Kamis, 19 Agustus 2021

Pendidikan Antikorupsi Untuk Pengawas Partisipatif

 


Beberapa tahun belakangan ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar beberapa kali program kegiatan yang bernama Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di mana pesertanya direkrut dari beberapa kabupaten/kota. SKPP sendiri merupakan salah satu program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang sejalan dengan kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna membumikan pendidikan politik bagi publik. SKPP sejatinya telah digagas sejak tahun 2018 dan visi utamanya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pengawasan Pemilu. Setiap tahunnya pun, jumlah partisipasi dan antusiasme masyarakat terhadap program kegiatan ini terus meningkat.

Di tahun 2021 ini, SKPP juga akan dilangsungkan seperti halnya pada tahun-tahun sebelumnya dengan peserta yang diseleksi untuk mengakomodir keterwakilan wilayah di seluruh Indonesia, gender, profesi dan peserta disabilitas. Keberadaan pengawas partisipatif di masyarakat ini dapat dikatakan sebagai sebuah inovasi yang advance sekaligus breakthrough bagi Bawaslu. Tentunya kita patut apresiasi adanya sekolah yang akan memfasilitasi pendidikan bagi masyarakat yang memiliki keinginan untuk menjadi kader pengawas partisipatif. Di tambah lagi, Bawaslu juga telah mengembangkan inovasinya ke ranah digitalisasi dengan lahirnya aplikasi ‘Gowaslu’ yang memudahkan masyarakat untuk melakukan pemantauan dan pelaporan terhadap dugaan pelanggaran dalam proses Pemilu.

Seperti diketahui bersama, bahwa mengawal proses Pemilu sama halnya dengan mengokohkan salah satu pilar demokrasi. Apabila ada masyarakat yang berkeinginan untuk tergerak dalam pengawasan partisipatif, tentu itu adalah sebuah inisiatif yang mulia. Keikutsertaan masyarakat dalam pengawasan partisipatif tentu akan berdampak pada proses Pemilu yang akan menjadi lebih bersih dan antikorupsi. Jika kita telaah lebih mendalam, keberadaan pengawas partisipatif akan mampu menekan angka pelanggaran Pemilu di masyarakat. Alhasil kinerja Bawaslu tentu akan semakin optimal dan terbantu dengan adanya pengawas partisipatif ini.

Hubungan antara pengawasan proses Pemilu dengan semangat demokrasi sangatlah lekat sekali. Pengawasan terhadap proses Pemilu artinya mengawal proses bergantinya pemimpin agar dapat berjalan secara konstitusional dan tidak terciderai. Hal ini dikarenakan, pelanggaran Pemilu merupakan perilaku koruptif yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan sering kita jumpai pada tahun-tahun politik.

Beberapa kategori pelanggaran pemilu yang seringkali terjadi di masyarakat, di antaranya adalah pelanggaran administrasi, pelanggaran tindak pidana Pemilu dan pelanggaran kode etik Pemilu. Dari ketiga kategori tersebut, pengawas partisipatif tentu bisa berkontribusi dalam mekakukan pengawasan dan memberikan pelaporan apabila terjadi pelanggaran. Maka dari itu, untuk menghasilkan pengawas partisipatif yang memiliki integritas tinggi tersebut, perlu adanya pendidikan antikorupsi bagi peserta SKPP Bawaslu ini.

Pendidikan antikorupsi perlu menjadi bekal bagi para peserta peserta SKPP karena sangat bermanfaat untuk membentengi diri dari perilaku koruptif. Membentegi agar diri sendiri tidak tergoda melakukan pelanggaran atau supaya dapat melakukan surveillance terhadap proses Pemilu di masyarakat. Bentuk meteri pendidikannya dapat berupa kurikulum yang intinya memperkenalkan kepada sembilan nilai antikorupsi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kesembilan nilai tersebut adalah Jujur, Peduli, Disiplin, Mandiri, Tanggung Jawab, Kerja Keras, Sederhana, Berani dan Adil yang tentunya sangat relevan apabila diterapkan dalam aktivitas pemantauan partisipatif. Apabila kita coba telaah, kesembilan nilai antikorupsi tersebut masuk ke dalam spirit diri para kader pengawas partisipatif.

Beberapa saran untuk kurikulum di SKPP yang relevan terhadap semangat antikorupsi antara lain “Bawaslu dan Pengawasan Partisipatif”, “Urgensi Pengawasan Partisipatif”, “Implementasi Nilai Antikorupsi dalam Praktik Pengawasan Partisipatif”,  “Praktik dan Masa Depan Pengawasan Partisipatif”, “Menumbuhkan Budaya Pengawasan Partisipatif”, “Cara Melaporkan Pelanggaran Pemilu”, “Cara Mencegah Pelanggaran Pemilu” dan “Mengawasi Pemilu: Mengamankan Diri dan Data dalam Aspek Hukum”. Beberapa saran kurikulum tersebut setidaknya mampu memberikan pemahaman dari pandangan filosofis yang holistik sampai ke teknis pengawasan partisipatif di masyarakat. Hasilnya adalah menguatnya integritas para peserta SKPP setelah mengikuti pendidikan antikorupsi ini. Harapannya juga, para peserta SKPP juga mempunyai bekal untuk menjadi penyuluh dan agen antikorupsi di masyarakat.

Terlebih saat ini organisasi Bawaslu juga sedang menuju predikat Zona Integritas (ZI), di mana lembaganya memiliki komitmen dalam upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan adanya bekal pendidikan antikorupsi bagi para pengawas partisipatif ini, harapan kedepannya Bawaslu dapat menjadi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang terstandarisasi dari sisi manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia (SDM), penguatan pengawasan dan akuntabilitas kinerja.

Kita tahu bahwa kader SKPP juga bisa menjadi agen yang dapat ikut mensosialisasikan hukum Pemilu kepada masyarakat, bahkan kepada peserta Pemilu juga. Sedangkan nilai-nilai pengawasan yang menjadi inti dari materi SKPP sangat sejalan dengan semangat antikorupsi, agar jalannya proses Pemilu dapat berjalan langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber) serta jujur dan adil (Jurdil). Ibarat peribahasa ”Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, maka posisi kader SKPP sangatlah strategis fungsinya guna membumikan nilai-nilai pengawasan dan antikorupsi. Dengan tegaknya hukum Pemilu, maka potensi pelanggaran pun dapat diminimalisir.

Mungkin saja di masa depan, “Pusat Pendidikan Pengawasan Partisipatif” yang telah digagas oleh Bawaslu bisa berkembang menjadi sebuah pusat studi layaknya Pusat Edukasi Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Center) di KPK. Dengan benchmark yang ada di KPK, harapannya tempat tersebut nantinya akan berkembang menjadi “Pusat Edukasi Pengawasan Pemilu” sebagai tempat belajar bagi siswa, mahasiswa sampai masyarakat umum yang ingin mendapatkan informasi penting tentang pengawasan partisipatif. Setelah jejaring kader pengawas partisipatif ini menyebar ke seluruh Indonesia, harapannya “Pusat Edukasi Pengawasan Pemilu” bisa menjadi prioritas wacana yang perlu dikaji urgensinya di Bawaslu.

Keberadaan pengawas partisipatif juga dapat menjadi unsur kontrol sosial guna mencegah kejahatan Pemilu, sesuai dengan social control theory. Pengawas partisipatif bisa berkesempatan untuk melaporkan dan membuat rekomendasi atau kajian terkait dugaan pelanggaran Pemilu yang terjadi di lingkungannya. Tentunya, segala aktivitasnya tetap harus sejalan dengan visi dan misi Bawaslu. Bila diibaratkan, kurikulum antikorupsi dapat menjadi katalis bagi materi SKPP yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya agar lebih berdampak positif dan maksimal.

Terakhir, menjadi pengawas partisipatif saat gelaran Pemilu adalah sebuah posisi yang terbilang cukup rentan. Pengawas partisipatif yang bekerja sesuai dengan aturan akan menjadi sasaran utama para pelanggar Pemilu. Pelaporan terhadap tindakan pengawas partisipatif juga kemungkinan bisa terjadi. Layaknya aktivis atau agen antikorupsi yang seringkali menerima intimidasi di dunia nyata maupun di dunia maya, misalnya perundungan (bullying), pencemaran data diri (doxing), pencemaran nama baik (denigration) sampai peretasan (hacking). Maka dari itu perlu adanya usul kurikulum tentang “Mengawasi Pemilu: Mengamankan Diri dan Data dalam Aspek Hukum”, di mana fungsinya adalah untuk melindungi para pengawas partisipatif tidak dikriminalisasi. Apabila dari kawan-kawan kader pengawas partisipatif ada yang mendapatkan ancaman di dunia maya, bisa langsung melaporkannya ke id.safenet.or.id atau s.id/laporserangan supaya mendapatkan perlindungan digital.

Seperti kasus yang cukup mengemuka pada Pemilu 2014 yang menimpa Ronny Maryanto yang dilaporkan oleh salah satu tim sukses ke kepolisian karena melaporkan adanya politik uang. Ibaratnya kasus ini menjadi samacam penyebar ketakutan atau fear of crime bagi masyarakat yang ingin berkontribusi terhadap pengawasan partisipatif. Jangan sampai pengawasan masyarakat menjadi simulakra belaka. Maka dari itu, dari Bawaslu ke depannya perlu membantu perlindungan bagi pelapor dugaan pelanggaran Pemilu agar tidak dikriminalisasi, termasuk kepada kader pengawas partisipatif. Hal ini dilakukan supaya pelaksanaan pemilu bisa Jurdil. Salam Awas!

Senin, 26 Juli 2021

Menyelami Adicita Imaji Batik Priangan

Batik adalah buah kebudayaan masyarakat Indonesia yang telah diakui oleh dunia internasional, melalui The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 2 Oktober 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda. Kesenian batik di Indonesia tumbuh sangat subur beserta bermacam-macam falsafah, serta datang dari berbagai daerah di nusantara dengan berbagai jenis coraknya. Setiap jenis batik mempunyai filosofi tertentu yang tertuang ke dalam imaji visualnya yang sangat beragam, di sesuaikan dengan kebudayaan lokal asalnya masing-masing. Setelah diselami lebih dalam ternyata makna historis dan antropologis, batik bukanlah sekedar karya busana, namun juga buah pikir masyarakat yang penuh dengan karakter serta perjuangan manusia di dalamnya.

Memahami batik berarti memahami tentang manusia. Kita bisa merasakan betapa leluhur kita memiliki cita rasa yang tinggi dalam aspek berkesenian. Warisan dari leluhur ini menjadi bukti bahwa aspek estetika selalu lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bahkan leluhur kita telah berhasil menuangkan adicita imaji yang ada dalam pikiran serta perasaan kolektif masyarakatnya ke dalam kain batik yang sarat akan identitas. Sedangkan salah satu jenis karya batik yang sangat menarik untuk diselami gagasannya adalah Batik Priangan.

