Selasa, 07 Agustus 2012

Pengembangan Industri Kreatif


Industri pokok utama yang tidak akan mati di pasaran adalah yang memuat muatan sandang, papan, dan pangan. Persaingan dan kondisi permintaan barang-barang sandang, papan, dan pangan sangatlah besar. Apabila ingin menjadikan industri kebutuhan pokok tersebut bertahan dipasaran, maka dibutuhkan manajemen dan variasi barang yang banyak. Akan tetapi, untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan modal yang sangat besar. Dari segi modal tenaga dan modal uang harus tercukupi agar mampu berkompetisi di tengah persaingan pasar.

Dengan modal yang kecil, dan tata kelola yang seadanya, akan membentuk industri bahan pokok ini menghasilkan profit yang relatif kecil juga. Apalagi tidak semua orang tidak memiliki modal yang cukup untuk berwirausaha bahan pokok ini. Solusi untuk masalah ini, dibutuhkan ranah pekerjaan wirausaha yang membutuhkan modal relatif kecil dan dapat diterapkan  oleh siapa saja.

Seperti yang kita ketahui bahwa para lulusan sarjana yang mencari pekerjaan banyak yang tidak mendapati pekerjaan. Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi dunia pendidikan yang tidak semuanya menyediakan para lulusan dengan keterampilan untuk bekerja dan menjadi pegawai. Lulusan sarjana yang menganggur pada dasarnya memiliki kemampuan logika ilmiah yang sebelumnya ditempa di perguruan tinggi. Sebagian besar perguruan tinggi sudah memberikan softskill bagi mahasiswanya untuk dapat mengelola dan mengatur suatu perencanaan. Selain itu, berkat kemampuan logika tersebut, mahasiswa lulusan sarjana diharapkan memiliki inovasi-inovasi serta kreatifitas dalam menciptakan sesuatu.

Maka dari itu, bagi lulusan sarjana yang ingin terjun dalam dunia wirausaha, akan lebih baik apabila membuat industri kreatif. Industri kreatif ini dapat dikatakan menjadi kebutuhan pokok manusia yang keempat. Dengan demikian, permintaan akan industri kreatif akan meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi. Seperti industri kreatif yang berbasis seni, teknologi, dan barang konsumsi. Seakan-akan industri ini memiliki muatan nilai complementer sehingga dapat membuat nilai jual suatu barang dapat meningkat.

Pengembangan industri kreatif apabila dikembangkan akan membuat perekonomian memiliki peningkatan dalam hal creativepreneurship. Di negara- negara industri, kegiatan creativepreneurship mendapatkan raupan devisa negara. Untuk industri jenis ini, dibutuhkan ide-ide dan inovasi yang brilian. Bagi masyarakat yang cenderung memiliki kemampuan inovasi dan logika yang baik dapat menggunakan industri kreatif ini sebagai lahan bisnis, terutama para sarjana yang masih mencari kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar