Sumber: https://bacajogja.id/2024/12/29/pantai-indah-kemangi-primadona-wisata-bahari-saat-libur-nataru-di-kendal/
Minggu, 29 Desember 2024
Jumat, 27 Desember 2024
Portal Green Jobs Indonesia Paparkan Motivasi Berwirausaha
Sumber: https://www.hetanews.com/article/294968/portal-green-jobs-indonesia-paparkan-motivasi-berwirausaha
Sabtu, 21 Desember 2024
Jumat, 20 Desember 2024
Safety Culture Harus Jadi Prioritas Utama
Sumber: https://www.rmoljawatengah.id/safety-cultureharus-jadi-prioritas-utama
https://www.rubicnews.com/opini/45314172526/safety-culture-harus-jadi-prioritas-utama
Rabu, 11 Desember 2024
Selasa, 10 Desember 2024
Advokasi Compensation and Benefit Layak Bagi Tenaga Pendidik
Setiap pemberi kerja di negara yang menganut prinsip hukum memiliki kewajiban untuk merancang paket kompensasi dan manfaat (Compensation and Benefit atau C&B) bagi karyawannya. C&B adalah kumpulan bentuk penghargaan atau imbalan atas kontribusi yang diberikan oleh karyawan. Kompensasi umumnya mencakup gaji atau upah yang dapat diterima karyawan dalam bentuk tunai maupun non-tunai. Sementara itu, manfaat mencakup fasilitas tambahan yang diberikan, seperti asuransi kesehatan, dana pensiun, serta hak cuti tahunan. Pemberian C&B bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para karyawan.
Fakta di lapangan, masih sering ditemukan pemberi kerja yang mengabaikan aspek C&B. Akibatnya, banyak karyawan tidak sejahtera karena imbalan yang diterima jauh dari standar hidup yang layak. Masalah ini diperburuk oleh fakta bahwa sejumlah perusahaan tidak menyediakan kontrak kerja resmi, sehingga karyawan tidak memiliki perlindungan hukum yang memadai. Lebih ironis lagi, praktik ini sering kali terjadi bahkan di instansi resmi, yang seharusnya menjadi teladan dalam menerapkan kebijakan ketenagakerjaan yang adil.
Minimnya lapangan pekerjaan turut memperparah situasi ini. Banyak pencari kerja rela menerima upah kecil demi mendapatkan pekerjaan, meskipun hal itu tidak menjamin kesejahteraan mereka. Tidak jarang pemberi kerja memanfaatkan situasi ini dengan menjanjikan status karyawan tetap atau kenaikan gaji setelah bertahun-tahun mengabdi, namun janji tersebut sering kali tidak ditepati. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketidakadilan dalam penerapan C&B telah menjadi masalah sistemik yang sulit diatasi tanpa intervensi yang tegas dari pihak terkait.
Situasi ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi dinas ketenagakerjaan, yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan menindak pelanggaran ketenagakerjaan. Jika persoalan terkait C&B ini mendapat sorotan publik secara masif, maka tekanan terhadap pemerintah dan perusahaan akan meningkat untuk segera memperbaiki kebijakan dan pelaksanaannya. Langkah-langkah seperti penegakan hukum, pembenahan kontrak kerja, serta edukasi kepada pemberi kerja tentang pentingnya C&B yang adil adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
Problematika Tenaga Pendidik
Salah satu lapisan masyarakat yang cukup terpapar fenomena ketidakadilan aspek C&B tersebut adalah tenaga pendidik. Kita tentu sering mendengar gaji tenaga pendidik kecil. Terutama bagi mereka yang bukan PNS atau PPPK. Di luar itu, gaji mereka ibarat tidak cukup untuk makan sebulan. Maka dari itu, mereka berusaha mencari sampingan agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Mengapa mereka masih bertahan? Mereka berharap diangkat statusnya menjadi ASN suatu saat nanti. Jika sudah menjadi ASN, kondisi ekonomi mereka menjadi lebih stabil.
Tapi apakah semua tenaga pendidik dapat berkesempatan menjadi ASN? Dengan kuota yang terbatas, tentu saja regulasi ini tidak dapat mengakomodir semua pihak. Tenaga pendidik di lembaga swasta juga mengalami hal serupa. Gaji mereka kecil dengan job description yang tidak hanya mengajar. Banyak tugas administrasi dan seremonial yang harus mereka kerjakan. Gaji tenaga pendidik yang kecil ini imbas dari beragam isu struktural rumit yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Hal yang bisa kita lakukan bagi masyarakat yang peduli dengan kesejahteraan tenaga pendidik adalah melakukan advokasi. Kita perlu terus berupaya agar paket kebijakan C&B tenaga pendidik menjadi layak. Menuju Indonesia Emas 2024, bangsa kita memerlukan SDM yang hebat. Hal itu bisa tercipta apabila kita memiliki tenaga pendidik yang berkualitas. Tidak bisa dipungkiri bahwa kesejahteraan tenaga pendidik menjadi faktor utama yang meningkatkan kualitas pendidikan. Tenaga pendidik menjadi lebih bersemangat, lebih dapat mencapai target, terus berinovasi dan berorientasi pada kualitas peserta didik.
Di tahun 2024 ini, Presiden Prabowo Subianto memiliki delapan misi khusus yang dinamai dengan 8 Misi Asta Cita. Salah satu dari misi tersebut adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Hal ini tentu akan menciptakan angin segar, pasalnya Prabowo dan Gibran berjanji akan menaikkan gaji ASN (terutama guru, dosen, dan tenaga kesehatan), TNI/POLRI, dan pejabat negara melalui 8 program hasil terbaik cepat sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2024. Semoga saja kondisi ini dapat terealisasi.