Batik Priangan sungguh mempesona karena mempunyai ragam motif yang sangat kaya dan berwarna-warni. Sumber inspirasi coraknya pun berasal dari fenomena alam: flora dan fauna. Berdasarkan buku “The Dancing Peacock, Colours and Motifs of Priangan Batik” karya Didit Pradito, Herman Jusuf dan Saftiyaningsih Ken Atik, disebutkan bahwa peristiwa sejarah, kondisi alam raya dan tata nilai sosial-budaya menjadi sumber inspirasi para pembatik Priangan. Hal inilah yang membuat identitas Batik Priangan begitu kuat, serta khalayak umum dapat langsung mengidentifikasi dan mengenal corak khasnya ini.

Berdasarkan sumber letak geografisnya, Batik Priangan berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti dari kabupaten Cianjur, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. Sampai saat ini, tradisi kriya Batik Priangan masih lestari di kabupaten-kabupaten tersebut. Hal ini terlihat dari masih hidupnya industri-industri batik yang telah beroperasi lebih dari setengah abad. Berbagai pusparagam kelir Batik Priangan yang masyhur di masyarakat antara lain awi ngarambat alias bambu merambat, merak ngibing atau merak menari, laba-laba, burung keladi, gurami dan daun talas. Jenis corak tersebut termasuk dalam kategori Batik Priangan Tasikmalaya, di mana ciri khasnya adalah suasana keindahan flora dan fauna di tanah Priangan.  

Ada pula jenis Batik Priangan Garutan yang lekat dengan corak dasar bernuansa geometrik. Sedangkan pola yang seringkali didesain adalah corak belah ketupat. Sama halnya dengan Batik Priangan Tasikmalaya, Batik Priangan Garut sumber inspirasinya juga berasal dari kondisi lansekap pada masyarakat Garut yang hidup di kontur bentang alam berlereng-lereng dan sejuk. Alhasil beberapa motif estetiknya yang prominen antara lain bulu hayam alias bulu ayam, lereng kangkung, merak ngibing, lereng dan cupat manggu. Kesemua varian yang ada merupakan nilai kearifan lokal budaya Sunda dan akan terasa kian transenden saat sudah terpatri di atas kain.

Sebenarnya masih banyak lagi varian Batik Priangan yang ada di Jawa Barat berdasarkan khasanah historiografi. Berdasarkan buku “Batik Priangan (Sebuah Pengantar)” karya Yan Yan Sunarya, disebutkan bahwa ada beberapa motif kain batik Jawa Barat itu bahkan kini sudah tidak dikenal lagi, hingga sulit untuk dirunut kembali keasliannya (Morissan, 2005). Namun kita masih bisa melihat dokumentasinya pada Museum Tekstil Jakarta, tempat di mana adikarya kebudayaan seni kriya nusantara tersebut tersimpan. Untuk itu, demi melestarikan pendokumentasian buah kebudayaan tanah Priangan ini, pemerintah sangat perlu untuk membangun sebuah “Museum Batik Priangan”. Urgensinya sangat mendesak, karena menyangkut pelestarian artefak kebudayaan masyarakat yang sangat perlu untuk diselamatkan demi generasi mendatang.

Maksud dan tujuan dari pembangunan sebuah gedung “Museum Batik Priangan” adalah antara lain:

·         Sebagai usaha konservasi dan pelestarian budaya Batik Priangan agar tidak punah.

·         Sebagai sarana edukasi dan warisan bagi generasi muda.

·         Pusat informasi bagi publik apabila ingin belajar tentang Batik Priangan.

·         Sebagai wadah untuk melaksanakan kegiatan pameran, diskusi dan seminar tentang batik.

Apabila “Museum Batik Priangan” ini telah berdiri, maka kelestarian keindahan Batik Priangan akan terus terjaga selamanya. Tak hanya itu, walau sampai kapan pun juga sampai generasi berikutnya, siapa pun dapat menyelami keindahan adicita imaji Batik Priangan yang merupakan salah satu buah kebudayaan Sunda. Memahami Batik Priangan, dengan mengutip dari buku “The Dancing Peacock, Colours and Motifs of Priangan Batik” berarti kita akan bisa memahami karakter masyarakarakat Priangan pada umumnya, yang sederhana, apa adanya, terbuka, komunikatif, pluralis, cantik-molek dan bahkan sedikit genit. Semoga keindahan Batik Priangan ini akan akan tetap abadi sampai kapan pun dan dapat dinikmati oleh siapa pun.

Sabtu, 26 Juni 2021

Perbedaan Singkat CPNS dan PPPK

(Ilustrasi ASN. Sumber:Tagar.id)

Sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan bahwa Penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) pada tahun 2021 akan ada perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. CASN pada tahun 2021 dibedakan menjadi dua kategori. Pertama, adalah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang seperti sering dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Kedua adalah penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan direkrut secara cukup masal pada tahun ini pada jabatan tertentu. Lalu apa perbedaan dari kedua jenis penerimaan CASN tersebut? Berikut beberapa perbedaannya berdasarkan dari berbagai sumber.

·         CPNS

CPNS bertujuan untuk merekrut generasi muda yang nantinya akan dipersiapkan dan dilatih untuk bekerja sesuai dengan jabatannya.

Seleksi CPNS cenderung lebih kompleks dan lama.

PNS memperoleh sejumlah hak, seperti: gaji, tunjangan, fasilitas, cuti, jaminan pensiun dan jaminan hari tua.

·         PPPK

PPPK bertujuan untuk mencari tenaga profesional yang telah memiliki pengalaman di bidang kerja tertentu, minimal tiga tahun.

Seleksi PPPK cenderung lebih sederhana dan cepat karena urgensi kebutuhannya yang mendesak.

