selain itu, inovasi-inovasi terbaik di tiap kabupaten/kota juga akan masuk ke dalam katalog inovasi khusus di Bappeda Jawa Tengah. Jadi, semua informasi inovasi dan temuan masyarakat akan terdata dengan baik.

Krenova secara kultural telah menggeliatkan budaya inovasi dalam masyarakat. Namun, setelah penyerahan hadiah kepada para inovator, program ini tidak ada tindak lanjut dan evaluasi kepada inovasi-inovasi yang berhasil memenangkan kontestasi tersebut. Maka dari itu, dari pihak penyelenggara juga perlu melakukan evaluasi bagaimana perkembangan inovasi yang telah dihasilkan oleh masyarakat tersebut. Evaluasi tersebut meliputi, apakah inovasinya mengalami keberlanjutan, memiliki potensi pasar dan memiliki dampak yang benar-benar nyata kepada masyarakat. Karena kita tahu, bahwa inovasi yang baik adalah inovasi yang terus mengalami keberlanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan.

Berkaca dari fenomena Krenova tersebut, harapannya KIPP tidak mengalami hal yang serupa. KIPP cenderung lebih bisa bertahan lama karena ini adalah inovasi yang dihasilkan oleh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD, dan bukan dari perseorangan. Sehingga, risiko ketidakberlanjutannya cenderung rendah. Namun, yang perlu diantisipasi adalah bahwa Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD yang berpartisipasi mengirimkan inovasi KIPP tersebut hanya untuk sekedar formalitas saja. Karena kita tahu bahwa beberapa instansi merasa terpaksa karena adanya permintaan atasan untuk berinovasi. Maka dari itu, dari pimpinan instansi perlu meyakinkan ke timnya bahwa inovasi pelayanan publik adalah kunci keberlangsungan business process dalam sebuah organisasi. Inovasi harus menjadi budaya di manapun berada dan oleh siapapun, bagi yang menginginkan kemajuan.

Selain itu, hasil inovasi pelayanan dari KIPP juga masih sedikit yang berhasil juara di tingkat dunia. Hal ini perlu menjadi bahan perenungan dan evaluasi, apakah saat ini pelayanan publik di Indonesia sudah bertransformasi untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks atau tidak. Sebab, ketika sudah di kancah dunia, yang dilihat adalah dampak yang begitu besar dalam upaya menuju target SDGs. Maka dari itu, pemerintah perlu memaksimalkan kembali inovasi hasil dari KIPP agar mampu mencapai target SDGs.

Selanjutnya, pada KIPP tahun 2022, kategori yang dilombakan adalah pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan, efektivitas institusi publik untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB), serta ketahanan institusi publik di masa pandemi dan antisipasi pasca-pandemi. Seharusnya, perlu ada penambahan kategori lagi untuk meningkatkan budaya antikorupsi di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD. Kita tahu, bahwa untuk mewujudkan budaya hukum dan iklim pemerintahan yang bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) perlu dimulai dari inovasi dari masing-masing instansi. Sedangkan hal tersebut masih belum menjadi pertimbangan pada ajang KIPP sebelumnya.

Kesimpulan dan Saran

Pelaksanaan KIPP perlu dimaksimalkan lagi agar hasil inovasinya dapat terus berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat Indonesia serta dunia. Seperti diketahui, program KIPP ini sangat bagus karena memberikan terobosan yang efektif dalam mencapai tata pelayanan publik yang berkeadilan, menjunjung tinggi kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh kehidupan yang sejahtera, mandiri serta tanpa diskriminasi. Agar hasil inovasi KIPP dapat bersaing dalam kancah internasional, maka perlu adanya evaluasi hasil inovasi yang berdampak besar bagi tercapainya SDGs tersebut. Karena kita tahu, ketika kita sudah membicarakan SDGs, kita harus berpikir secara global dan dunia. Sehingga tidak hanya pada tataran regional saja.

