Minggu, 30 Desember 2012

Lima Album Indonesia Terbaik Tahun 2012


Noah – Seperti Seharusnya
Album yang berisikan 10 lagu ini merupakan album paling terkonsep yang akhir-akhir ini banyak dipromosikan di restoran cepat saji, di iklan, dan dengan konser yang mendapatkan penghargaan dari MURI. Album pertama NOAH yang berjudul ‘Seperti Seharusnya’ memang membuat daya tarik tersendiri bagi penggemar Ariel. Setelah mendengan hit single ‘Separuh Aku’ yang sering diputar di radio dan televisi, saya juga masih bisa mendengar karya tersebut memang masih terasa Peterpan. Bahkan antara Peterpan dan NOAH memiliki ciri khas nada dan gaya lirik yang hampir sama, bahkan malah tidak ada perubahan antara Peterpan dan NOAH.
Maka dari itu saya menyimpulkan bahwa perubahan dan ciri khas mereka tidak berubah. Bahkan saya sangat menginginkan hal ini terjadi. Untungnya saja mereka hanya berganti nama dan bertambah perosonil baru. Penambahan personil baru David juga sangat membuat musik NOAH semakin megah dan saya mendengarkannya mirip dengan Coldplay. Suara piano yang merupakan ciri khas Coldplay ini membuat lagu mereka semakin megah. Simak saja lagu ‘Raja Negeriku’ yang dibawakan secara menggema dengan tema nasionalisme melalui pertandingan olah raga.
Pada lagu yang diciptakan oleh Ariel dan Ryan D’masiv yang berjudul ‘Hidup Untukmu, Mati Tanpamu’ juga sangat identik dengan musik-musik khas band yang dilabeli oleh Musica. Bahkan lagu NOAH pada track ini sangat kental nuansa D’masiv. Jadi saya pikir bahwa label Musica merekrut band-bandnya dengan musik-musik dan nada vokal yang cukup identik. Selain itu, lagu terdengar seperti Nidji ketika membawakan ‘Jika Engkau’ dan ‘Ini Cinta’. Terbersit di kepala saya jika Musica mengkiblatkan musiknya pada Coldplay.
Sembari mendengrakan NOAH, saya juga bergantian mendengarkan track Coldplay pada album Viva La Vida. Bahkan lagu Raja Negeriku sempatnya saya berpikir dapat disandingkan dengan lagu-lagu Speed of Sound pada album Coldplay yang lama. Penelitian terbatas saya ini terkesan sangatlah subjektif sehingga artikel ini akan lebih mirip pada review album ketimbang analisa kritis. Selanjutnya, penelusuran saya berlanjut pada musik-musik anthemic Coldplay seperti ‘Yellow’ dan ‘Paradise’. Kemudian menemukan kalau NOAH ini menurut saya benar-benar mengkiblatkan kepada Coldplay.Setelah itu, saya dengarkan sampai selesai album NOAH ini, dengan di HP saya memutar Full album Viva La Vida. Dan saya melihat keidentikan album ini dan pencapaian yang telah dibuat Ariel CS ini sangatlah mirip. Menurut saya, ekplorasi musik dan berkembangnya sound yang mereka pilih bisa diibaratkan kalu album ‘Seperti Seharusnya’ ini adalah Viva La Vida-nya Ariel CS.

Seringai – Taring
Album yang paling ditunggu-tunggu bagi para serigala militia dengan berisikan 12 lagu campuran yang tetap brutal. Dibuka dengan mukadimah yang sangat mengena dikepala berupa “Canis Dirus”. Selanjutnya penekanan secara nyata dengan lagu berjudul “Taring” dengan lirik yang ditekankan oleh Arian13 ‘menghajar dunia, dari suasana duka. ‘Taringku buktikan, tahun-tahun berlalu, aku sempurnakan’ menunjukkan jika dalam membuat album ini sangatlah sulit dan butuh waktu yang lama. Lagu bertema Scifi yang berasal dari film Star wars juga secara sukses dibawakan. Hal ini menandakan bahwa tema sains fiksi bisa dibawakan dengan balutan musik metal melodic. Lagu ‘fett, sang pemburu’ yang paling unik dan terbaru dari tema Seringai  sebelumnya.
Tidak hanya itu, tema lama yang menunjukkan ketiadaan kutukan bagi umat manusia tercermin dalam nomor ‘tragedi’. Lagu dengan bassline yang sangat khas dari Sammy Bramantyo ini menjadi anthem bagi album ini. Tidak hanya bersenang-senang dengan tema anti moralitas khas anak muda, lagu ini juga memiliki nomor semangat brutal dalam konser. Simak saja lagu “Program Party Seringai” yang mengajak mossing seluruh pendengar.
Bisa dikatakan album ini menjadi album wajib yang harus dimiliki, dan sangat anthemic serta isotonik bagi dahaga album yang beredar tahun 2012. Bahkan dengan mengcover lagu tradisional Batak pun bisa sebegitu menyenangkan untuk di dengar. “lissoi” telah mengajak acara mabuk sampai pagi. Diakhiri dengan lagu “Gaza” dengan melodi gitar yang meraung bersautan-sautan dengan terompet Ucok The Autentics membuat lagu tanpa lirik ini memiliki makna tersendiri bagi pendengarnya.

Ras Muhammad & Daddy T – Berjaya
Tidak bisa disangkal, kolaborasi paling jenius tahun ini adalah antara Ras Muhammad dan Daddy T. Berjaya adalah buktinya. Album yang sangat terkonsep dengan kumpulan kolaborasi dengan berbagai artis reggae tanah dan kumpulan skit-skit yang melengkapinya membuat berjaya benar-benar dibuat serius. Detail dari musik dan liriknya menunjukkan suatu yang ‘next chapter’ dari album Ras Muhammad terdahulu dengan lirik yang lebih emansipatif.
Tidak seharusnya anak reggae terjebak dalam sunset dan sunrises belaka. Apalagi mengulang retorika no woman no cry, teriak dalam lagu berjaya sebagai pembuka. Generasi muda yang lebih emanispatif dalam melihat perkembangan zaman. Seharusnya juga ikut berubah dengan reggae yang modern. Selain itu, bentuk perlawanan terhadap keserakahan teknologi juga muncul pada track Teknologi yang diawali oleh skit dari Bob Marley. Secara keseluruhan ini adalah album wajib tahun ini yang bertemakan tentang emansipasi dengan berbagai latar belakang budaya Nasional, Ethiophia, dan Babylonia.

Andre Harihandoyo and Sonic People – Song For Rainy Days
Saya sudah membuktikannya, mendengarkan lima lagu dalam sons for rainy days Andre Harihandoyo and Sonic People di saat hujan dan langsung tertidur. Terlepas saya tipe yang mudah tertidur, lagu ini sudah membuat saya terjebak tiga kali ke neverland. Terutama pada lagu terakhir yang sekaliber dengan dongeng fabel. Lullaby mengandung zat penenang yang dibuat dengan bentuk gelombang audiosonik.
Lullaby adalah lagu nina bobok yang kontekstual dengan keadaan hujan di luar rumah. Menurut saya, album songs for rainy days merupakan album musik Indonesia yang didedikasikan untuk hujan. Coba dengarkan “Sleep child, dream on your pillow, Sleep child, the angels are here” yang diulang berkali-kali dengan suara rintik air hujan yang menenangkan sampai anda tertidur. Bahkan lagu ini lebih berpengaruh berkali-kali lipat membuat relaksasi dibandingkan CD audio hadiah buku ESQ.

Payung Teduh – Dunia Batas
Dengan hadirnya dan rilisnya album ini, tidak hanya meramaikan kancah musik Indonesia, akan tetapi juga memperkaya variasi musik yang ada. Dapat dikatakan album ini menjadi kepingan puzzle musik keroncong yang pernah terkenal pada era 60an. Meskipun keroncong berasal dari Portugis, akan tetapi keroncong yang ada pada album Dunia Batas ini memiliki ciri khas Indonesia dengan lirik sastra yang khas semenanjung malaka. Alhasil benar-benar sebuah penyegaran album Indonesia yang terlalu kebarat-baratan. Bisa dikatakan, keseluruhan dari track pada album ini menunjukkan penulisan sastrawi dalam lirik lagu menjadi poin utama, dan keroncong-jazz pun bisa menjadi alternatif musik keras monoton dengan lirik repetisi belaka.

Minggu, 25 November 2012

APEC 2013 : Pembuktian Indonesia dalam Menghadapi Globalisasi


Krisis global yang telah melanda mengakibatkan banyak negara kesulitan dalam melakukan perdagangan internasional. Krisis global ini tidak hanya dialami oleh negara-negara berkembang saja, akan tetapi negara maju juga mendapatkan dampaknya. Salah satunya adalah Amerika pada tahun 2011 mengalami krisis, dan berbagai negara di Eropa seperti Perancis juga mendapatkan imbasnya. Hal ini tidak dapat diprediksikankarena memang krisis terjadi dengan cepat dan sulit untuk dicegah. Untungnya, negara maju memiliki berbagai sumberdaya yang bisa dipergunakan untuk memperbaiki kondisi perekonomiannya.

Hal yang berbeda tidak berlaku pada negara berkembang. Negara tersebut cukup sulit untuk mengembalikan keadaan perekonomiannya yang mengalami krisis. Efek yang diterima oleh negara berkembang tersebut antara lain nilai tukar uang menjadi menurun, pengangguran bertambah, dan berbagai perusahaan tidak dapat melanjutkan fungsinya. Dampak buruk dari krisis ini lebih signifikan diterima oleh negara berkembang yaang memiliki perekonomian yang belum stabil.

Dalam ekonomi, pada akhirnya semua akan kembali ke pengangguran. Betapa pun banyaknya perhatian yang diberikan oleh para ahli dan politikus terhadap produk domestik bruto, inflsi, suku bunga, atau kekayaan suatu negara, pertanyaan sederhana mengenai apakah orang-orang memiliki atau tidak memiliki pekerjaan tetap yang utama. Tujuan untuk mencapai full employment (penggunaan tenaga kerja penuh) biasanya merupakan salah satu manifesto pertama yang dijanjikan oleh partai-partai politik di seluruh dunia. Tidak hanya itu, sistim perekonomian yang dirancang sedemikian rupa adalah untuk meminimalisir pengangguran.

Dalam pengertiannya yang paling luas, pengangguran berarti keadaaan tidak memiliki pekerjaan. Namun, menurut ekonom definisi tersebut tidaklah memadai. Ada perbedan besar antara pekerjaan kantor sementara yang semata-mata sedang berada dalam masa menunggu antara pekerjaan lama dan pekerjaan baru untuk beberapa minggu (pengangguran friksional) dengan seorang mekanik pabrik yang keterampilannya tidak lagi dibutuhkan karena industrinya telah memindahkan sebagian besar produksi ke luar negeri. Yang pertama akan segera kembali bekerja dan memberikan kontribusi pada output ekonomi dari sektor swasta; yang kedua mungkin perlu untuk dilatih kembali, sering kali atas biaya negara untuk suatu periode waktu yang signifikan.

Melihat permasalahan pengangguran yang semakin rumit untuk diatasi ini, sudah menjadi perhatian secara khusus bagi ILO (International Labour Organization). Negara dan dunia pun sudah mengerahkan berbagai cara untuk mengatasi pengangguran dengan membuat kebijakan dan riset oleh pakar ekonomi. Daalam upaya membedakan situasi yang berbeda, para ekonom telah merancang berbagai klasifikasi pengangguran. Menurut ILO, pengangguran adalah ketika seseorang tidak bekerja, tetapi secara aktif berusaha untuk kembali masuk ke pasar tenaga kerja.

Di Indonesia sendiri, tingkat pengangguran yang tinggi mengakibatkan sulitnya dalam pemerataan perekonomian. Masalah ini tidak hanya dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia, bahkan ini sudah menjadi fokus perhatian utama oleh masyarakat internasional khususnya yang berada pada wilayah Asia-Pasifik. Maka dari itu, munculnya organisasi yang beranggotakan negara maju dan negara berkembang adlaah suatu hal yang harus dilakukan untuk kerjasama memberantas pengangguran. Hal ini bermaksud dengan tujuan utama untuk membangun perekonomian daerah Asia-Pasifik dalam persaingan globalisasi.

Dengan terbentuknya wadah yang bernama APEC atau Asia-Pacific  Economic Cooperation atau Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik memungkinkan untuk negara-negara berkerjasama untu membangu perekonomian yang lebih stabil. Agenda yang harus menjadi pokok permasalahan dari APEC adalah masalah pengangguran dan energi. Hal ini dikarenakan permasalahan ekonomi yang paling krusial dan menyebabkan krisis di berbagai negara. Krisis energi dan minya di berbagai belahan negara menimbulkan konflik, dan masalah pengangguran yang mengakibatkan banyaknya demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah. Konflik ini tidak hanya berimbas pada tatanan perekonomian saja, akan tetapi sampai memakan korban jiwa dalam permasalahan ini.

Seperti yang kita ketahui bahwa APEC didirikan pada tahun1989. APEC bertujuan mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara-negara di Asia Pasifik. APEC saat ini memiliki 21 anggota, kebanyakan adalah negara yang memiliki garis pantai ke Samudra Pasifik. Garis pantai Samudra psifik yang luas ini merupakan area perdagangan bebas yang tepat untuk mengembangkan perekonomian. Garis pantai yang luas ini berpotensi besar untuk menjadi jalur perdagangan internasional.

Setelah KTT atau Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Rusia, tahun 2013 mendatang, lokasi KTT akan berada di Bali, Indonesia. Indonesia sebagai tuan rumah negara yang menyelenggarakan APEC haruslah mempersiapkan diri dengan baik karena permasalahan perkembangan ekonomi internasional akan dibahas dalam KTT ini. Setelah sebelumnya Indonesia mendapatkan berbagai pujian pada KTT di Rusia karena dapat menjalankan acara dengan maksimal. Hal ini juga karena peran serta mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia yang turut membantu pelaksanaan rangkaian acara KTT APEC di Rusia ini.

Diharapkan nantinya Indonesia sebagai  tuan rumah, akan membuat acara konferensi internasional ini membuahkan output yang secara nyata dapat diimplementasikan kepada perekonomian anggota APEC. Saran untuk agenda APEC yang akan diselenggarakan di Bali ini haruslah dalam maslaah pengangguran sebagai maslaah utama dalam perekonomian. Selain itu masalah krisis energi dan minyak yang harus segera dibuat kebijakannya untuk melindungi negara-negara anggota APEC agar tidak mengalami krisis ekonomi.  Selain ILO, yang berkaitan dengan masalah umum dalam ekonomi adalah OPEC.

Semua jenis komoditas penting bagi ekonomi global. Tapi semua negara sepakat bahwa komoditi yang tidak bisa digantikan menduduki posisi puncak adalah minyak mentah. Antara tahun-tahun awal milenium ini, dan tahun 2008 harga minyak secaara nominal meningkat tujuh kali lipat. Secara riil, peningkatan harga tersebut telah melampaui harga tertinggi yang pernah dicapai pada tahun 1970-an. Namun, sementara dua krisis sebelumnya secara spesifik bersifat politis, yang disebabkan oleh tindakan OPEC, krisis minyak kali ini lebih bersifat spekulatif.

Walau negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Norwegia memiliki cadangan minyak yang besar, proporsi cadangan minyak dunia yang jauh lebih besar ditemukan di Timur Tengah dan sejumlah wilayah yang memiliki ketidakstabilan politik. Penghasil minyak terbesar diantara semuanya adalah Arab Saudi, yang memiliki seperlima cadangan minyak dunia yaang diketahui. Pada tahun 1970-an sebagai respon terhadap sejumlah masalah politik di Timur Tengah, para produsen dengan cadangan minyak yang besar bersatu untuk membentuk Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). Organisasi tersebut dirancang sebagai sebuah kartel. Di dalam organisasi tersebut terdapat sekelompok penjual yang berkolaborasi untuk mengendalikan harga.

Antara tahun 1973 dan 1975, banyak produksi minyak mereka yang dihentikan, dan akibat pasokan global tersebut harga minyak pun berlipat ganda. Sebagai hasilnya, inflasi di Amerika Serikat melonjak ke tingkat dua digit dan pertumbuhan ekonomi melambat, menyebabkan negara tersebut, dan sejumlah negara barat lainnya mengalami stagflasi. Dampak selanjutnya adalah pengangguran besar-besaran diakibatkan oleh stagflasi ini.

Pengangguran di Amerika Serikat pun meningkat dari 4,9% menjadi 8,5% selama periode yang sama. Krisis tersebut pada akhirnya melemah setelah dilangsungkannya negoisasi politik dengan Arab Saudi, sementara pada saat yang bersamaan OPEC terbentur dengan realitas ekonomi yaitu lebih sedikit pembeli minyak berarti lebih sedikit pendapatan bagi OPEC, oleh karena itu para anggota kartel tersebut mulai memompa produksi minyak hingga melampaui kuota yang telah ditetapkan guna meningkatkan penghasilan mereka.

Pada akhirnya, harga minyak kembali meningkatkan inflasi di seluruh dunia, tetapi krisis keuangan global yang terjadi pada saat itu telah menyebabkan penurunan ekonomi besar-besaran, yang dengan cepat mendorong harga minyak turun kembali hingga di bawah 40 US Dollar per barel pada akhir tahun. Permasalahan ini akan terus berulang-ulang pada siklus penggunaan minyak di dunia. Apabila tidak diselesaikan cara penanggulangan yang baik, maka dunia akan mengalami kekacauan ekonomi karena semua harga didasarkan kepada patokan harga minyak.

Krisis inergi atau krisis minyak ini seharusnya menjadi rekomendasi KTT APEC di Indonesia nantinya. Masalah krisis minyak dan maslah pengangguran did aerah Asia-Pasifik menjadi hal dominan terjadi. Permasalahan ini harus segera diselesaikan demi mewujudkan tatanan ekonomi yang stabil antar negara dalam rangka menghadapi globalisasi ini. Dengan mematahkan krisis keuangan yang terjadi di daerah Asia-Pasifik, akan mendorong juga mengenai perbaika perekonomian dalam dunia global.
C = SN(d1)-kexp(-rt)n( d2)
Persamaan Black-Scholes melakukan sesuatu yang tampak mustahil. Kelihatannya, persamaan tersebut semata-mata merupakan sebuah cara untuk mencari tahu bagaimana seharusnya memberikan harga pada sebuah options di pasar derivatif. Persamaan tersebut merupakan rumus matematika yang ternyata tidak mengikutsertakan resiko dari melakukan investasi di pasar tersebut. Dengan mengikuti persamaan tersebut, tampaknya investor dapat menghindari kehilangan jutaan hanya dnegan menjual saham dalam jangka pendek ketika harga turun.

Ekonom Inggris A.W. Philips mendeteksi adanya hubungan yang misterius antara tingkat pengangguran dan inflasi. Jika pengangguran turun di bawah suatu tingkat tertentu, upah, dan oleh karena itu inflasi, akan meningkat ketika perubahan bersedia untuk membayar lebih demi mempertahankan para pekerjanya. Kebalikannya berlaku pada kondisi tingkat pengangguran yang tinggi, yang cenderung menekan inflasi. Dalam bahasa ekonomi, ada korelasi negatif antara inflasi dan pengangguran.

Dalam permasalahaan krisis yang berujung pada pengangguran, permasalahan diatas merupakan kontribusi untuk terjadinya boom dan bust pada serangkaian krisis keuangan. Selain itu, persamaan ini juga menunjukkan bahwa kemerosotan ekonomi yang membuat jutaan orang kehilangan sebagian besar dari kehidupan mereka. Persamaan tersebut menjelaskan secara detail terjadinya krisis keuangan yang melanda dunia yang dimulai dari tahapan-tahapan yang terlihat biasa saja, akan tetapi dampak selanjutnya sangat tidak terduga.

Persamaan Black-Scholes ini sangat berpotensi besar pada negara berkembang yang memiliki kedaan pasar yang tidak memiliki pelindung cadangan. Hal tersebut seharunya sangat diwaspadi bagi negara berkembang seperti Indonesia ini karena bisa kapanpun keadaan pasar panik dapat mengancam kestabilan perekonomian bangsa ini. Maka dari itu, tantangan bangsa Indonesia antara lain adlaah mengagendakan permasalah perekonomian ini untuk dibahas dalam KTT APEC di Bali nantinya.

Pembahasan agenda agar dapat mencegah terjadinya krisis ini merupakan tantangan bagi Indonesia sebagai penyelenggara APEC tahun 2013 ini. Apa bila permasalahan utama sudah terbahas di dalam agenda APEC 2013 yang berkaitan pada masalah isu pengangguran, minyak, dan krisis keuangan ini maka output dari kebijakan dunia dapat diimplementasikan dengan baik.  APEC 2013 ini merupakan sebuah pembuktian bahwa Indonesia dapat berkontribusi besar dalam menghadapi era globalisasi ini.

Minggu, 18 November 2012

Komunisme?


Oleh: Tubagus R. Ramadhan*

Kejam? Jahat? Pengkhianat? Beberapa kata yang (mungkin) pernah terlintas di benak kita semua komunisme pernah menjadi sebuah terminologi yang dicinta sekaligus dicerca sedemikian rupa oleh masyarakat dan pemerintah.

Henk Sneevliet adalah orang yang dapat dikatakan berjasa dalam mengenalkan ideologi ini di Indonesia. Sempat populer namanya dalam berbagai literatur sejak Lenin memperkenalkannya setelah kejadian Februari 1917, yang akhirnya dikenal sebagai Revolusi Rusia, terminologi komunisme menjadi begitu populer. Paham komunisme sendiri sebenarnya telah dikenal jauh sebelum daulat seremonial Uni Soviet tersebut pecah. Engels dan Marx pernah beberapa kali menyinggung, dan bahkan merancang sebuah manifesto bertitel komunis, dalam penulisan-penulisan mereka.

Di Indonesia, paham ini dipercaya beberapa sumber dikenalkan oleh sebuah organisasi bertitel Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang disinyalir memupuksuburkan ajaran komunisme di dalam pertemuan-pertemuannya. Meskipun demikian, banyak pula pihak yang yakin bahwa benih-benih ajar komunisme sebenarnya telah eksis sejak maraknya perdagangan buku-buku asing ke Semenanjung Malaka yang merupakan celah ekonomi ke Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Terlepas dari asal-muasal komunisme yang diidentikkan dengan perjuangan melawan kelas penguasa modal tersebut, masyarakat Indonesia sebenarnya memiliki cerita dan romantisme dengan klausa ideologi komunis. Dalam buku-buku pelajaran yang beradar di sekolah dasar hingga menengah, gelagat komunis dan para tokohnya seringkali disejajarkan dengan sebuah tindakan revolusioner yang memecah belah ketentraman negara. Ada pula sisipan sejarah yang menuliskan, walau sedikit yang rinci dan menjadi referensi masyarakat, bahwa pernah ada ‘hubungan’ mesra antara penguasa pertama negara ini dengan para petinggi ajaran yang dikenal dengan lambang palu arit ini. Bahkan, terdapat sumber tak bertanggungjawab yang mengatakan bahwa bapak pelopor bangsa tersebut juga diinspirasi oleh semangat komunisme ketika ia mematenkan konsep marhaenisme karyanya.

Kebanyakan orang dengan angkuh mengatakan bahwa cita-cita komunisme telah runtuh, baik di dunia internasional ataupun di Indonesia, pasca ‘menyerahnya’ Gorbatchev kepada seterunya waktu itu Amerika Serikat. Kita, masyarakat Indonesia kebanyakan, bahkan mungkin sudah ‘antipati’ kepada paham, bahkan mungkin sekedar kata Komunisme, sejak tahun 1966. Ditambah 32 tahun penuh dengan propaganda anti komunisme dari pemerintah The Smilling General, komunisme dicap sebagai ‘common enemy’ di negara ini.

Satu hal yang perlu kita ingat dan kita teliti, selama 32 tahun itu pula pola pikir kita telah disetir mengenai pemahaman komunisme ini. Selama itu pula kita jarang untuk menelisik bahwa stigmatisasi itu masih ada bagi mereka yang pernah berkaitan dengan konteks komunisme. Lantas, kedigdayaan demokrasi dapatkah dikatakan mentok ketika membicarakan hal  yang pernah terjadi sebelum ia muncul dengan hebatnya? Satu hal yang dpat dipastikan, bahwa pemikiran seharusnya tidak boleh dibatasi oleh sebuah entitas yang bahkan dapat dikatakan imaginer community beserta aparat-aparat yang mengatasnamakan kekuasaan imaginer pula.

*Pemimpin Redaksi Buletin Gerbatama Suara Mahasiswa UI dan Mahasiswa Kriminologi, FISIP UI 2010 

Kamis, 08 November 2012

Berdemokrasi dengan Beretika


Konsep Demokrasi
Beberapa negara telah memasukkan ke dalam dewan permusyawaratan rakyat dalam tatanan demokrasi, sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Negara mengambil utusan dari beberapa masyarakat kepada majelis konstitusi agar menjalankan fungsinya sebagai pengambil keputusan tertinggi negara ini. Hal ini dilakukan agar keputusan yang diambil oleh wakil rakyat tersebut benar merupakan representasi seluruh wakil rakyat tanpa terkecuali. Proses demokrasi akan berjalan jika keputusan negara mengangkat golongan-golongan tertentu yang dirasa mampu menjadi wakil rakyat memiliki signifikansi bagi kehupan masyarakat.
Demokrasi dipercaya sebagai alat yang ideal utama untuk mempersatukan kemajemukan seperti keadaan Indonesia. Dengan demokrasi, tak pandang budaya dan etnik, semuanya bebas untuk mendapatkan kesempatan dalam negara ini. Sebisa mungkin antara mayoritas dan minoritas dapat hidup harmonis. Harapan-harapan tersebut akan ditentukan secara nyata oleh regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Agar kehidupan yang mejemuk dapat berjalan serasi.
Harapan negara tipe ideal tersebut menginginkan agar untuk membuat masyarakat sejahtera. Hal yang rasional terjadi saat banyak kebebasan dalam negara tersebut, akan mengakibarkan terjadinya konflik akibat perbedaan pendapat. Jika kita menelusuri lebih dalam lagi, perbedaan pendapat ternyata bukan faktor penyebab konflik tersebut. Namun, kesejahteraan secara ekonomi lah yang menjadi kunci utama permasalahan.
Perlunya peran pemerintah yang professional  agar dalam pemenuhan pemerataan di dalam masyarakat dapat tercapai. Peran partai politik dalam kasus ini adalah sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah, jadi haruslah berjalan optimal lembaga tersebut. Tujuan partai politik sebagai penanaman ajaran ideologi juga sebagai penyampai aspirasi yang sulit diutarakan. Namun, jauh ke depannya, akan tampak sosok sebenarnya tujuan suatu partai politik.
Masyarakat yang sejahtera membutuhkan kondisi ekonomi yang stabil, sehingga peran dari partai politik yang bersaing untuk mendapatkan kekuasaan haruslah menghindari upaya kapitalisme dan monopoli ke depannya. Dunia politik seharusnya merupakan amanat untuk menjalankan roda pemerintahan yang baik, namun kapasitas dan tujuan aslinya harus menomorduakan masalah kepentingan keuntungan kelompok. kejujuran adalah pembelajaran untuk pemerintah dalam menjalankan fungsinya meskipun dalam praktiknya sangat sulit, hanya ini cara yang baik dilakukan.
Bukan suatu yang salah bila demokrasi digunakan sebagai sistem, hanya saja kebebasan dan proses penyaringan dalam politik harus tetap ditegakkan dengan menggunakan hukum. Dukungan dari penegak hukum yang cakap dan adil menjadi pemperlancar usaha untuk membangkitkan demokrasi yang sebenarnya di pemerintahan. Serta menjalankan proses politik yang benar sesuai dengan tujuan utamanya : rakyat.
Selanjutnya mengenai political process (proses politik) yang sering disalahgunakan artinya merupakan usaha untuk memperoleh akses pada kekuasaan politik dan menggunakannya untuk kepentingan mereka atau kelompok mereka sendiri. Konsep ini mengasumsikan bahwa politik dapat diperlakukan sebagai bidang institusional yang berfungsi sebagai pembuatan keputusan politik mereka. Jadi, tindakan yang baik dari pemerintah pastinya akan membuat efek yang positif bagi masyarakat. Politik bersih selamanya akan diterima masyarakat meskipun hambatan seperti persaingan dalam pengggulingan kekuasaan tetap ada.
Persaingan yang sangat bebas dalam negara demokrasi memunculkan kompetisi yang bisa bermuara pada liberalisasi pada masyarakat secara utuh. Pemerintah menjadi tak berdaya melawan invasi kebebasan masyarakat. Agar itu semua tidak terjadi, perlu kontrol masyarakat dalam bertindak sesuai kewajaran tanpa menganggu kestabilan nasional. Dan untuk itu, masyarakat juga seharusnya sadar akan kontribusinya secara nyata terhadap negara. Sehingga, antara kepentingan negara dan kesadaran masyarakat harus harmonis. Bila salah satunya ada yang menyimpang atau mendominasi, maka demonkrasi yang akan menggantikan demokrasi.
Saran : Elite Politik Perlu Pendidikan Etika
Seperti apapun posisi jabatan yang kita miliki, kita memiliki aturan-aturan cara bertingkah laku yang telah disesuaikan oleh kondisi masyarakat. Cara bertingkah laku ini memiliki fungsi untuk membantu orang dalam melaksanakan jabatannya dengan baik. Namun, apabila kita melanggar aturan sosial yang telah disepakati khususnya pada ranah formal akan mengakibatkan berbagai macam kritik dari masyarakat. Hal ini wajar, karena posisi tersebut harus dilengkapi dengan etika posisi yang berlaku yang mencirikan orang dalam memiliki jabatan.
Penggunaan etika sangat diperlukan dalam bertingkah laku, karena agar masyarakat dapat melihat tingkah laku kita sebagai kewajaran. Ranah yang menjadi sorotan utama masyarakat adalah ranah formal. Dalam ranah formal, dapat dilihat suatu fungsi pentingnya bagi masyarakat. Hal-hal yang dilakukan oleh orang dalam ranah formal akan menjadi perbincangan masyarakat. Apabila orang-orang dalam ranah ini berlaku tidak wajar, bersiap saja menuai banyak kritik.
Sebut sajalah elite politik yang bertingkah laku hedonis. Perilaku ini dinilai masyarakat sangat tidak beretika, karena tidak mencerminkan petinggi politik yang diharapkan masyarakat. Selain itu juga sifat hedonis membuat masyarakat cenderung mengikuti gaya hidup elite politik demi mendapatkan pengakuan prestise. Hal demikianlah yang membuat rusaknya suatu panutan agar masyarakat berkelakuan sewajarnya dan sederhana. Kesederhanaan akan lebih diterima secara universal daripada hedonisme yang penuh dengan curiga dan tanda tanya.
Hal yang perlu dilakukan oleh elite politik nadalah mengubah etika mereka sesuai posisi yang mereka miliki. Hal ini dikarenakan, apabila elite politik masih saja memiliki gaya hidup yang hura-hura akan dicurigai sebagai koruptor. Mengingat dalam analisa statistik menurut badan-badan pemerhati korupsi, negara kita menduduki posisi yang buruk amsalah birokrasi dan keberadaan korupsi. Dengan demikian, masyarakat tidak percaya jika elite politik yang hedonis tersebut mendapatkan kemewahannya dari kerja keras murni dari dirinya. Pasti masyarakat akan lebih berasumsi bahwa semuanya karena praktik-praktik kecurangan.
Untuk menghindari hal demikian, para elite politik perlu adanya pembelajaran etika. Pembelajaran etika berfungsi untuk menekan kesenjangan tingkah laku, agar masyarakat dapat melihatnya sebagai kewajaran. Masyarakat memiliki posisi penting untuk menilai segala aktifitas elite politik. Hal ini dikarenakan elite politik merupakan wakil dari rakyat dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan. Dengan demikian sifat hedonis tersebut hanya akan memperburuk citra pemerintahan kita.
Partai Politik dan Aspirasi Rakyat
Berdasarkan konsep demokrasi, tujuan dari partai politik adalah untuk menampung aspirasi rakyat. Konsep ini dikenal sebagai budaya politik dimana keterkaitan antara partai politik dan rakyat sangatlah erat. Konsep ini menjelaskan sikap-sikap, kepercayaan-kepercayaan, dan aturan-aturan yang memandu sebuah sistim politik oleh anggota dalam cakupan politik tersebut. selain itu, munculnya partai politik itu adalah cerminan dari budaya demokrasi dalam skala normatif.
Terlepas dari keadaan pragmatis mengenai partai politik dan aspirasi rakyat, memang secara normatif keduanya adalah satu paketan dalam demokrasi. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menemukan elemen-elemen budaya politik yang didalamnya adanya keterkaitan antara partai politik dan aspirasi rakyat. Apabila partai politik tersebut tidak dapat mengakomodir aspirasi rakyat, maka konsep budaya politik tidak dapat dipraktikkan.
Menurut G. A. Almond dan S. Verba, demokrasi ditemukan pada lima negara yang keadaan partai politiknya dan aspirasi rakyatnya stabil. Terdapat simbiosis mutualisme dalam keduanya. Kelima negara tersebut memiliki ciri individu, budaya politik mengombinasikan penerimaan dan penghormatan kepada otoritas politk dengan sikap yang tidak terpengaruh dan memiliki kebebasan atas otoritas tersebut. hal ini menunjukkan bahwa apabia kebebasan aspirasi rakyat tidak ada, maka matilah konsep demokrasi tersebut. selain itu imbas besarnya adalah partai politik mengalami disfungsi dan hanya sebagai lembaga yang memonopoli tanpa monitoring dari masyarakat
Proses partisipasi politik sangat diperlukan untuk terciptanya budaya politik. Wujud nyata dari partisipasi politik yang disebutkan oleh Almond salah satunya adalah konsistensi aspirasi dari masyarakat kepada partai politik. Keberadaan partai politik pastilah didasari oleh ideologi yang mereka anut. Sebagian besar partai politik adalah korektor bagi pemerintah dan penyalur keinginan masyarakat agar direalisasikan di parlemen. Dengan kata lain, partai politik adalah perpanjangtangannya masyarakat.
Vox populi, vox dei, suara rakyat adalah suara tuhan. Bukanlah hal yang berlebihan bila kita menggunakan istilah ini untuk menyatakan keadaan di atas. Keinginan masyarakat adalah keinginan kolektif yang memang harus dapat teraspirasikan pada tempat yang tersedia. Atas nama demokrasi, atas nama masyarakat, atas nama kehidupan.

Selasa, 16 Oktober 2012

Suara Rakyat Bukan Suara Tuhan


Perdebatan mengenai seberapa penting sebuah partai politik memang tidak mungkin sampai titik temu yang jelas. Untuk membuat artikel ini saja, saya sudah berdiskusi dengan mahasiswa politik dan mengikuti diskusi-diskusi yang diadakan pada sekitaran kampus. Dengan berbagai teori sistem politik, dijelaskan kalau partai politik merupakan sebuah keharusan yang ada dalam masyarakat demi mencapai keadaan demokrasi. Di lain pihak, pandangan juga ada dengan sekarut argumentasi yang menentang adanya partai politik, karena sama sekali tidak bisa dirasakan signifikansinya bagi masyarakat.

Pencarian keterkaitan antara partai politik dan aspirasi rakyat, sebagian besar merujuk pada semboyan vox populi vox dei yang berarti suara rakyat adalah suara tuhan. Menurut saya awalnya hal ini merupakan kaidah yang harus dikultuskan dan sangat wajib bagi rakyat. Akan tetapi, setelah saya melihat adanya diskusi di forum jakartabeat.net saya menjadi tahu jika semboyan itu sudah terlalu usang untuk era modern ini.

Pasalnya, pernyataan suara rakyat adalah suara tuhan merupakan pernyataan ‘sampah’ yang sering terucap oleh politikus negara ini. Dengan demikian, saya tidak mempercayai lagi sejak para politikus negara yang tidak bertanggung jawab dengan entengnya mengucapkan semboyan murahan ini. Vox populi vox dei sudah terlalu sloganeering bagi bencana akibat kebijakan politik pada bangsa ini. Dengan demikian, semboyan itu hanyalah utopia belaka yang sudah tidak memiliki relevansi bagi keadaan bangsa ini.

Hal yang menjadi perhatian adalah pernyataan bahwa suara rakyat bukanlah suara tuhan, akan tetapi adalah suara yang harus diperjuangkan. Tuhan tidak akan mengubah keadaan sebuah kaum apabila kaum tersebut tidak mengubah keadaan sendiri. Semboyan vox populi vox dei yang sering bergema dalam pidato politikus atas hanyalah embel-embel belaka. Kita seharusnya sadar dari sekarang,  kita harus paham dengan potensi kita sendiri bahwa kita bisa melakukan  perubahan. Dengan perubahan yang kita ciptakan adalah bukti perjuangan atas diri kita sendiri sebagai rakyat. Sudah seharusnya pernyataan politik yang menjadi candu bagi masyarakat dan kerja keras tersebut dihapuskan. Hal ini dilakukan demi perjuangan rakyat.

Jumat, 28 September 2012

Akankah kita akan menyeragamkan dengan kekerasan?


Agama merupakan salah satu bentuk kasih sayang Tuhan kepada manusia berupa petunjuk untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu agama diharapkan dapat memberikan solusi untuk berbagai permasalahan yang dihadapi oleh manusia. Salah satunya, agama diharapkan mampu memberikan kedamaian dalam kehidupan manusia.
Akan tetapi, tidak jarang kita mendengar berbagai masalah yang bermuara pada agama. Tentu hal ini menjadi suatu hal yang kontra dari idealisme yang dijunjung oleh agama. Bahkan, masalah yang muncul tidak jarang terjadi karena perbedaan yang akhirnya menjadi pemicu mengalirnya darah manusia.
Sebagaimana kita ketahui, agama bersandar pada teks-teks suci yang menjadi pedoman bagaimana agama seharusnya dijalankan. Memang, teks suci merupakan firman dari Tuhan. Akan tetapi, penafsiran tidak pernah lepas dari kemampuan, pola pikir, pengalaman spiritual, dan metode yang dipergunakan oleh penafsir. Perbedaan-perbedaan inilah yang sering menjadi pemicu permusuhan antara satu pihak dengan pihak lain.
Merasa bahwa apa yang ada di dalam pikirannya paling benar dan hasrat untuk menyeragamkan besar merupakan sebuah kewajaran. Akan tetapi, cara yang dipergunakan adalah masalah yang harus diperhatikan.
Pada zaman dahulu, para cendekiawan agama akan melawan pemikiran dengan pemikiran. Oleh karena itu, muncul berbagai karya tulis yang saling  berbantahan antara satu dengan yang lain. Akan tetapi, sekarang perbedaan tidak lagi dilawan dengan pemikiran. Pukulan, dan pentungan menjadi sebuah senjata untuk melawan perbedaan dengan tujuan untuk menyeragamkan. Mungkin pada masa kenabian jalan tersebut masih dimaklumi karena pemegang otoritas kebenaran agama masihlah tunggal. Akan tetapi, sekarang agama merupakan tafsiran dari individu-individu yang  tidak mungkin  memiliki otoritas kebenaran tunggal atas sebuah agama. Relativitas kebenaran atas suatu agama menjadi suatu kemutlakan.
Kekerasan untuk menyeragamkan merupakan sebuah bentuk degradasi atas substansi agama. Agama tidak lagi menjadi petunjuk untuk memberikan ketenangan bagi kehidupan manusia, bahkan agama menjadi pemberi legitimasi untuk mengalirkan darah dengan dalih membela Tuhan.
Hal ini tentu disayangkan ketika agama tidak lagi menjadi pemberi kedamaian bahkan cenderung menjadi sebuah alat teror. Hal-hal tersebut mencoreng agama karena telah keluar dari fitrah sebagaimana agama seharusnya dijalankan. Perbedaan sudah dijelaskan oleh tuhan dalam kitab suci sebagai sebuah keniscayaan. Melihat hal itu, masihkan kita akan memaksakan kehendak untuk menjadi sama dengan jalan kekerasan?

Kunto Hedy Nugroho
Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia
Aktivis Pro Perdamaian Antar Umat Beragama Internasional Global Peace Foundation (Indonesian Youth Forum 2012)

Kamis, 27 September 2012

Perencanaan Wilayah dan Kota


Subsidi yang dianggarkan oleh pemerintah sebagian besar berupa untuk pengembangan jangka pendek dengan mengesampingkan bentuk jangka panjangnya. Berbagai subsidi yang memiliki jangka pendek antara lain, subsidi yang bergerak dalam hal yang dapat dikonsumsi secara langsung. Sedangkan subsidi yang memiliki efek jangka panjang antara lain adalah pembentukan wilayah secara teratur yang dapat menunjang perekonomian rakyat. Maka dari itu, perlu dibentuknya perencanaan wilayah, terutama kota yang baik dengan fasilitas umum dan kondisi tata perkotaan yang memungkinkan untuk bermukim.

Masalah yang semua orang tahu mengenai ibukota jakarta yang menyebabkan terhambatnya perekonomian yang berakibat kejenuhan adalah banjir. Banjir ini diakibatkan oleh saluran dan sistem pengairan yang dibuat menyesuaikan tata kota yang sudah ada. Padahal, sebelum membuat kota, yang perlu dibenahi adalah pembuatan sistem pengairan yang dapat menunjang kelayakan kota.

Perlu adanya perencanaan pembuatan kanal-kanal air yang diterapkan pada kota-kota di daerah luar jakarta, terutama kota yang dalam tahap berkembang. Sebelum kota menjadi pusat industri, alangkah baiknya dibuat terlebih dahulu rancangan daerah hijau dan pengairan yang memadai. Berdaarkan concentric zone theory, disebutkan bahwa pusat kota cenderung berada pada tengah (nuclear) dari permukiman masyarakat. Dalam hal ini, pola permukiman terbentuk karena pembuatan pusat industri dan berakibat pada munculnya slum area dan zona untuk para bos industri.

Keadaan kota yang seperti ini, akan memunculkan kesenjangan sosial dan meningkatkan resiko kejahatan. selain itu, kota seperti ini akan sulit tertata dikarenakan ledakan urbanisasi ke daerah permukiman akan menyulitkan tata kota dengan kondisi yang layak. Untuk menciptakan kelayakan tersebut, dibutuhkan perencanaan kota yang tidak terpaku oleh pusat industri, namun ditata berdasarkan kondisi lingkungan dan meminimalisir resiko bencana.

Perencanaan yang matang akan menciptakan suatu kota sebagai pusat pemerintahan dan pusat industri yang berkesinambungan. Selain itu, kondisi masalah kota dan mengurangi resiko bencana akibat kerusakan lingkungan akan tercapai. Dan perencanaan kota ini akan lebih baik diterapkan kepada kota yang sedang berkembang dan belum dalam posisi kota industri.

Jumat, 21 September 2012

Disfungsi Superstruktur Untuk Rakyat


Keadaan yang seharusnya terjadi adalah bahwa partai politik dipilih oleh rakyat dalam sebuah kompetisi, kemudian merealisasikan janji-janjinya. Hal ini terkesan normatif dan terlalu wacanis untuk kondisi di Indonesia terutama pada era modern ini. Betapa tidak, menjamurnya partai politik dengan sengkarut ideologi tanpa implementasi ini hanya akan terlihat omong kosong belaka ketika pada kenyataannya tidak ada signifikansinya bagi rakyat.

Louis Althusser menganalogikan bahwa partai politik adalah model superstruktur dengan basis ekonomi yang dibumbui oleh ideologi dan politik. Bagi Althusser, konsep partai politik ini adalah sebuah konsep antara ekonomi, ideologi dan politik. Dia berpendapat bahwa ideologi harus dilihat sebagai relasi sosial yang riil, atau sebagai praktik, bukan sebagai ilusi seperti dalam analisis konvensional. Ideologi yang diusung hampir tidak sama sekali menunjukkan otak bagi tubuhnya, dengan demikian bagai tubuh etalase yang dipajang sebagai alat-alat pasar.

Kebebasan berpolitik dengan munculnya berbagai partai politik dengan ideologinya yang bermacam-macam merupakan fenomena kausalitas. Menurut Milton Friedman, sejarah telah menunjukkan bahwa kapitalisme nmerupakan kondisi yang diperlukan untuk kebebasan berpolitik. Hal ini mengakibatkan menjamurnya partai politik hanya sekedar untuk tujuan mencari kebutuhan ekonomi. Dengan demikian superstruktur yang dinamakan sebagai partai politik pada masyarakat modern hanyalah sebuah sendawa restoran cepat saji.

Francis Fukuyama juga menunjukkan dengan tegas bahwa kehadiran kapitalisme dan partai politik adalah hal yang menandai ‘akhir sejarah’. Maksudnya adlah bahwa akhir dari pengekangan, dan kembalinya kebebasan dengan hasil ketidakmerataan. Masyarakat kapitalis akan cenderung menyukai dan menghendaki era persaingan dalam perekonomian ini. Maka dari itu, Fukuyama menekankan bahwa era modern adalah ‘akhir sejarah’.

Agar masyarakat kapitalis terus berlanjut, relasi produksi harus direproduksi. Hal ini yang menjadi konsep partai politik di era modern ini. Menurut Antonio Gramsci, aparatus ideologi negara untuk mengukuhkan kekuasaannya akan membentuk suatu media massa, indtitusi pendidikan, dan partai politik. Jadi, konsep aspirasi rakyat pada dasarnya hanyalah bumbu buatan bagi partai politik yang dimasak secara instan tersebut. Keberadaan superstruktur yang dinamakan partai politik adalah berlebihan bila mementingkan aspirasi rakyat.

Rabu, 19 September 2012

Konspirasi Indonesia Menyumabang IMF


Banyak yang menduga bahwa Indonesia menyumbang IMF karena dampak positif nantinya. seperti keuntungan peningkatan perekonomian, kepercayaan negara asing terhadap Indonesia, dan untuk membuat posisi tawar negara Indonesia lebih besar di mata dunia. Akan tetapi, ada juga yang memiliki dugaan-dugaan sumbangan tersebut tidak memperhatikan kondisi masyarakat saat ini. Terutama untuk pendidikan dan ketahanan pangan bangsa saat ini.

Bukan angka yang sedikit jumlah USD 1 Miliar ini, karena jika dialokasikan untuk pembangunan negara terutama pendidikan dan ketahanan pangan akan sangat signifikan. Berbagai ahli yang berpikir untuk perkembangan saat ini, akan setuju bahwa sumbangan tersebut tidaklah penting. Meskipun dana yang disumbangkan ke IMF tidak berasal dari anggaran biaya negara, dengan jumlah yang besar tersebut dapat dialokasikan untuk sektor apa saja. Selain itu, investasi tersebut belum tentu balik modal ke Indonesia kembali, jadi lebih baik untuk sumbangan yang tujuannya hanya membuat posisi tawar Indonesia lebih besar diurungkan saja.

Dalam pandangan pengamat dan ahli perencanaan keuangan negara, sumbangan tersebut penting adanya, karena dengan memeberikan donasi kepada IMF, Indonesia telah membuktikan posisi tawarnya besar di mata dunia. Investasi yang berupa sumbangan IMF memiliki signifikansi yang besar bagi bangsa Indonesia. Menurut perhitungan para ahli yang paham akan hal ini, bisa jadi sumbangan kepada IMF ini merupakan investasi yang menjadi kunci kemajuan Indonesia mendatang.

Meskipun kedua pandangan ini memiliki nilai kontradiktif yang tinggi, bisa dikatakan pendapat ini dikatakan sebagai konspirasi. Apa yang terselubung yang ada dalam maksud sumbangan IMF tersebut tidak bisa kita ketahui secara jelas. Malalui media kita tahu bahwa sekiranya pemerintah memiliki maksid dan tujuan terkait IMF, selain itu untuk pandangan yang melihat pentingnya pembangunan saat ini dan riil sangatmenentang sumbangan tersebut.
Dengan demikian, apapun maksud dan tujuan pemerintah memberikan sumbangan ke IMF buakan berarti semuanya baik atau hal yang buruk. Pemerintah seharusnya memberikan keterangan yang jelas dan memberikan signifikasinya yang jelas secara transparan kepada masyarakat. Ketika masyarakat hanya bisa berasumsi mengenai penting tidaknya sumbangan tersebut. apapun konspirasi yang ada akibat ketidaktransparanan ini semoga memiliki muara yang baik untuk perkembangan perekonomian masyarakat Indonesia.

Partai Politik dan Aspirasi Rakyat



Berdasarkan konsep demokrasi, tujuan dari partai politik adalah untuk menampung aspirasi rakyat. Konsep ini dikenal sebagai budaya politik dimana keterkaitan antara partai politik dan rakyat sangatlah erat. Konsep ini menjelaskan sikap-sikap, kepercayaan-kepercayaan, dan aturan-aturan yang memandu sebuah sistim politik oleh anggota dalam cakupan politik tersebut. selain itu, munculnya partai politik itu adalah cerminan dari budaya demokrasi dalam skala normatif.

Terlepas dari keadaan pragmatis mengenai partai politik dan aspirasi rakyat, memang secara normatif keduanya adalah satu paketan dalam demokrasi. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menemukan elemen-elemen budaya politik yang didalamnya adanya keterkaitan antara partai politik dan aspirasi rakyat. Apabila partai politik tersebut tidak dapat mengakomodir aspirasi rakyat, maka konsep budaya politik tidak dapat dipraktikkan.

Menurut G. A. Almond dan S. Verba, demokrasi ditemukan pada lima negara yang keadaan partai politiknya dan aspirasi rakyatnya stabil. Terdapat simbiosis mutualisme dalam keduanya. Kelima negara tersebut memiliki ciri individu, budaya politik mengombinasikan penerimaan dan penghormatan kepada otoritas politk dengan sikap yang tidak terpengaruh dan memiliki kebebasan atas otoritas tersebut. hal ini menunjukkan bahwa apabia kebebasan aspirasi rakyat tidak ada, maka matilah konsep demokrasi tersebut. selain itu imbas besarnya adalah partai politik mengalami disfungsi dan hanya sebagai lembaga yang memonopoli tanpa monitoring dari masyarakat

Proses partisipasi politik sangat diperlukan untuk terciptanya budaya politik. Wujud nyata dari partisipasi politik yang disebutkan oleh Almond salah satunya adalah konsistensi aspirasi dari masyarakat kepada partai politik. Keberadaan partai politik pastilah didasari oleh ideologi yang mereka anut. Sebagian besar partai politik adalah korektor bagi pemerintah dan penyalur keinginan masyarakat agar direalisasikan di parlemen. Dengan kata lain, partai politik adalah perpanjangtangannya masyarakat.

Vox populi, vox dei, suara rakyat adalah suara tuhan. Bukanlah hal yang berlebihan bila kita menggunakan istilah ini untuk menyatakan keadaan diatas. Keinginan masyarakat adalah keinginan kolektif yang memang harus dapat teraspirasikan pada tempat yang tersedia. Atas nama demokrasi, atas nama masyarakat, atas nama kehidupan.

Kamis, 09 Agustus 2012

Komentar untuk Industri Kreatif


Paradigma Kerja Cerdas

Oleh : Fahmi Siddiq

Dalam konteks masa depan mahasiswa setelah mereka lulus dari dunia perkuliahan, permasalahan pokok selalu tertuju pada kebutuhan sandang, pangan dan papan. Dengan semakin kompleksnya permaslahan sosial, struktur pembagian kerja yang terus berkembang dan kebutuhan yang semakin beragam, diperlukan usaha atau cara yang tepat jitu agar kebutuhan pokok (tiga hal tersebut) dapat terpenuhi secara ‘cukup’. Secara lahiriah, kebutuhan pokok manusia tidak akan lebih dari tiga hal tersebut. Konsep industri kreatif merupakan salah satu upaya yang sebaiknya dilakukan oleh setiap manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok tadi.

Jika ditelaah lebih jauh, industri kreatif hampir pasti berawal dari pemikiran yang inovatif. Inovatif dalam artian tidak menggunakan cara formal atau strategi-strategi konvensional (lulus-melamar kerja-kerja). Sebuah peluang untuk menuangkan ide kreatif akan selalu ditemui disetiap sisi kehidupan. Interaksi, sosialisasi, konflik, dan pengumpulan banyak informasi merupakan gerbang untuk menciptakan peluang itu sendiri. Tentunya ditunjang dengan soft skill masing-masing individu.

Interaksi, sosialisasi dan pengumpulan informasi merupakan dasar dari strategi yang bisa dikatakan sebagai pemetaan dari hal-hal apa saja yang ingin dituju oleh si individu tersebut. Dari hal-hal tersebut, individu akan mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang cukup untuk mewujudkan bidang industri kreatif yang ingin mereka bangun. Hal ini juga bertujuan agar mengurangi resiko terjadinya kegagalan dalam prosesnya dan menggapai nilai plus sebanyak-banyaknya.

Sedangkan soft skill, merupakan ‘senjata’ yang digunakan untuk melancarkan strategi yang telah diterapkan berdasarkan ‘pemetaan tujuan’ tersebut. Potensi yang terdapat dalam diri masing-masing individu harus dimaksimalkan dan terus bereksplorasi. Dalam hal ini, setiap individu akan mendapatkan pengalaman. Pengalaman akan membuat individu semakin kuat dan bijak dalam setiap usahanya.

Jadi penggunaan istilah industri kreatif sebagai kebutuhan pokok ke empat bisa saja benar namun akan lebih tepat jika industri kreatif merupakan salah satu cara atau upaya dalam memenuhi kebutuhan pokok manusia. Industri kreatif juga bisa dikategorikan sebagai pemikiran ‘kerja cerdas’. Itulah yang dibutuhkan manusia jika berada dalam kondisi permasalahan hidup yang kompleks saat ini. Kerja keras memang akan membuahkan hasil yang maksimal namun kerja cerdas akan mendapatkan hal itu dengan upaya yang lebih efisien dan tidak rumit.

Selasa, 07 Agustus 2012

Pengembangan Industri Kreatif


Industri pokok utama yang tidak akan mati di pasaran adalah yang memuat muatan sandang, papan, dan pangan. Persaingan dan kondisi permintaan barang-barang sandang, papan, dan pangan sangatlah besar. Apabila ingin menjadikan industri kebutuhan pokok tersebut bertahan dipasaran, maka dibutuhkan manajemen dan variasi barang yang banyak. Akan tetapi, untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan modal yang sangat besar. Dari segi modal tenaga dan modal uang harus tercukupi agar mampu berkompetisi di tengah persaingan pasar.

Dengan modal yang kecil, dan tata kelola yang seadanya, akan membentuk industri bahan pokok ini menghasilkan profit yang relatif kecil juga. Apalagi tidak semua orang tidak memiliki modal yang cukup untuk berwirausaha bahan pokok ini. Solusi untuk masalah ini, dibutuhkan ranah pekerjaan wirausaha yang membutuhkan modal relatif kecil dan dapat diterapkan  oleh siapa saja.

Seperti yang kita ketahui bahwa para lulusan sarjana yang mencari pekerjaan banyak yang tidak mendapati pekerjaan. Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi dunia pendidikan yang tidak semuanya menyediakan para lulusan dengan keterampilan untuk bekerja dan menjadi pegawai. Lulusan sarjana yang menganggur pada dasarnya memiliki kemampuan logika ilmiah yang sebelumnya ditempa di perguruan tinggi. Sebagian besar perguruan tinggi sudah memberikan softskill bagi mahasiswanya untuk dapat mengelola dan mengatur suatu perencanaan. Selain itu, berkat kemampuan logika tersebut, mahasiswa lulusan sarjana diharapkan memiliki inovasi-inovasi serta kreatifitas dalam menciptakan sesuatu.

Maka dari itu, bagi lulusan sarjana yang ingin terjun dalam dunia wirausaha, akan lebih baik apabila membuat industri kreatif. Industri kreatif ini dapat dikatakan menjadi kebutuhan pokok manusia yang keempat. Dengan demikian, permintaan akan industri kreatif akan meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi. Seperti industri kreatif yang berbasis seni, teknologi, dan barang konsumsi. Seakan-akan industri ini memiliki muatan nilai complementer sehingga dapat membuat nilai jual suatu barang dapat meningkat.

Pengembangan industri kreatif apabila dikembangkan akan membuat perekonomian memiliki peningkatan dalam hal creativepreneurship. Di negara- negara industri, kegiatan creativepreneurship mendapatkan raupan devisa negara. Untuk industri jenis ini, dibutuhkan ide-ide dan inovasi yang brilian. Bagi masyarakat yang cenderung memiliki kemampuan inovasi dan logika yang baik dapat menggunakan industri kreatif ini sebagai lahan bisnis, terutama para sarjana yang masih mencari kerja.

Kamis, 02 Agustus 2012

Industri Musik Untuk Kemajuan Bangsa



Berbagai alternatif telah dilakukan agar kegiatan perekonomian dapat berkembang. Mulai dari kegiatan penyuluhan tentang pentingnya wirausaha telah dilakukan agar minat masyarakat bertambah. Akan tetapi, kita seharusnya memberikan solusi yang sekiranya masyarakat menyukai untuk melakukan wirausaha. Dengan demikian, pilihan usaha akan jatuh pada hobi yang masyarakat sukai dan saat ini berkembang serta sangat digandrungi.

Alternatif usaha yang dapat ditawarkan adalah industri musik. Menjamurnya tayangan televisi yang memuat acara musik menandakan antusiasme masyarakat terhadap dunia olah nada ini. Sebagai contoh, pada acara pagi hari ada sebuah tayangan yang menampilkan berbagai macam musik populer saat ini. Acara DahSyat contohnya, mendapatkan sedotan pemirsa yang luar biasa yang saat ini sudah bertahan lebih dari tiga tahun. Jika masyarakat sangat menggandrungi acara ini, menandakan bahwa permintaan akan industri musik populer sangatlah besar. Maka dari itu perlu adanya sumber daya yang akan terus mengembangkan musik populer ini.

Apabila dalam masyarakat tidak melihat musik populer sebagai bidang yang menarik untuk digeluti, masih ada alternatif lain dalam bermusik. Musik indie adalah musik yang menampilkan dari scene non populer dan lebih terkenal bagi komunitasnya saja. Saat ini, scene indie memuat berbagai unsur wirausaha yang baik. Mulai dari usaha mendirikan merchandise center yang dapat menunjang penjualan musik mereka selain manggung. Sebagai contoh antusias besar musik indie yang saat ini secara blak-blakan dipasarkan di stasiun televisi komersil antara lain RadioShow.

Dengan adanya RadioShow ini menandakan bahwa tidak hanya musik populer yang dapat dikonsumsi oleh khalayak umum. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat sangat menghendaki dan berlomba-lomba untuk mengikuti musik-musik populer dan indie. Hanya saja yang perlu dikembangkan untuk menunjang industri musik ini adalah ketersediaan tempat untuk memproduksi. Seni musik dapat menjadi pondasi perekonomian para remaja dan pemuda. Kita harus sadar dan mengerti keinginan para pemuda, bahwa tidak semua wirausaha adalah berasal dari hal yang itu-itu saja.

Tidak dapar dipungkiri, salah satu modal besar dalam industri kreatif di Indonesia adalah industri musik. Meskipun dengan maraknya fenomena pembajakan, para musisi harus tahan banting. Selain itu pemerintah melindungi karya di industri musik dengan berbagai kewenangannya. Terus berkarya merupakan modal utama untuk kemajuan bangsa Indonesia. Dan musik merupakan salah satu jalan keluarnya.

Selasa, 31 Juli 2012

Pendekatan Relativisme Budaya Terhadap Diversifikasi Pangan



Kondisi pangan di indonesia yang sangat tergantung pada tindakan impor menjadi isu besar dalam menghadapi krisis pangan. selayaknya tindakan negara dalam menghidupi rakyatnya dalam mencukupi kebijakan ketahanan pangan, kegiatan impor saat ini merupakan tindakan skak mat yang harus dilakukan. Bergantung terhadap impor inilah ini indonesia mampu mencukupi kebutuhan pangan tersebut.

Impor indonesia pada tahun ini 1,75 juta ton beras dan menjadi negara pengimpor beras terbesar kedua di dunia. Swasembada pangan sulit terealisasi meskipun kita adalah negara agraris, dikarenakan infrastruktur dalam sistem pertanian kita tidak dapat berfungsi maksimal dalam menjalankan kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Bila hanya mengandalkan kegiatan pertanian tanpa ada lobi politik dan payung hukum dari pemerintah, kita akan sulit berupaya dalam mengembangkan kegiatan tersebut.

Kurangnya perhatian secara langsung dari masyarakat dalam bidang pertanian menjadi akar permasalahan dari krisis pangan ini. Kegiatan agribisnis yang hanya dikelola sekitar 4% secara manajerial yang terstruktur oleh para wirausahawan tersebut adalah potret betapa kurangnya masyarakat kita untuk terjun ke dalam sektor pertanian. Hal ini juga yang mempengaruhi berkurangnya hasil panen dan persaingan bisnis pertanian di dalam negeri dan ke luar negeri oleh negara kita.

Salah satu upaya mendesak yang realistis dilakukan oleh pemerintah adalah melalui impor beras tersebut. Selain itu, untuk menjaga agar impor tidak membengkak dan melindungi ketahanan ketersediaan beras adalah dengan adanya diversifikasi pangan. Pada masalah diversifikasi ini, terdapat banyak tindakan dari regulasi pemerintah yang tidak sesuai dengan kondisi kultural masyarakat indonesia.

Regulasi pemerintah sejak tahun 60-an mencanangkan adanya diversifikasi pangan melalui Inpres No. 14 tahun 1974 tentang Perbaikan Menu Utama Rakyat (UPMMR), dan disempurnakan oleh Inpres No. 20 Tahun 1979. Program pemerintah tersebut didasrkan atas rangkaian agenda global seperti Universal Declaration of Human Right yang bertujuan mencapai ketahanan pangan dan menghapuskan kelaparan di semua anggota negaranya.

Berdasarkan regulasi tersebut, tujuan dicanangkan diversifikasi pangan akan sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan dunia. Hal ini bertujuan untuk semua negara di dunia secara merata dapat mendapatkan akses untuk kebutuhan pangan. tindakan realisasi di indonesia tidak semudah itu, kita sudah hampir 50 tahun sejak program itu direncanakan, namun sampai saat ini kebutuhan pokok akan beras sulit dihilangkan.
Meskipun banyak negara yang telah berhasil dalam usaha diversifikasi pangan seperti Jepang, Malaysia, dan Thailand, kita tidak bisa menerapkan langsung di indonesia karena banyak faktor yang menyebabkan sulitnya kegiatan diversifikasi pangan. kestabilan ekonomi dan politik sangat berpengaruh besar terhadap usaha diversifikasi ini.

Berdasarkan pada analisa relativisme budaya, sulitnya diversifikasi pangan diterapkan di indonesia tidak dapat dibandingkan dengan keberhasilan negara lain yang telah sukses dalam kegiatan diversifikasi pangan. Dari segi budaya, kebiasaan masyarakat kita dalam mengkonsumsi nasi tidak dapat dihindarkan, apalagi diubah dalam waktu yang dekat. Pola kebiasaan masyatrakat yang dirubah pada dasarnya berimbas kepada kondisi konflik kebiasaan di dalam diri anggota masyarakat.

Belum tentu cara yang sudah sukses digunakan di negara lain dapat berakibat sama terhadap penerapannya di negara indonesia. Hal ini dikarenakan bahwa pemaksaan regulasi akan cenderung menciptakan konflik tradisi di dalam kebiasaan masyarakat. Evolusi kebiasaan, terutama pada basic tradition seperti jenis makanan adalah sesuatu yang mendasar dalm kegiatan manusia sehari-hari.

Pemaksaan diversifikasi berdasarkan regulasi dalam waktu yang singkat tanpa didorong oleh kegiatan seperti sosialisasi jangka panjang akan berujung kepada beturan budaya di dalam masyarakat. Dengan demikian akan berdampak besar terhadap kegiatan sehari-hari dan merubah kondisi produktivitas yang cenderung menurun. Apabila pemaksaan diversifikasi dalam waktu dekat ini digalakkan, akan cenderung terjadi penyesuaian makanan yang berujung terhadap kelaparan. Karena pada dasarnya, makanan adalah bentuk dari produk budaya yang akan berpengaruh besar terhadap masyarakat apabila dirubah dalam pemaksaan atau dalam waktu dekat. Perlu adanya proses jangka panjang dan dukungan dari berbagai faktor kondisi sosial, politik, dan ekonomi di dalam masyarakat.

Sabtu, 28 Juli 2012

Anggaran Untuk Pencegahan Kejahatan



Pada dasarnya, subsidi yang dianggarkan oleh pemerintah haruslah bermuara kepada kesejahteraan rakyat. Salah satu indikator berhasilnya subsidi tersebut adalah menipisnya angka kemiskinan di Indonesia. Subsidi harus ditekankan pada sektor pengembangan lapangan pekerjaan. Sesuai dengan data statistik, pengangguran pada awal tahun 2011 berkisar 9,25 juta penduduk dan diprediksi pada akhir 2012, pengangguran masih dalam angka 8,12 juta penduduk. Hal inilah yang mengakibatkan pengangguran terus meningkat di tiap tahunnya. Pengangguran akan memperlihatkan kecenderungan dalam peningkatan kemiskinan.

Selain itu pemerataan basis ekonomi di tiap daerah haruslah dibentuk. Hal ini dilakukan untuk menekan arus urbanisasi yang mengakibatkan fenomena slum area di perkotaan menjamur. Slum area ini nantinya secara kriminologis akan menciptakan suatu hot spot yang berpotensi kejahatan. Menurut Burgess, daerah tempat orang berkumpul pada perekonomian bawah akan meningkatkan resiko kejahatan konvensional dan kejahatan harta benda. Dengan demikian, fenomena kejahatan di tempat umum menimbulkan masalah baru, yang menjadi momok tersendiri bagi kehidupan di perkotaan.

Kejahatan yang dipengaruhi oleh kemiskinan ini juga sama dipaparkan oleh W.A Bonger, akan mengakibatkan orang miskin melakukan apa saja demi mendapatkan uang. Yang paling berbahaya adalah human trafficking terjadi pada perempuan dan anak-anak. Fenomena human trafficking sebagian besar diakibatkan oleh kemiskinan akut yang berujung pada ‘perbudakan’ jenis baru dalam masyarakat modern. Kejahatan tersebut sangatlah menyangkut dengan kesehatan korbannya akibat kurangnya pengawasan pemerintah, sehingga jual-beli manusia pun terjadi.

Kejahatan karena kemiskinan juga disebabkan oleh kejahatan para penguasa. Subsidi yang dikorupsi oleh kalangan birokrat sangatlah berpengaruh besar terhadap kondisi masyarakat. Selain itu perdagangan yang tidak adil, akibat kejahatan oleh para korporat yang merugikan konsumen dan lawan bisnis menjadikan kondisi perekonomian yang tidak sehat. Iklim usaha menjadi tidak menentu dikarenakan persekongkolan korporat dan birokrat yang bermain hukum demi kepentingannya.

Dampak kemiskinan terhadap kehidupan sosial sangatlah besar. Mempelajari fenomena kemiskinan atau belajar ‘filsafat’ kemiskinan akan membuat kita berpikir dan menemukan fakta bahwa seharusnya lapangan kerja dalam agenda pemerintahan menjadi hal yang utama. Masyarakat tidak memiliki bekal pendidikan untuk berwirausaha dikarenakan subsidi untuk sektor ini sangatlah minim. Hal ini dikarenakan sektor pendidikan juga telah dikapitalisasi, sehingga dalam pencerdasan bangsa yang juga menjadi kunci meminimalisir kemiskinan menjadi sulit terealisasi.

Minggu, 10 Juni 2012

Kritik Terhadap Logika dan Ilmu Pengetahuan

Judul: Kritik Terhadap Logika dan Ilmu Pengetahuan

Penulis: Hardiat Dani Satria (Mahasiswa Kriminologi Universitas Indonesia)

Tebal: 165 halaman

Harga: Rp. 35.000

Terbit: Mei 2012

Sinopsis:

Buku “Kritik Terhadap Logika dan Ilmu Pengetahuan” mengkritisi bahwa logika dan ilmu pengetahuan tidaklah bersifat universal. Logika dan pengetahuan yang telah dikembangkan manusia hanyalah sebatas pada peningkatan efisiensi saja, sedangkan jagad raya memiliki logika (kehendak) sendiri dalam aturannya. Irrasionalitas yang selama ini diabaikan sesungguhnya mampu membuat manusia dapat bersatu dengan alam semesta dan memperluas banyak kemungkinan yang dikehendaki oleh jagad raya.
http://www.goodreads.com/review/show/337900298?utm_medium=api&utm_source=flash_widget

Sabtu, 26 Mei 2012

Industrialisasi Kehidupan

Buku semi antologi yang berjudul "Industrialisasi Kehidupan" merupakan kumpulan tulisan penulis yang dibuat antara tahun 2010-2011. Penulis memutuskan untuk membukukan tulisan yang telah dibuatnya selama satu tahun tersebut ke dalam sebuah buku. Tulisan yang dibuat penulis merupakan opini-opini terhadap kasus-kasus yang terjadi pada tahun tersebut. Meskipun kasusnya spesifik, dapat digunakan sebagai referensi dalam menganalisa kasus yang bersifat umum.

Hal-hal yang dianalisa antara lain kasus masyarakat terkini (pada waktu itu) dan pendapat pribadi tentang pemuda beserta alam pikirannya. Terdapat juga penegasan terhadap suatu opini, namun analisanya berbeda. Sehingga buku ini memiliki berbagai perspektif yang beragam dalam tata cara berpikir. Tidak hanya mengkritik dan memberikan solusi, namun juga dapat menambah cara berpikir dengan konsep.

Sebagian besar tulisan dalam buku ini sebelumnya telah dipublikasikan di media cetak surat kabar Seputar Indonesia dan Website Okezone.com. Penjelasan yang sederhana dan praktis tersebut sangat cocok sebagai bahan bacaan ringan yang dapat memperkaya wawasan. Selanjutnya, buku ini pastinya akan menginspirasi para mahasiswa Indonesia untuk terus menuangkan pikirannya yang penuh dengan imajinasi dan kreatifitas melewati tulisan.

Kembali, buku ini berisi tentang analisa dan argumentasi mengenai isu-isu sosial dan politik yang terjadi di Indonesia. Bagi yang ingin menambah referensi, buku ini dapat membantu memperkaya wawasan dengan esai-esai ringan. Dapat dikatakan, keberagaman pemikiran dalam buku ini mengingatkan kita pada Madilog versi miniatur.


Minggu, 13 Mei 2012

Komentar untuk Manifesto Irasionalis

"Irasionalitas, umumnya kita posisikan secara kontradiktoris terhadap rasionalitas. Dan irasionalitas dalam buku ini dipahamkan sebagai kondisi ketika rasionalitas mencapai batas-batasnya tanpa bisa melangkah lebih jauh lagi. Dengan kata lain, sebenarnyalah irasionalitas merupakan ekstensi gradual dari rasionalitas. Dan eksplorasi atas batas-batas ini telah acap dilakukan oleh para filsuf dan pemikir selebihnya di abad-abad kemarin. Di tangan Immanuel Kant penjelajahan ini mewujud sebagai filsafat transendental, di tangan Albert Camus penjelajahan yang sama mewujud sebagai absurdisme. Dan melalui buah pikir Hardiat Dani, ia mengambil wujud yang lebih bersahaja; dalam sebentuk keprihatinan dan penyangkalan malu-malu atas kenalaran rasio. Hasilnya, kumpulan serpihan tulisan pendek yang diikat secara paksa dengan sepenggal frasa: Manifesto Irasionalis."

Muhammad Damm
Penulis buku “KEMATIAN: Sebuah Risalah tentang Eksistensi dan Ketiadaan”
Alumnus Filsafat UI

Senin, 07 Mei 2012

Analisa Solutif Kemiskinan dalam Perspektif Gender


Oleh Marcha Zoraya Adista Bakti, 1006708081
Kriminologi (2010)

Hampir di seluruh dunia, kemiskinan menghiasi wajah perempuan. Setiap hari perempuan harus berjuang dengan salah satu masalah dan hambatan terbesar yang dimiliki manusia sebagai individu yang otonom yaitu kemiskinan. Adanya konstruksi budaya yang menomorduakan perempuan membuat mereka seringkali dipandang sebelah mata dalam masyarakat sosial. Hal ini membuat akses terhadap pendidikan, ekonomi serta fasilitas sosial sulit menjadi sulit bagi perempuan. Terbatasnya akses-akses tersebut membuat perempuan sulit keluar dari garis kemiskinan dan mejadi pihak yang paling menderita.
Kemiskinan sendiri didefinisikan oleh Bappenas pada tahun 2004 sebagai kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan, tidak mampu memenuhi hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa 70% dari 1,3 miliar orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrim adalah perempuan. Perempuan ini tetap terkunci dalam kemiskinan, sering kehilangan perlindungan rumah dan suami serta kerap kali mengalami penyiksaan, pemerkosaan, perbudakan seksual, prostitusi paksa bahkan mutilasi.
Di Indonesia sendiri, kemiskinan juga masih menjadi masalah yang belum dapat terselesaikan dan menyengsarakan warganya terutama perempuan. kemiskinan inilah yang menghambat tercapainya kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. menurut UNDP, terdapat 3 indikator kesejahteraan yaitu (1) manusia, panjang umur dan menjalani hidup sehat (diukur dari usia harapan hidup), (2) pendidikan (diukur dari tingkat kemampuan baca tulis orang dewasa dan tingkat pendaftaran di sekolah dasar, lanjutan dan tinggi) dan (3) memiliki standar hidup yang layak (diukur dari paritas daya beli atau PPP, penghasilan).
Apabila realitas sosial perempuan dikaitkan dengan indikator kesejahteraan tersebut, kita dapat melihat Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi. AKI merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Dilihat berdasarkan propinsi di Indonesia, jumlah kematian ibu diperkirakan mencapai 11.534 di tahun 2010. Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 memperlihatkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia saat ini 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sedang angka kematian bayi sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup.
Kondisi pendidikan perempuan Indonesia pun lebih rendah dibanding mayoritas Negara anggota ASEAN lainnya. Data dari BPS tahun 2009 menunjukan bahwa 75.69% perempuan usia 15 tahun keatas hanya berpendidikan tamat SMP ke bawah, dimana mayoritas perempuan hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SD, yakni 30.70%. Semakin tinggi tingkat pendidikan, persentase partisipasi pendidikan perempuan semakin rendah, yaitu SMA (18.59%), Diploma (2.74%) dan Universitas (3.02%).
Selain itu, jumlah perempuan Indonesia yang sudah melek huruf masih rendah. Hal itu terbukti dari masih tingginya jumlah perempuan yang buta aksara di berbagai kalangan. Jumlah perempuan buta aksara sekitar 6,5 juta orang, sisanya laki-laki atau 3,5 juta orang. Dari data yang dihimpun Kemendiknas angka buta aksara per Desember 2009, sebesar 8,2 juta orang. Diantaranya sekitar 64 % atau sekitar 6,5 juta adalah perempuan dan sisanya sisanya laki-laki atau 3,5 juta orang. Hal ini menunjukan bahwa jumlah buta huruf perempuan di Indonesia 2 kali lebih besar dibandingkan dengan laki-laki.
Berdasarkan data BPS tahun 2009, hanya 47,2 persen dari total 84,62 juta jumlah usia produktif wanita Indonesia yang bekerja. Sementara mengacu pada data BPS pada 2009, secara keseluruhan upah rata-rata yang didapatkan wanita 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan upah rata-rata pria.
Dari data ini kita melihat bahwa tingkat pendidikan, kesehatan dan kualitas hidup perempuan di Indonesia masih sangat rendah. Selain itu perempuan masih banyak mendapatkan upah diskriminatif dimana perempuan mendapatkan upah lebih rendah dibandingkan laki-laki. Hal ini membuat tingkat kemiskinan di kalangan perempuan sangat tinggi dan perempuan memiliki proporsi besar dari penduduk miskin. Sebenarnya perempuan merupakan pihak yang sangat rentan, paling menderita dan merupakan korban tersembunyi (hidden victim) dalam kemiskinan.
Perempuan menjadi pihak yang sangat menderita dalam kemiskinan karena mereka seringkali mengalami viktimisasi berlapis dimana perempuan mendapatkan viktimisasi atas peran gender dan status sosial yang dimilikinya. perempuan dalam hal ini adala kelompok yang rentan mengalami kekerasan dan diskriminasi . Dengan peran ganda yang dimilikinya, perempuan dengan upah, pekerjaan, kerentanan terhadap kekerasan dan perlakuan yang diskriminatif serta tanggung jawab yang besar terhadap keluarga memberikan beban tambahan bagi perempuan yang berada dalam kemiskinan.
kemiskinan yang dialami oleh masyarakat Indonesia adalah kemiskinan majemuk dalam arti kemiskinan yang terjadi bukan hanya kemiskinan sandang pangan, tetapi juga kemiskinan identitas, informasi, akses, partisipasi dan kontrol. Oleh karena itu menurutnya, sebagian besar perempuan Indonesia adalah miskin karena tidak hanya secara ekonomi mereka terkebelakang tetapi juga dalam hal keterbatasan akses terhadap informasi, pendidikan, politik, kesehatan dan lain-lain, partisipasi mereka pun kurang diberi tempat.
Salah satu upaya dunia untuk mengentaskan kemiskinan dan kelaparan adalah dikeluarkanya Milleneum Development Goals (MDG’s) melalui PBB. Milleneum Development Goals atau sasaran pembangunan milenium merupakan program yang berkomitmen untuk mewujudkan 8 tujuan pembangunan yang salah satunya adalah mengurangi kemiskinan guna mencapai pembangunan manusia yang sejahtera dan bermartabat. Sebagai salah satu anggota PBB, Indonesia berkomitmen untu mewujudkan 8 sasaran dari pembangunan milenium dan turut serta dalam upaya pengentasan kemiskinan serta kelaparan guna mensejahterakan masyarakatnya.
Di Indonesia upaya pengentasan kemiskinan telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah melalui berbagai program baik melalui pendekatan top down maupun buttom up. Program tersebut antara lain Usaha ekonomi desa (UED), jaring pengaman sosial (JPS), kredit usaha keluarga sejahtera (KUKESRA), P2WKSS, bantuan langsung tunai (BLT), community based development (CBD) dan lain-lain. Namun demikian sampai saat ini, jumlah penduduk miskin di Indonesia secara umum cukup banyak dan bahkan program yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan kelaparan belum terlalu sensitif gender karena tidak ditujukan pada perempuan.
Apabila perempuan tidak dijadikan target sasaran pengentasan kemiskinan dan analisis gender tidak digunakan untuk melihat akar penyebab kemiskinan, maka program-program pengentasan kemiskinan tidak akan bisa menjangkau kebanyakan perempuan yang memiliki keterbatasan akses terhadap ruang publik. Padahal dalam konteks kemiskinan, perempuan secara nyata menjadi kelompok yang paling rentan, menderita dan menjadi korban. Oleh karena itu sangat diperlukan kebijakan yang berperspektif gender dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kelaparan sebagai tujuan dari Millenium Development Goals (MDG’s).
Dari uraian sebelumnya, dapat disimpulkan betapa pentingnya perspektif dan analisis gender digunakan dalam penyusunan program pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, pemerintah harus mengintegrasikan perspektif gender dalam strategi, program, aksi intervensi, pemantauan dan evaluasinya serta harus melibatkan kaum perempuan yang selama ini sering mengalami kemiskinan. Dengan ini diharapkan kemiskinan berbasis gender dan kemiskinan pada umumnya dapat teratasi dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia khusunya perempuan.















Daftar Pustaka
1. Agustini, E. Pakasi., dkk. (2006). Potret Kemiskinan Perempuan. Jakarta: Women Research Institute.
2. Institute for the Prevention of Crime. (2008). Homelessness, Victimization and Crime: Knowledge and Actionable Recommendations. Faculty of Social Science University of Ottawa: Canada.
3. Jackson, Cecile. (1998). Women and Poverty or Gender and Well Being. Journal of International Affairs Vol. 52 No. 1 page 67
4. http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=4044&Itemid=29 diunduh pada 15 April 2012 pukul 09:15.
5. http://www.womenforwomen.org/news-women-for women/assets/files/MDG_Briefing.pdf diunduh pada 14 April 2012 pukul 19:06.
6. http://www.undp.or.id/archives/pressrelease/Indikator%20Indonesia
%20ID.pdf diunduh pada 14 April 2012 pukul 18:22.
7. http://www.bkkbn.go.id/berita/Pages/Kematian-Ibu-Melahirkan-di-Indonesia-Masih-Tinggi.aspx diunduh pada 15 April 2012 pukul 10:42.
8. http://www.bappenas.go.id/blog/?p=297 diunduh pada 15 April 2012 pukul 10:50.
9. http://www.sampoernafoundation.org/in/what-we-do/858.html diunduh pada 14 April 2012 pukul 21:10.
10. http://www.republika.co.id/berita/shortlink/104984 diunduh pada 18 April 2012 Pukul 23:08.
11. http://lifestyle.okezone.com/read/2011/06/14/196/468378/miris-upah-wanita-25-persen-lebih-rendah-dari-pria diunduh pada 21 April 2012 pukul 14:17.
12. http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/feminisasi%20kemiskinan%20%20dalam%20%20kultur%20patriarki.pdf diunduh pada 21 April 2012 pukul 22:35.

Sabtu, 05 Mei 2012

Kemiskinan dan Bunuh Diri : Realita Kehidupan Masyarakat Dunia Ketiga

Kemiskinan dan Kejahatan
Fenomena kemiskinan pada masyarakat Indonesia merupakan salah satu agenda pemerintah yang harus direalisasikan agar tingkat kesejahteraan penduduk dapat meningkat. Kesejahteraan dalam hal ini merupakan suatu indikator puncak dalam MDG’s yang tidak hanya Indonesia yang mencanangkannya, akan tetapi pihak internasional juga berusaha merealisasikannya. Dengan tercapainya tujuan MDG’s yang terkait pada pengentasan kemiskinan tersebut, diharapkan akan sangat berpengaruh pada kondisi sosial dalam masyarakat yang lebih terarur dan beretika.
Terkait dengan bentuk penyimpangan, kemiskinan menyebabkan berbagai sub masalah dalam masyarakat. Beberapa masalahnya antara lain munculnya pelanggar-pelanggar aturan, kejahatan jalanan, penimbulan rasa takut dan berbagai jenis kejahatan lainnya. Kejahatan pada hal ini muncul karena rasionalitas pelaku kejahatan yang dalam tindakannya berorientas kepada materi dan harta benda. Kejahatan harta benda ini memungkinkan tujuannya adalah mendapatkan harta dan materi yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Kesulitan mencukupi kebutuhan hidupnya tersebut akan menyebabkan pelaku kejahatan berpikir rasional dalam tindakannya. Setelah itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemiskinan juga menyebabkan pengangguran yang dampaknya bisa beruntun kepada gejala sosial lainnya. Akibat pengangguran, berbagai kejahatan yang teroganisir yang memiliki wilayah cakupan luas menjadi muncul. Maka dari itu, anggaran untuk mencegah pengangguran akan sangat efektif apabila diberikan berbagai subsidi dalam pembuatan lapangan pekerjaan.
Selanjutnya, bagi pemerintah perlunya upaya dalam menyusun anggaran yang terkait dengan subsidi pencegahan kejahatan. Subsidi ini lebih menekankan pada pengurangan pengangguran dengan upaya memberikan subsidi bagi masyarakat yang bersedia membuka lapoangan pekerjaan sendiri. Apapun yang dapat dilakukan dengan tujuan mencegah terjadinya depresi sosial dan kejahatan dengan media pembukaan lapangan pekerjaan dalam masyarakat.
Pada dasarnya, subsidi yang dianggarkan oleh pemerintah haruslah bermuara kepada kesejahteraan rakyat. Salah satu indikator berhasilnya subsidi tersebut adalah menipisnya angka kemiskinan di Indonesia. Subsidi harus ditekankan pada sektor pengembangan lapangan pekerjaan. Sesuai dengan data statistik, pengangguran pada awal tahun 2011 berkisar 9,25 juta penduduk dan diprediksi pada akhir 2012, pengangguran masih dalam angka 8,12 juta penduduk. Hal inilah yang mengakibatkan pengangguran terus meningkat di tiap tahunnya. Pengangguran akan memparlihatkan kecenderungan dalam peningkatan kemiskinan.
Selain itu pemerataan basis ekonomi di tiap daerah haruslah dibentuk. Hal ini dilakukan untuk menekan arus urbanisasi yang mengakibatkan fenomena slum area di perkotaan menjamur. Slum area ini nantinya secara kriminologis akan menciptakan suatu hot spot yang berpotensi kejahatan. Menurut Burgess, daerah tempat orang berkumpul pada perekonomian bawah akan meningkatkan resiko kejahatan konvensional dan kejahatan harta benda. Dengan demikian, fenomena kejahatan di tempat umum menimbulkan masalah baru, yang menjadi momok tersendiri bagi kehidupan di perkotaan.
Kejahatan yang dipengaruhi oleh kemiskinan ini juga sama dipaparkan oleh W.A Bonger, akan mengakibatkan orang miskin melakukan apa saja demi mendapatkan uang. Yang paling berbahaya adalah human trafficking terjadi pada perempuan dan anak-anak. Fenomena human trafficking sebagian besar diakibatkan oleh kemiskinan akut yang berujung pada ‘perbudakan’ jenis baru dalam masyarakat modern. Kejahatan tersebut sangatlah menyangkut dengan kesehatan korbannya akibat kurangnya pengawasan pemerintah, sehingga jual-beli manusia pun terjadi.
Kejahatan karena kemiskinan juga disebabkan oleh kejahatan para penguasa. Subsidi yang dikorupsi oleh kalangan birokrat sangatlah berpengaruh besar terhadap kondisi masyarakat. Selain itu perdagangan yang tidak adil, akibat kejahatan oleh para korporat yang merugikan konsumen dan lawan bisnis menjadikan kondisi perekonomian yang tidak sehat. Iklim usaha menjadi tidak menentu dikarenakan persekongkolan korporat dan birokrat yang bermain hukum demi kepentingannya.
Dampak kemiskinan terhadap kehidupan sosial sangatlah besar. Mempelajari fenomena kemiskinan atau belajar ‘filsafat’ kemiskinan akan membuat kita berpikir dan menemukan fakta bahwa seharusnya lapangan kerja dalam agenda pemerintahan menjadi hal yang utama. Masyarakat tidak memiliki bekal pendidikan untuk berwirausaha dikarenakan subsidi untuk sektor ini sangatlah minim. Hal ini dikarenakan sektor pendidikan juga telah dikapitalisasi, sehingga dalam pencerdasan bangsa yang juga menjadi kunci meminimalisir kemiskinan menjadi sulit terealisasi.

Implikasi terhadap Bunuh Diri
Ada pendapat bahwa kaum miskin menciptakan pola-pola perilaku dan keyakinan yang khas, terutama menerima fatalistik karena menjadi miskin serta ketidakmampuan untuk melakukan apa pun agar keluar dari kemiskinan. Kondisi ini menjadi penghambat dan menjamin bahwa yang miskin tetap miskin. Hal ini juga direproduksi dari generasi ke generasi dalam siklus ketidakberdayaan di mana anak-anak dari keluarga miskin diisolasikan orang tua mereka ke dalam budaya itu dan tumbuh miskin juga.
Teori sosiologi utama menurunkan gagasan dari teori Emile Durkheim bahwa tingkat bunuh diri dan beragam konteks sosial itu berkaitan. Bunuh diri terutama berkaitan dengan tingkat integrasi sosial sehingga disintegrasi yang semakin besar akan meningkatkan jumlah bunuh diri. Menurut Emile Durkheim, terdapat 4 jenis bunuh diri berdasarkan pada buku Suicide. Pembagian jenis bunuh diri ini berdasarkan pada tinggi-rendahnya tingkat integrasi dan tinggi-rendahnya tingkat regulasi.
Berdasarkan analisa Durkheim, yang paling mendekati kebenaran statistik dalam penelitiannya mengenai bunuh diri berhubungan pada kemiskinan yang sistemik adalah berupa lemahnya integrasi dengan masyarakat. Egoistic suicide adalah jenis bunuh diri yang disebabkan oleh rendahnya integrasi dengan masyarakat. Individu atau kelompok yang bunuh diri pada tipe ini cenderung memiliki karakteristik sudah jenuh atau sudah bosan dengan kehidupan dengan masyarakat yang tidak memperdulikannya atau membantunya. Sangat terlihat pada kemiskinan yang terjadi di Dunia Ketiga seperti Indonesia dengan ciri khas keberadaan kaum miskin dalam masyarakat maju.
Awalnya merupakan pemikiran O. Lewis (1961) untuk menjabarkan penghuni kawasan kumuh di Dunia Ketiga, kedua istilah itu juga digunakan untuk menggambarkan kaum miskin dalam masyarakat maju. Implikasi peyoratif dari dari konsep ini, bahwa masyarakat miskin dipersalahkan atas nasib mereka sendiri dan bahwa orang tua membesarkan anak-anak agar pada gilirannya pun melarat secara sosial, telah diperdebatkan. Kritik tertuju pada hal-hal berikut: kegagalan masyarakat, terutama pemerintah, untuk menyediakan sumber daya untuk kaum miskin untuk keluar dari kemiskinan; strategi aktif berupa saling membantu dan kemandirian yang dikembangkan oleh kaum miskin untuk mengatasi kemiskinan. Keberadaan perangkap kemiskinan yang memersulit kaum miskin untuk keluar dari kemiskinan.
Kasus bunuh diri yang sebagian besar terjadi adalah desakan ekonomi, sehingga menyebabkan frustasi pada diri sendiri yang berujung pada mengakhiri masalah. Hal ini dibuktikan menurut data bunuh diri bahwa posisi Indonesia sendiri hampir mendekati negara-negara bunuh diri mencapai lebih dari 30.000 orang per tahun dan China mencapai 250.000 per tahun. Menurut laporan dari Jakarta, menyebutkan bahwa sekitar 1,2 per 100.000 penduduk dan kejadian bunuh diri tertinggi di Indonesia adalah Gunung Kidul, Yogyakarta mencapai 9 kasus per 100.000 penduduk. Sebagian besar kasusnya adalah akibat kemiskinan dan setelah kehilangan pekerjaan.












Daftar Pustaka
Mustofa, Muhammad. 2010. Kriminologi. Bekasi : Sari Ilmu Pratama.
Mustofa, Muhammad. 2010. Kleptokrasi. Jakarta : Kencana.
Yesmil Anwar & Adang. 2010. Kriminologi. Bandung : PT Refika Aditama.
Suriasumantri, Jujun. 2009. Filsafat Ilmu. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
Abercrombie, Nicholas & Turner, Bryan. 2010. Kamus Sosiologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta : Penerbit FE UI
Durkheim, Emile. 2006. On Suicide. London : Penguin Group
Weber, Max. 2002. The Protestant Ethic and the “Spirit” of Capitalism. London : Penguin Group
Nurkhoiron, M. 2010. Bencana Industri : Relasi Negara, Perusahaan, dan Masyarakat Sipil. Depok : Desantara Faoundation

Sumber Internet
http://p3b.bappenas.go.id/Loknas_Wonosobo/content/docs/materi/3-Bappeda%20Jateng%20-%20Makalah%20MDG's.pdf diakses tanggal 28 April 2012, pukul 9:28 WIB
http://nasional.vivanews.com/news/read/110420-kasus_bunuh_diri_di_indonesia diakses pada tanggal 28 April 2012, pukul 9:13 WIB
www.bappenas.go.id