PPPK dapat langsung tanda tangan kontrak dan siap untuk bekerja.

PPPK tidak memiliki nomor induk pegawai secara nasional.

Jabatan yang dapat diisi antara lain: Jabatan Fungsional (JF) & Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Utama tertentu.

PPPK tidak mendapatkan hak atas fasilitas serta jaminan pensiun dan jaminan hari tua.

Selasa, 15 Juni 2021

Era ASN Kreatif dan Inovatif

 

Ketatnya suatu seleksi dapat dijadikan sebagai indikator untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggulan. Semakin ketat proses dan pola rivalitas dalam sebuah rekrutmen, maka SDM yang dihasilkannya pun akan sangat selektif. Kita tahu, seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) setiap tahun selalu mengalami kebanjiran jumlah pelamar. Lonjakan jumlah pelamarnya pun naik jutaan orang dari tahun ke tahun. Tak hanya itu, standar seleksinya juga sangat ketang karena ada sistem passing grade dan sistem ranking. Jika kita berhasil lolos seleksi CASN, itu akan menjadi kebanggan tersendiri.

Dari seleksi yang superketat ini, tentunya akan menghasilkan SDM dengan kompetensi di atas rata-rata pada tubuh lembaga pemerintahan. Hal inilah yang akan menepis anggapan adanya mitos bahwa kerjaan Aparatur Sipil Negara (ASN) suka-suka, santai dan monoton. ASN kini beda! Dari tingkat kesulitan soal seleksi masuknya tersebut, maka yang tersaring adalah pribadi yang kreatif dan inovatif. Bagaimana tidak, tes Karakteristik Pribadi (TKP) adalah tolok ukur untuk mengukur semangat berprestasi dari para ASN tersebut. Artinya, mereka yang telah menjadi ASN, tentunya akan mudah dalam memahami bagaimana caranya agar menjadi pribadi yang kreatif serta inovatif di lingkungan kerja.

Tak hanya itu. Sikap nasionalisme para ASN yang lolos seleksi juga tidak diragukan lagi. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan serangkaian wawancara yang telah terbukti dalam validasi kadar nasionalismenya. Jadi generasi baru ASN ini adalah pembawa perubahan di lingkungan kerja lembaga pemerintahan. Jika SDM-SDM unggul tersebut terus beregenerasi dan terpupuk dari tahun ke tahun, maka bukan hal yang mustahil jika 10 tahun lagi, tingkat praktik koruptif akan hilang dari tubuh pemerintahan. Roda pemerintahan pun akan berjalan lebih efektif. Hal ini dikarenakan integritas para ASN generasi baru ini yang sudah teruji dan diharapkan mampu membawa perubahan positif di Indonesia.

Para ASN muda kini, terasa semangatnya begitu menggebu-gebu dan ingin membuat perubahan yang lebih baik di lembaganya masing-masing. Salah satu inisiatif dari ASN muda dalam mewujudkan sikap kontributif adalah lahirnya komunitas Abdimuda Indonesia. Dilansir dari situs abdimuda.com, Abdimuda merupakan sebuah wadah bagi abdi negara muda yang Ingin mendorong mindset cerdas dan kontributif sebagai pelayan bangsa. Bisa dibilang, inii merupakan sebuah gerakan dan gagasan baru dalam dunia birokrasi di Indonesia. Bila kita lihat aktivitas para anggota Abdimuda di media sosial, ternyata visi mereka besar dalam agenda pembangunan Indonesia supaya menjadi negara yang maju dan bermartabat. Kemungkinan dalam lima tahun ke depan, ini akan menjadi sebuah gerakan yang besar.

Abdimuda seakan ingin menyampaikan pesan bahwa ini adalah era ASN yang kreatif dan inovatif. Abdimuda ingin menunjukkan bahwa sebagai pelayan bangsa, mereka harus bersikap solutif, dinamis dan dekat dengan masyarakat melalui berbagai aktivitas. Abdimuda berusaha keluar dari pandangan konvensional dengan berbagai stigma negatif, sehingga melahirkan sebuah mindset positif bahwa Abdimuda merupakan generasi yang cerdas dan kontributif. Semoga saja, semangat membara seperti ini dapat menular ke ASN di seluruh Indonesia sehingga nantinya akan melahirkan para ASN yang bisa membawa pembaharuan.

So, dengan menjadi ASN, kita akan bisa lebih banyak berkontribusi kepada negara lho. Tentunya, kita akan mendapatkan kesempatan besar untuk memberikan sumbangsih nyata dalam perbaikan birokrasi di lembaga pemerintahan.

Minggu, 13 Juni 2021

4 Bulan: Persiapan Ideal Untuk Menghadapi SKD CPNS

 

Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah impian yang paling umum nan populer dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Dari tahun ke tahun, para pelamar yang mengadu nasibnya pada seleksinya pun terus bertambah. Tercatat, selama tiga tahun terakhir ini, pelaksanaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ini, total pelamarnya bertambah secara signifikan. Mulai dari tahun 2017, dengan jumlah pelamar CPNS sebanyak 2.433.656 orang. Angka ini bertambah sekitar dua juta pelamar di tahun 2018. Sedangkan di tahun 2019, jumlah pelamarnya sudah hampir mendekati lima juta orang. Jumlah yang sangat fantastis. Artinya, PNS tetap menjadi primadona karir yang menarik bagi masyarakat Indonesia, walau kini dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0.

Lalu, apa saja kiat-kiat agar para pelamar yang berjumlah sangat banyak tersebut dapat menjadi PNS yang lolos seleksi? Tentu diperlukan persiapan yang sungguh matang agar para pelamar dapat berkompetisi dengan jutaan pelamar lainnya tersebut. Berdasarkan riset pada buku-buku bank soal CPNS populer dari tahun-ke tahun, ada kesimpulan bahwa pelamar memerlukan waktu minimal empat bulan persiapan untuk menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Seperti diketahui, SKD adalah seleksi tahap kedua dari keseluruhan alur proses CPNS.

Rangkaian Rekrutmen CPNS

Pertama, pelamar akan menghadapi seleksi tahap awal yang bernama seleksi administratif. Pada seleksi administratif ini, pelamar tidak membutuhkan banyak persiapan latihan soal layaknya ujian. Pelamar hanya membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam mengumpulkan berkas-berkas yang akan diupload di situs resmi CPNS atau Badan Kepegawaian Negara (BKN). Jangan sampai, pelamar mengupload berkas yang salah atau tidak sesuai dengan persyaratan yang diminta. Hal ini tentu akan berakibat fatal dan bisa menyebabkan pelamar tidak lolos tahapan seleksi administratif ini.

Misalnya saja, pelamar diwajibkan mengupload file ijazah asli, namun yang diunggah malah yang fotokopi. Ini tentu akan berakibat cukup fatal dan menyebabkan gagalnya seleksi administrasi pelamar. Contohnya lagi, saat pelamar diminta untuk upload pas foto dengan background merah, namun yang terjadi adalah pas foto diunggah dengan background biru. Alasan seperti ini tidak akan dibenarkan atau ditolerir saat seleksi administratif. So, agar lancar seleksi administratif, hal utama yang diperlukan adalah ketelitian, selalu kroscek dan penuhi segala berkas. Ingat, seleksi tahap awal ini adalah penentu persaingan yang sebenarnya.

Tahapan kedua dan yang ditunggu-tunggu adalah SKD. Tahapan ini cukup menjadi momok bagi pelamar karena butuh persiapan yang ekstra giat untuk menaklukkan soal sebanyak 100 butir pilihan ganda. Ada tiga kelompok sub tes soal dalam SKD yang harus selesai dalam 90 menit ini. Pertama Tes Kepribadian (TKP) yang berjumlah 35 butir soal. Kedua, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan soal berjumlah 30 butir. Ketiga adalah Tes Intelegensia Umum (TIU) berjumlah 35 butir soal. Masing-masing sub tes ini pun ada passing grade yang harus dipenuhi oleh pelamar. Jika kurang dari standar passing grade, maka pelamar tidak akan lolos SKD.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri PANRB No. 24 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2019, para pelamar harus melampaui passing grade sebesar 126 untuk TKP, skor 80 untuk TIU dan skor 65 untuk TWK. Jika sudah melampaui ambang batas nilai tersebut, barulah nilai peserta akan dibandingkan dengan nilai peserta lain. Peserta dengan nilai teratas akan sangat berpeluang untuk masuk ke tahapan selanjutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sedangkan di SKB sendiri, materinya akan jauh lebih spesifik dibandingkan SKD. Pada SKB, materinya akan membahas tentang posisi khusus yang dilamar oleh peserta. Misalnya, apabila peserta melamar untuk posisi guru SD, maka pertanyaan saat SKB dengan Computer Assisted Test (CAT) juga tentang keguruan.

TKP, TWK dan TIU

Untuk sub tes TKP, merupakan tes yang menilai karekater pribadi kita dengan penitikberatan pada kepentingan terhadap negara. Jadi, jawaban terbaik dalam soal TKP adalah yang terbaik untuk negara, organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Jawaban dengan unsur positif, percaya diri, integritas dan berlogika adalah pilihan terbaik. Penilaian terbesar dari sub tes ini adalah mengukur seberapa sebesar:

1.       Integritas Diri

2.       Semangat Berprestasi

3.       Kreativitas dan Inovatif

4.       Orientasi dan Pelayanan

5.       Kemampuan Beradaptasi

6.       Pengendalian Diri

7.       Kemampuan Bekerja Mandiri dan Tuntas

8.       Kemampuan Bekerja Dalam Kelompok

9.       Kemampuan Bekerja Secara Berkelanjutan

10.   Menggerakkan dan Mengoordinasi

11.   Kepekaan Terhadap Orang Lain

Pada sub tes TKP ini, skor tertinggi dari setiap soal adalah lima, sedangkan yang paling rendah adalah satu. Jadi, sebisa mungkin pelamar dapat mengisi semua jawaban pada sub tes ini, karena walaupun salah, pelamar tetap akan mendapatkan poin satu minimal. Dan ingat, jawablah soal-soal pada TKP ini dengan cepat dan tepat (kurang dari 30 detik sudah terjawab), agar pelamar dapat maksimal di sub tes yang membutuhkan analisa hitung-hitungan pada TIU. Tentu saja, pada TKP ini, pelamar tetap harus melampaui passing grade sebesar 126 agar lolos pada sub tes ini.

Selanjutnya pada TWK memerlukan hafalan yang ekstra karena materinya seputar penguasaan konsep sejarah, nilai serta makna Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta penerapannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, pelamar harus banyak membaca tentunya agar penguasaan terhadap materi kebangsaan Indonesia dapat maksimal. Dari tahun ke tahun, jenis materi soal yang diujikan dalam TWK meliputi:

1.       Sistem tata negara Indonesia, baik dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah

2.       Sejarah perjuangan bangsa

3.       Peran Bangsa Indonesia pada tatanan regional hingga global

Untuk TIU, ini adalah sub tes yang umumnya diraskan paling menakutkan bagi para pelamar. Bagaimana tidak, pengerjaan soal TIU ini terbilang membutuhkan waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan TKP ataupun TWK. Bila TKP dan TWK rata-rata bisa diselesaikan dengan waktu kurang dari 50 detik, maka TIU bisa lebih dari dua menit pada soal tertentu. Jadi, strategi manajemen waktu pengerjaan tes SKD ini adalah dengan mengerjakan soal TKP dan TWK secepat mungkin agar dapat menyelesaikan TIU sebaik mungkin.

Supaya pelamar bisa mendapatkan skor TIU dengan maksimal, maka pelamar perlu banyak-banyak mengerjakan kisi-kisi soal yang sudah banyak beredar, baik itu dari modul bank soal sampai materi di internet. Kuantitas akan menentukan kualitas. Semakin sering pelamar menegerjakan dan menemui pemecahan masalah soal TIU, kemungkinan besar akan semakin mahir untuk membiasakan diri menyelesaikan soalnya. Tentu saja, selama tiga bulan sebelum tes SKD berlangsung, pelamar harus rutin mengerjakan soal TIU setiap hari.

Soal TIU sendiri terdiri dari komponen:

1.       Baris dan Deret

2.       Matematika Dasar

3.       Hitung Perbandingan

4.       Tes Vigural

5.       Sinonim

6.       Antonim

7.       Analogi

8.       Pemahaman Wacana

9.       Penalaran Logis

10.   Penalaran Analitis

Jangan lupa, jumlah soal TIU terdiri dari 35 butir. Agar pelamar bisa lolos passing grade pada sub tes TIU, maka harus bisa mengerjakan minimal 16 soal benar. Jika sudah ada 16 soal yang terjawab benar, amanlah sudah. Lalu, supaya persiapan menghadapi total 100 butir soal SKD ini dapat maksimal, maka pelamar harus banyak-banyak berlatih soal dan hafalan, idealnya minimal empat bulan sebelum tes diselenggarakan. Rinciannya adalah:

Bulan pertama, adalah membaca seluruh materi yang ada dalam buku bank soal yang tebal tersebut. Coba jadwalkan dalam sehari setidaknya pelamar bisa belajar dalam waktu 90 menit. Mengapa 90 menit? Supaya kita terbiasa dengan rutinitas 90 menit yang menjadi waktu pelaksanaan SKD. Biasakan habiskan waktu 90 menit setiap hari ini untuk membaca buku dari bank soal CPNS di bulan pertama.

Selanjutnya, bulan kedua dan ketiga biasakan untuk selalu mengerjakan soal hingga tuntas selama 90 menit. Jika sudah selesai, maka keesokan harinya pelamar dapat lihat pada pembahasan materi sembari menghitung skor kemampuan pelamar. Jika soal-soal di bank soal sudah habis, pelamar bisa mengeprint atau mengerjakan bank soal dari ebook yang sudah banyak beredar. Intinya, jangan lewatkan satu hari pun tanpa melihat soal. Buatlah selang-seling, mislanya hari ini mengerjakan soal, keesokan harinya penilaian dan pembahasan. Begitu seterusnya sampai bulan ke tiga usai.

Memasuki bulan keempat sebelum ujian, pelamar perlu membiasakan mengerjakan soal dengan sistem CAT. Biasnya BKN sendiri di websitenya ada simulasi CAT yang mirip dengan saat pelaksanaan hari H nanti. Jika pelamar coba browsing di search engine, sudah banyak situs yang menawarkan simulasi CAT SKD ini. Aktivitas ini dilakukan setiap hari agar pelamar terbiasa mengerjakan menggunakan komputer atau PC. Sehingga saat pelaksanaan hari H nanti, pelamar tidak kagok atau canggung dalam mengerjakan soal SKDnya.

Terakhir, apapun hasilnya tetaplah semangat. Apabila pelamar gagal seleksi CPNS, jangan berkecil hati dan jadikan ini sebagai pelajaran mahal yang bisa diambil hikmahnya. Setelah melewati empat bulan berkutat dengan materi CPNS, maka kemungkinan besar tingkat kedisiplinan pelamar juga akan terbangun. Dalam alam bawah sadar pelamar, akan mulai terbentuk sikap kemandirian, keuletan, kesabaran dan kekuatan mental baja untuk menghadapi berbagai macam problematika ke depannya. Semoga tahun ini lulus CPNS ya!

Sabtu, 22 Mei 2021

Eating Clean: Gaya Hidup Untuk Kesehatan dan Lingkungan

 

(Sumber Gambar: Tirto.id)

Saat ini, Indonesia tengah dihadapkan dengan permasalahan pelik soal lingkungan yang disebabkan oleh sampah makanan. Dilansir dari infografis Tirto.id di tahun 2020, Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia setelah Arab Saudi, sebagai negara penghasil sampah makanan terbanyak. Data tersebut menyebutkan bahwa rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan sampah makanan sebanyak 300 kilogram pertahunnya. Limbah makanan di Indonesia menjadi sebuah ironi, mengingat masih banyak penduduk papa yang masih menderita kelaparan. Untuk itu, kita perlu bertanggung jawab bersama agar perkara sampah pangan ini bisa semakin lenyap di masyarakat.