Saran selanjutnya adalah, KIPP perlu memasukkan kriteria inovasi khusus yaitu untuk mewujudkan budaya hukum dan iklim pemerintahan yang bebas KKN. Sehingga, dengan adanya inovasi di kategori tersebut akan menciptakan budaya antikorupsi di instansi-instansi publik. Terakhir, Ombudsman juga perlu mengawasi pelaksanaan KIPP ini agar lebih terarah dengan hasil yang sesuai dengan harapan masyarakat. Selain itu, harapannya Ombudsman di tiap-tiap daerah juga turut aktif dalam memberikan inovasi serta memeriahkan kegiatan KIPP ini.

Selasa, 14 Maret 2023

Creating the Business Value by Innovation

 


UI Career, Internship, Scholarship, and Entrepreneurship Hybrid Expo 2023 mempersembahkan webinar:


Topik: Creating the Business Value by Innovation

Pembicara:

- Hardiat Dani Satria (Founder)

Hari/tanggal: Senin, 13 Maret 2023

Waktu: 13:00-14:00 WIB

Media: Zoom Webinar

Link pendaftaran: http://uicise.karirlab.co


UI CISE Hybrid Expo 2023

"Kickstart Your Career Today!"



#UICISEVirtualExpo2023

#UICISE

#UICISE2023

#careerexpo #internshipexpo #scholarshipexpo #entrepreneurshipexpo #virtualexpo

#career

#UniversitasIndonesia

#UIJobExpo

#karirlab

Sekar di Khitah Peradaban

Adiwarna puspa telah memperelok manjapada

Sepantun petala beton yang ditumbuhi asoka

Kokoh lir teratai di pusar telaga

Membidani taman gantung hingga ke palka antariksa

Arah kemajuan disahihkan oleh sang hawa

Dicatat dan dituturkan setiap senja oleh ibunda tercinta

Baik jagat nyata ataupun kosmos maya

Riwayatmu sama dengan narasi kinerja

Termaktub indah dalam prasasti dan prestasi performa

Menjadikan buana jauh lebih kirana

Deskripsi babad menyebut engkau tiang negara

Bahkan telapak kaki adalah surga

Terdokumentasikan sejak epos Oase Yerikho dan Mesopotamia

Telah menggelindingkan cakra perekonomian beserta domestikasi usaha

Dunia dikendalikan oleh arta, sedangkan fulus ditata oleh perempuan

Kartini berkata, perempuan adalah pembawa peradaban

Membangun buah pikiran generasi dan gagasan semesta

Sabtu, 18 Februari 2023

Membangun Industri Pupuk Organik

 

Potensi pasar pupuk organik di Indonesia masih terbuka lebar” – Kementerian Pertanian Republik Indonesia, 2020.

Pada Januari 2021, saya membangun usaha agribisnis yang bergerak di bidang produksi pupuk cair organik yang bernama “Variegrow”. Variegrow sendiri beroperasi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Unit usaha ini masih berskala mikro rumahan ketika dibangun. Dengan modal ultra mikro seadanya, Variegrow dibangun dengan visi untuk membudayakan penggunaan pupuk organik di masyarakat. Sedangkan misinya adalah menyediakan pupuk organik dengan harga murah kepada para petani, baik petani ladang maupun tanaman hias.

Berbagai workshop dan pelatihan telah diikuti Variegrow di sepanjang tahun 2021-2022. Output-nya sangat luat biasa. Variegrow kini dapat berjejaring dengan berbagai kalangan pebisnis, berdiskusi dengan para pakar dan berkolaborasi dengan rekan agribisnis. Meskipun diproduksi dalam skala kecil, Variegrow memiliki mimpi besar agar brand ini dapat lebih banyak digunakan lagi oleh petani di Indonesia. Selain itu, harapannya agar brand Variegrow ini dapat menjadi ikon Kabupaten Kendal.

Milestone

Di tahun 2021, Variegrow pertama kali memproduksi pupuk cair organik dalam kemasan jerigen 500 ml. Produk ini dipasarkan secara offline dan ditawarkan secara langsung ke toko-toko pertanian serta tanaman hias. Perlu usaha ekstra untuk meyakinkan para pemilik toko agar mau menyetok produk ini. Namun, lambat laun, beberapa mitra telah bekerja sama dengan Variegrow. Beberapa rekan kolaboratif juga telah ditemui Variegrow pada saat pelatihan “Konsultasi Peningkatan Produktivitas Usaha Kecil" di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kendal 2021.

Pada tahun 2021, Variegrow juga menjadi finalis tingkat nasional region Jakarta pada ajang Diplomat Success Challenge (DSC). Selain itu juga produk Variegrow juga tercatat di katalog inovasi Bappeda Jawa Tengah. Dan pada tahun 2022, HKI Variegrow telah terbit. Prestasi lainnya adalah menjadi pemenang juara 1 Kompetisi Inovasi Usaha (KIU) yang diinisiasi oleh LPDP Universitas Indonesia. Tidak lupa, Variegrow juga menjadi peserta terpilih dalam ajang Carbon Academy vol 1 dan Neo Pejuang Rejeki 2022. Di tahun 2022, Variegrow juga mulai mengembangkan program edukasi bagi masyarakat desa agar dapat mengelola sampah dapurnya menjadi pupuk cair organik yang bernilai ekonomi tinggi.

Harapan

Harapan di tahun 2023 dan di masa depan adalah dapat memulai memproduksi pupuk organik, non cair. Seperti diketahui bahwa menurut Kementan, potensi pasar pupuk organik di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Selain itu, berdasarkan riset, bahwa pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas di Indonesia. Harapannya, Variegrow dapat memantik industri pembuatan atau produksi pupuk organik di daerah-daerah. Di dunia yang semakin tercemar saat ini, adanya pupuk organik dapat menjadi solusi bagi permasalahan kerusakan tanah akibat pemakaian bahan kimiawi secara berlebihan. Produk pupuk organik tersebut juga relevan dengan target SDGs dalam hal visi kelestarian lingkungan.

Membangun industri pupuk organik juga perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Salah satu cita-cita dari Variegrow adalah memiliki tempat produksi di kawasan industri. Sedangkan kawasan industri yang paling cocok untuk produksi pupuk organik beserta lokasi gudangnya adalah di Kutawaringin Industrial Park (KIP) Bandung yang dikembangkan oleh WG Property. KIP memiliki berbagai kelebihan seperti lokasinya yang strategis, yaitu dekat dengan pintu toll. Dengan suasana udara yang sejuk dan ditambah jalanan yang lebar, membuat KIP sangat direkomendasikan bagi anda yang mencari lokasi usaha terpercaya. Tidak hanya itu, KIP juga menyediakan berbagai bidang produksi di dalamnya.


Jika Variegrow berkesempatan memiliki kantor di KIP, maka akan dimulai dengan pemesanan bangunan TIPE B1 (LEBAR 8 METER). Bangunan ini dibangun di atas tanah seluas 200 m², tipe ini sangat ideal sebagai pendukung kegiatan logistik maupun produksi pupuk organik. Dengan memiliki lokasi produksi di KIP, maka akan menambah nilai brand anda menjadi semakin bonafide di mata konsumen. Kelebihan lainnya dari KIP adalah memiliki Surat Izin Gangguan (HO) untuk aktivitas produksi. Izin gangguan tersebut dikeluarkan dengan maksud untuk melindungi orang-orang yang tinggal disekitar tempat usaha agar terhindar dari bahaya, kerugian dan gangguan yang ditimbulkan oleh usaha yang didirikannya tersebut.

KIP yang berlokasi di Sukawangi Kaler, Jelegong, Kec. Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat tersebut merupakan kawasan terpadu untuk distribusi, perdagangan, pergudangan dan industri modern yang telah dipercayakan oleh berbagai industri sebagai kawasan bisnis. Maka dari itu, keamanan kawasan tersebut sangatlah terjamin dengan jam operasional bisnis yang berlangsung selama 24 jam. Semoga suatu hari nanti Variegrow dapat berkantor di KIP dan membangun industri pupuk organik.

Jumat, 13 Januari 2023

Impian Silicon Valley di Kendal

Eksistensi startup digital atau usaha rintisan berbasis teknologi komputer begitu menjamur di nusantara. Entitas ini identik dengan sebuah unit bisnis yang tujuannya adalah guna menyelesaikan problem yang dihadapi oleh masyarakat, agar dapat tertangani lebih efektif dan efisien. Mulai dari masalah pada lingkup wilayah kecil, sampai ke scope yang lebih luas. Berkaca dari fenomena banyaknya startup digital di Indonesia, hal ini menandakan bahwa negara kita dapat dikatakan sangat potensial untuk menjadi pusat inovasi digital serta perkembangan teknologi di dunia.

Pada tahun 2022, Startup Ranking mencatat bahwa Indonesia telah menduduki peringkat kelima di dunia berdasarkan banyaknya kuantitas perusahaan rintisannya tersebut. Sebuah jumlah yang sangat fantastis, mengingat Indonesia merupakan negara berkembang dengan sektor agraris yang masih menjadi tumpuan perekonomiannya. Laporan dari Startup Ranking tersebut menyebutkan bahwa Indonesia berada tepat di bawah Amerika Serikat (AS), India, Britania Raya dan Kanada. Risalah tersebut mencatat Indonesia memiliki 2.346 startup di dalam negeri.

Fenomena ini mengingatkan kita kepada Silicon Valley atau Lembah Silikon yang begitu terkenal di dunia karena telah melahirkan berbagai perusahaan teknologi raksasa seperti Google, Apple Computer, Intel, Yahoo!, Adobe Systems, Cisco Systems, eBay sampai Hewlett-Packard. Wilayah ini sohor dan selalu identik dengan perkembangan teknologi dunia yang terbentuk karena adanya ‘semangat zaman’. Julukan Silicon Valley ini memang erat kaitannya dengan produk teknologi yang berkaitan dengan pemanfaatan semikonduktor dan komputer. Kita tahu bahwa silikon merupakan unsur semilogam yang berfungsi sebagai semikonduktor komersial yang paling populer di dunia. Kawasan Silicon Valley ini kemudian mengilhami berbagai tempat di belahan dunia untuk menjadi pusat teknologi digital dan komputer, termasuk di Indonesia.

Kita tahu bahwa pada September 2022, PT Jababeka Tbk resmi meluncurkan kawasan Silicon Valley versi Indonesia di Cikarang, yang disebut Correctio. Sepak terjang ini merupakan fakta bahwa Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi pivot industri teknologi terbesar di Asia. Kita tahu, bahwa tidak selamanya Indonesia tetap berada di negara berkembang. Kita akan terus bertumbuh menjadi lebih modern. Kiprah ini juga didukung dengan adanya kolaborasi antara ekosistem startup digital, lembaga riset, venture capital, penyedia solusi teknologi, solusi manufaktur serta pemerintah dalam satu kawasan, yang bernama Correctio. Strategi ini mirip dengan awal pembangunan Silicon Valley di California pada tahun 1930-an. Wilayah yang semula tumbuh dengan sektor agrarisnya, kini telah menjelma menjadi pusat peradaban industri teknologi dunia. Seperti halnya di Cikarang, yang sebelumnya dibesarkan oleh sektor agraris, kini hanya memiliki lahan pertanian di dua desa saja. Sisanya adalah kawasan industri yang mutakhir dan saling terintegrasi.

Melihat fenomena di Cikarang tersebut, kemungkinan besar mimpi Silicon Valley di Kendal juga bisa menjadi kenyataan. Kendal saat ini masih didominasi oleh sektor agraris dengan lahan pertanian 24,09% dari total wilayah kabupaten. Akan tapi, Kendal saat ini juga telah mempunyai Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 500.000 orang dengan luas lahan kawasan yang dapat mencapai 1000 hektar.

Faktor keberadaan kawasan industri ini menyebabkan Kendal sangat berpotensi untuk bisa menjadi Silicon Valley selanjutnya di Indonesia. Kembali ke permasalahan startup digital yang bisa menjadi tolok ukur munculnya embrio Silicon Valley, menunjukkan bahwa jumlah startup digital di Indonesia persebarannya tidak merata. Berdasarkan data dari kementerian dan lembaga riset, menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen jumlah startup digital terpusat di area Jabodetabek. Sisanya tersebar di seluruh Indonesia dengan proporsi 5 persen di kota besarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu membangun ekosistem startup digital ini agar lebih eksis di daerah-daerah. Seperti diketahui bahwa ciri khas startup di Indonesia, sebagian besar adalah menyelesaikan permasalahan di tingkat regional atau daerah. Maka dari itu, dengan banyaknya startup digital yang tumbuh di daerah, akan dapat menyelesaikan persoalan sosial yang dialami oleh masyarakat lebih efektif, efisien serta tepat sasaran.

Lalu, di Kendal sendiri sejauh pengamatan saya, jumlah startup digitalnya masih terbilang sedikit. Beberapa telah muncul entitasnya di media sosial, namun tidak aktif kembali di tengah jalan. Seperti diketahui bahwa problematika yang dihadapi startup digital juga banyak, seperti halnya pada ketersediaan dana, sumber daya manusia (SDM) sampai ketiadaan pasar yang menyebabkan tumbang saat masih seumur jagung. Startup digital di Kendal Sebagian besar menghadapi hal tersebut. Beberapa kategori startup digital yang sempat muncul antara lain seperti e-commerce lokal, aplikasi kasir, sistem manajemen pertanian, aplikasi pembelajaran siswa, digitalisasi arsip desa, e-recruitment sampai media massa online. Namun hanya beberapa saja yang masih bertahan sampai sekarang.

Ketika startup sudah memulai menjamur di Kendal, hal yang perlu diantisipasi selanjutnya adalah pada kemungkinan kegagalan. Kita tahu, bahwa hanya sedikit startup yang dapat menghasilkan profit. Beberapa alasan gagalnya sebuah startup di Kendal adalah tidak adanya konsumen yang tepat, tidak menemukan bisnis model yang cocok dan startup memerlukan kebutuhan dana yang besar. Namun semua itu dapat diantisipasi apabila para founder startup rutin mengikuti mentoring bisnis secara terus-menerus dari para praktisi, lembaga swasta atau pemerintahan setempat yang menyediakan konsultasi bisnis usaha rintisan. Dari sesi mentoring rutin tersebut, startup di daerah dapat memetakan masalah yang dihadapinya dan mencari solusi terbaiknya.

Bila ekosistem startup digital di Kendal mulai semakin stabil dari sisi pendapatan bisnisnya, maka hal ini nantinya dapat menciptakan daya tarik kepada lembaga riset, venture capital, penyedia solusi teknologi serta pemerintah. Kendal memiliki poin plus dan modal infrastruktur yang sangat bagus dari sisi kawasan industrinya. Sekarang, tinggal bagaimana menciptakan ‘semangat zaman’ yang dulu pernah terpantik di California. Tentunya, mimpi ini bukan suatu hal yang mustahil. Kita tinggal menunggu momentum yang tepat agar Impian Silicon Valley di Kendal dapat terwujud.

Selasa, 03 Januari 2023

Mengapling Daratan Mars

“Satu langkah kecil untuk umat manusia”

Dimulainya Troya urat saraf yang kian membara

Kita adalah para Leif yang mengembara

Dari kontrak hidup dengan gandum sampai mengudara ke antariksa

Peradaban lahir dari akumulasi derita

Eksklusi hak kepemilikan dan disparitas genetika

Selamanya kita terusir dari Valhalla dan butala seisinya

Memasuki metasemesta dengan identifikasi big data

Merealisasikan ambisi Musk dan melampaui batasan fakta

Artefak bercerita kalau kita adalah entitas angkasa

Para Colombus baru akan terus mencari Amerika

Membangun taman gantung dan diskursus semesta

Kembali memeram telur Dodo untuk acara pesta

Manusia terus melampaui Manussiha

Mengubah kisah banjir bandang menjadi antitesa

Postulat Interstellar dan epos manusia goa

Bumi yang terbentang luas tapi manusia seperti terserang Exodia

Dari Harari kita percaya akan algoritma

Di planet merah pun, kriminalitas terus tetap ada

Dunia seperti apa yang sedang ditata?

Membangun Kembali Luxor di tanah bermetana

Kamis, 29 Desember 2022

“Salep Kambium”, Inovasi Produk Pertanian Primadona 2023

Indonesia merupakan salah satu negara dengan peminat kesenian bonsai terbesar di dunia. Setiap bulannya, acara kontes bonsai berskala kecil di desa hingga nasional terus menerus terselenggara. Acaranya pun meriah. Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap seni bonsai juga dipengaruhi oleh aspek geografis negaranya yang lekat dengan sektor agraris, sehingga banyak aktivitas masyarakat yang lekat dengan menanam. Di samping itu, kekayaan varietas tanaman juga menjadi salah satu mengapa kreativitas bonsai di Indonesia dapat tumbuh subur dan beraneka ragam. Pecinta bonsai di Indonesia tentunya akan mendapatkan banyak referensi atas ketersediaan tanaman yang bisa dilakukan untuk eksperimen.