(Sumber Gambar: Gramedia.com)

Dunia pun kini tengah menyoroti problematika ini, karena imbas negatifnya menyangkut masalah global. Bahkan dalam buku “Homo Deus: a brief history of tomorrow” (2016) karya Yuval Noah Harari yang terkenal itu, disebutkan bahwa surplus santapan yang melewah ruah akan menjadi ancaman penduduk bumi di masa depan. Di masa depan, diprediksi akan lebih banyak insan yang mati karena terlalu banyak mengonsumsi hidangan dibandingkan orang yang kelaparan. Maka dari itu, kita perlu untuk mengubah life style kita agar lebih efisien dan efektif dalam mengonsumsi makanan sehari-hari. Salah satu sepak terjang skala mikro yang bisa dilakukan oleh khalayak di manapun berada adalah dengan menerapkan gaya hidup bebas sampah makanan pada aktivitas keseharian. Atau setidaknya, kita bisa memulai untuk meminimalisir sampah makanan kita sendiri karena efek buruknya bagi keuangan pribadi dan lingkungan yang begitu besar.

(Sumber Gambar: Media Indonesia)

(Sumber Gambar: Mongabay Indonesia)

Kita semua paham, dengan memperbanyak sampah makanan berarti telah terjadi proses yang tidak beres sehingga mengakibatkan ketidakefisienan dalam pemanfaatan keuangan kita. Sampah makanan yang sebenarnya dapat kita olah kembali tersebut pada akhirnya tereliminasi dengan sia-sia, sementara itu masih ada kandungan nilai gizi dan ekonomi di dalamnya. Selain itu, residu kudapan juga berkontribusi secara masif terhadap munculnya gas rumah kaca, yang dapat membuat planet semakin gerah. Dengan mengimplementasikan gaya hidup bebas sampah makanan dari sekarang, harapannya di era anak cucu kita nanti, Indonesia sudah terbebas sampah makanan.

(Sumber Gambar: bandungfoodsmartcity.org)

Kita juga perlu mengapresiasi beberapa inisiatif positif atau gerakan sosial di masyarakat yang perhatian terhadap fenomena ini. Misalnya saja Bandung Food Smart City yang mengampanyekan gaya hidup minim sampah makanan di masyarakat melalui program-program zero food waste-nya. Bandung Food Smart City yang diinisiasi oleh Rikolto Indonesia (VECO), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Parahyangan (FISIP UNPAR), dan Pemerintah Kota Bandung, ini diharapkan bisa menjadi embrio sekaligus percontohan food smart city bagi kota-kota besar di Indonesia lainnya, agar mereka dapat ikut mengambil peran dalam upaya mengurangi limbah makanan. Dengan moto: “Ambil, Makan dan Habiskan”, Bandung Food Smart City menyerukan visi dan misinya untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga kelestarian jagat buana ini.

Melalui aksi dan persuasi semacam ini diharapkan sekitar 13 juta ton santapan yang dibuang di Indonesia setiap tahunnya dapat tereduksi. Dampak positif jangka panjang bagi alam pun juga akan terasa, seperti misalnya lahan pertanian akan semakin efektif dalam menyuplai bahan makanan ke masyarakat. Selain itu, saat ini kita juga dihadapkan dengan fenomena terdegradasinya lahan pertanian di Indonesia karena kebutuhan pembangunan perumahan, mall, kawasan industri dan pabrik.

Di samping itu, salah satu gaya hidup yang dapat membantu kampanye dalam meminimalisir sampah makanan adalah dengan menerapkan eating clean. Eating clean sendiri merupakan gaya hidup sehat, sederhana dan murah dengan mengonsumsi makanan yang sehat serta tepat dengan porsi yang cukup. Sehingga penerapan pola ini tidak menyisakan makanan untuk dihambur-hamburkan secara berlebihan lagi. Gaya hidup ini dipopulerkan oleh Inge Tumiwa-Bachrens melalui bukunya yang berjudul “Eating Clean” (2016): 20 Langkah Mudah Membiasakan Makan Sehat. Buku tersebut memaparkan tentang pola makan sehat yang tidak berlebihan, namun kaya akan nutrisi. Falsafah eating clean ini senada dengan semangat yang digagas oleh Bandung Food Smart City yang telah dipaparkan di atas.


(Sumber Gambar: Mojok Store)

Bahwasannya, kita semua perlu memulai pola hidup yang sederhana dan disiplin dalam mengonsumsi makanan seperti eating clean ini. Kita akan dituntun untuk mulai mengendalikan diri serta selektif dalam aktivitas konsumsi, supaya makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak berisiko merusak kesehatan. Gaya hidup eating clean sendiri selain bermanfaat bagi tubuh karena dapat menghalau penyakit-penyakit, juga akan berdampak positif terhadap kebersihan lingkungan. Melalui eating clean ini, kita akan tahu jenis makanan apa saja yang harus dikurangi dan hentikan, bagaimana cara untuk memulai pola makan sehat yang sederhana dan mengapa kita perlu untuk sering makan di rumah.

Eating clean lebih menekankan kepada kita tentang bagaimana cara kita memilih jenis makanan yang sehat untuk dikonsumsi setiap harinya. Dengan semboyan “you are what you eat”, maka setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh haruslah benar-benar menyehatkan, supaya efek ke dalam tubuh dan jiwanya juga positif. Berikut ini beberapa cara supaya kita dapat menerapkan gaya hidup eating clean antara lain:

1.       Makan makanan organik

2.       Minum dua liter air per hari

3.       Perbanyak protein tanpa lemak, buah, sayuran dan sedikit karbohidrat

4.       Sesuaikan porsi makan dengan aktivitas fisik

Jadi, mulai saat ini mari kita kurangi kebiasaan menimbun sampah makanan. Kita sudah tahu, selain bermasalah bagi keuangan kita, limbah makanan juga menyebabkan masalah iklim. Limbah makanan yang terbukang akan menciptakan gas metana yang jauh lebih berbahaya daripada karbon dioksida. Dengan gaya hidup eating clean, kita bisa tetap makan enak, hemat dan ikut berkontribusi dalam menyelamatkan bumi.

Save Food!

Save Money!

Save the Planet!

Senin, 10 Mei 2021

Jack Ma, Bahasa Inggris dan Manfaat Kursus

(sumber: wikipedia.org)

Siapa yang tak kenal dengan sosok Jack Ma, sang founder sekaligus mantan CEO dari perusahaan raksasa Alibaba Group asal Tiongkok? Hampir semua masyarakat dunia telah mengenalinya sebagai seorang pengusaha yang sangat sukses, inovator serta motivator. Selama lima tahun terakhir ini, kata-kata mutiara atau quotes bijak dari Jack Ma tak pernah absen dalam menghiasi forum bisnis atau pun kewirausahaan. Di balik kesuksesannya dalam membangun perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok tersebut, siapa sangka kalau ternyata background pendidikan Jack Ma bukanlah dari information technology (IT) ataupun ilmu komputer.

Jack Ma yang berkali-kali masuk ke dalam orang berpengaruh di dunia versi majalah Forbes ini, mempunyai latar belakang pendidikan sarjana bahasa Inggris dari Universitas Keguruan Hangzhou. Kemahiran dalam berbahasa Inggris inilah yang menjadi bekal dia dalam mudahnya mendapatkan peluang bisnis ketika komputer dan internet masuk ke Tiongkok. Saat itu, tahun 90-an awal, internet masih didominasi dengan bahasa Inggris dan Jack Ma dengan gampangnya menyerap informasi yang disajikan. Kemahiran dalam berbahasa Inggris itulah yang membuat Jack Ma mudah untuk berkomunikasi di dunia maya dengan orang-orang di belahan dunia mana pun. Hingga pada akhirnya, Jack Ma sukses berdagang atau berbisnis melalui internet dan mulai mendirikan perusahaan raksasanya itu.

Dari Jack Ma, kita bisa belajar bahwa bahasa Inggris merupakan medium percakapan internasional yang hakiki serta berpeluang untuk menjangkau banyak orang. Orang yang cakap berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara luwes, baik secara teks ataupun verbal cenderung akan bisa memahami pergerakan tren dunia. Selain itu, kemahiran bahasa Inggris juga sangat diperlukan pada era kolaborasi seperti sekarang ini, di mana komunikasi antar negara sudah tidak ada batasan. Internetlah yang memaksa, agar manusia lebih mendalami lagi komunikasi internasional ini.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk bisa menguasai bahasa Inggris karena manfaatnya yang sangat besar pada era disrupsi informasi seperti sekarang ini. Terutama bagi anak muda generasi X dan Y alias milenial, di mana kemampuan bahasa Inggris dapat dipergunakan untuk meningkatkan kompetensi, jenjang karir atau bahkan kemudahan mencari pekerjaan yang diidam-idamkan. Sedangkan untuk generasi Z dan Alpha, kefasihan bahasa Inggris dapat memudahkan dalam hal pendidikan, misalnya saja mencari beasiswa kuliah ke luar negeri dan lain sebagainya.

Sedangkan kursus bahasa Inggis adalah sarana yang paling efektif agar kemampuan kita dapat meningkat secara efektif dan maksimal. Dunia yang sudah serba digital seperti sekarang ini, memungkinkan kita untuk mendapatkan kursus bahasa Inggris di mana pun berada dan kapan pun. Melalui kursus bahasa Inggris online, anda akan mendapatkan metode pembelajaran yang terbaik dalam menjalani kursus bahasa Inggris. Selain itu, sebaiknya memang anda harus kursus bahasa Inggris online pada lembaga yang telah terpercaya dan dapat membantu anda menemukan solusi untuk mencapai tujuan anda.

Untuk itu, anda perlu kursus bahasa inggris online di ICAN Education Consultant, yang merupakan konsultan pendidikan luar negeri yang berbasis di Tangerang dan Jakarta, serta telah tersebar di beberapa kota besar, seperti Yogyakarta, Balikpapan, dan Kalimantan Timur. ICAN Education adalah konsultan pendidikan yang sangat berpengalaman dan profesional dalam menyelenggarakan kursus bahasa Inggris, khususnya bagi para pelajar yang hendak untuk studi ke luar negeri. Sedangkan untuk kursus bahasa Inggris online-nya akan diadakan oleh ICAN English.

Apabila anda bergabung untuk mengikuti kursus bahasa Inggris online di ICAN English, maka kelas-kelas yang bisa anda ambil antara lain:

1.       IELTS Class Preparation

2.       TOEFL Class Preparation

3.       Pearson Test of English (PTE)

4.       General English

Selama kursus, ICAN English akan memberikan materi pembelajaran yang berbasis kurikulum standar Cambridge University untuk IELTS dan sistem penilaian dari ETS untuk TOEFL. Sedangkan materi pengajarannya dibuat khusus sesuai dengan materi tes resmi IELTS atau TOEFL. Selama kursus bahasa Inggris online tersebut, tim ICAN English akan terus memantau perkembangan para siswanya dengan tes rutin, agar hasil pembelajaran bisa maksimal.

So, tunggu apa lagi. Ayo ikuti kursus bahasa Inggris agar anda semakin mahir serta mampu bersaing di kancah global. Keahlian bahasa Inggris akan membuka banyak kesempatan dalam hidup anda. Anda bisa berinteraksi dengan banyak orang di belahan dunia sana, kuliah di universitas bergengsi atau bahkan bisa menjadi pebisnis hebat seperti Jack Ma.