Walaupun berasal dari Asia Timur, namun bonsai di Indonesia memiliki lekuk dan corak yang khas. Dari sisi jenis tanaman yang dipergunakan, bonsai di Indonesia lebih banyak ditanam dengan flora tropis. Berbeda dengan negara asalnya yang notabene merupakan wilayah sub trpois. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap gaya merancang bonsainya yang disesuaikan dengan kultur serta iklim Indonesia. Cara pandang orang Indonesia dengan orang yang di luar nusantara tentu saja berbeda ketika mengimajinasikan sebuah tanaman besar dan tua. Imajinasi bentuk pohon besar dan tua tersebut kemudian dituangkan ekspresinya ke dalam pot berukuran kecil.

Tantangan Merawat Bonsai

Ketika kita sedang merawat bonsai, tentu ada saja tantangan yang dihadapi. Terutama pada problem pemprograman dari ‘bonsai bahan’ menjadi ‘bonsai prospektif’. Fase ini akan memerlukan kesabaran tingkat tinggi dan keuletan dari masing-masing seniman. Berbeda ketika kita merawat bonsai yang sudah jadi, yang mana tidak perlu banyak diutak-atik. Namun bonsai yang masih menjadi bahan tentu akan memiliki banyak masalah di sisi lambatnya pertumbuhan kambium ketika kita pruning perantingannya. Belum lagi ketika selesai dilakukan pruning, biasanya luka bekas potongannya tidak dapat tertutup dengan sempurna.

Maka dari itu, perlu adanya inovasi supaya luka pada pemangkasan bonsai ini dapat lekas tertutup dengan cepat dan lebih baik. Inovasi tersebut adalah “Salep Kambium” yang akan membuat luka pada tanaman bonsai menjadi lebih cepat menutup. Secara material salep kambium ini terbuat dari bahan-bahan yang mengandung zat perangsang pertumbuhan (ZPT). Racikan salep ini kaya akan hormon auksin dan giberelin yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada tanaman. Salah satu brand salep lokal ini adalah “SuperKambium” yang cocok untuk merawat bonsai para penghobi.

Di Indonesia sendiri, salep kambium sudah banyak beredar di pasaran, seperti toko pertanian, tanaman hias dan di marketplace. Peminatnya juga sangat banyak dengan pasar yang telah tersegmentasi. Apabila produk salep kambium ini dapat dibuat dengan standarisasi mutu unggulan, maka bukan tidak mungkin ini akan menjadi inovasi di dunia agribisnis yang akan menjadi primadona di tahun 2023.

Seperti kita ketahui bahwa di Jepang sendiri sudah ada produk serupa tapi mungkin dengan bahan-bahan yang berbeda dengan yang ada di Indonesia. Layaknya produk pupuk, salep kambium harus bisa menjadi produk baru inovatif yang kualitasnya bisa menyaingi produksi buatan Jepang tersebut. Dari sisi akademis juga perlu dilakukan riset dan kajian ilmiah yang mendalam tentang benefit produk salep kambium ini. Hal ini dilakukan agar inovasi salep kambium di dunia pertanian Indonesia telah mendapatkan keabsahan secara saintifik.

Pemanfaatan Salep Kambium

Pada awal diciptakannya, salep kambium memang diperuntukkan bonsai. Namun, manfaat lainnya juga sangat besar. Dalam kuantitas yang lebih besar, aplikasi salep kambium juga dapat dipergunakan untuk pepohonan dengan ukuran asli. Misalnya saja pepohonan besar di pinggir jalan raya. Apabila ada pohon dengan luka pada batangnya, maka itu akan menimbulkan keropos batang dan berakibat tumbang. Efek pohon tumbang ini juga sangat berbahaya bagi manusia, maka dari itu perlu adanya upaya preventif untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Jadi, pemanfaatan salep kambium untuk lingkungan sekitar sangatlah tepat.