Asta Cita Pendidikan
Asta Cita Pendidikan merupakan grand design pemerintah dalam mewujudkan sektor pendidikan yang berkualitas, yang adil dan mensejahterakan. Mengurai permasalahan C&B tenaga pendidik yang tidak layak tentu tidak mudah. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk terus mengadvokasi masalah ini. Bahkan tulisan ini pun bentuk dari advokasi. Jika ditelaah lebih detail pada jagad media massa, permasalahan di sektor pendidikan lebih banyak dihiasi oleh permasalahan ketenagakerjaan di dalamnya. Masalah ketenagakerjaan lebih mendominasi dibandingkan masalah pendidikan itu sendiri.
Artinya, untuk mewujudkan Asta Cita Pendidikan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu adalah masalah ketenagakerjaan. Dengan terus menerus melakukan advokasi kelayakan C&B tenaga pendidik, pelan-pelan persoalan ini terus menjadi perbincangan dan pelan-pelan akan menemukan titik solusinya. SDM tenaga pendidik yang begitu besar ini harus dapat dimaksimalkan oleh negara. Penyelesaian permasalahan SDM tenaga pendidik tentu saja muaranya adalah perkembangan sains dan teknologi di dalamnya. Inilah bekal agar Indonesia mampu menjadi negara maju, seperti visi Asta Cita Pendidikan.
Sabtu, 07 Desember 2024
Minggu, 01 Desember 2024
Jumat, 29 November 2024
Minggu, 24 November 2024
Pilgub Jateng 2024: Penentu Peta Politik Menuju Pilpres 2029
Sumber: https://www.sigijateng.id/politik/150709518/pilgub-jateng-2024-penentu-peta-politik-menuju-pilpres-2029
Jumat, 22 November 2024
Kamis, 07 November 2024
Mengapa Lautan Kaya, Nelayan Miskin?
Judul
Buku :
Solusi Nelayan: Mengurai Paradoks Si Miskin di Negara Maritim
Pengarang : Tim Penulis Buku Kompas
1. Musa
Sanjaya
2. Arieful
Hakim
3. Syamsudin
Walad
Penerbit : Kementerian
Koperasi dan UKM RI
Jl.
H. R. Rasuna Said No. 3-4 6,
Kota
Jakarta Selatan 12940
Tahun
Terbit : 2024
Cetakan : 1
ISBN : 978-623-89357-9-6
“Sebagian
besar nelayan berada dalam ambang batas kemiskinan dan menyumbang sekitar 25%
angka kemiskinan di Indonesia.”
Indonesia
dikenal sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan garis pantai terpanjang
dan wilayah laut yang sangat luas. Namun, permasalahan kelautan seringkali
tidak menjadi topik utama dalam diskusi sehari-hari, baik dalam media maupun di
ruang publik. Banyak perhatian lebih difokuskan pada sektor ekonomi masyarakat
urban, seperti industri dan jasa, sementara sektor maritim yang sangat vital
bagi kehidupan jutaan orang, terutama nelayan, sering kali terabaikan.
Di
sektor kelautan, nasib para nelayan patut mendapatkan perhatian serius. Nelayan
di Indonesia bisa dibagi menjadi tiga kelompok utama berdasarkan kepemilikan
alat tangkap, yaitu nelayan buruh, nelayan juragan, dan nelayan perorangan.
Kelompok yang paling rentan secara ekonomi adalah nelayan buruh dan nelayan
perorangan, yang sering kali bekerja dengan alat tangkap tradisional atau
sederhana. Mereka bergantung pada hasil tangkapan harian dan tidak memiliki
akses yang cukup terhadap modal atau teknologi modern.
Kondisi
ini menyebabkan kemiskinan yang cukup parah di kalangan nelayan tradisional,
bahkan lebih buruk jika dibandingkan dengan masyarakat lain di sektor
pertanian. Nelayan buruh dan perorangan sering berada di lapisan sosial paling
bawah. Mereka tidak hanya menghadapi tantangan dari segi ekonomi, tetapi juga
ketidakpastian cuaca, perubahan iklim, dan kebijakan pemerintah yang terkadang
tidak berpihak pada mereka. Karena itu, penting bagi kita untuk lebih sering
membicarakan dan memperjuangkan kesejahteraan nelayan sebagai bagian dari permasalahan
maritim yang mendesak.
Refleksi
Buku
Buku
ini mengulas tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh para nelayan di
Indonesia, walaupun negara ini memiliki banyak sumber daya laut. Indonesia
terkenal sebagai negara maritim yang memiliki 70% wilayahnya terdiri dari laut.
Indonesia harus dapat memanfaatkan sumber daya lautnya yang kaya untuk
meningkatkan kesejahteraan nelayan. Meskipun begitu, sampai sekarang, sumber
daya tersebut belum dioptimalkan, dan nelayan Indonesia masih tetap termasuk
kelompok masyarakat yang paling miskin.
Salah
satu permasalahan utama yang dihadapi oleh nelayan adalah meningkatnya harga
Bahan Bakar Minyak (BBM) dan keterbatasan dalam mengakses BBM subsidi. BBM
adalah bagian terbesar dari pengeluaran saat berlayar, menjangkau 70% dari
total pengeluaran. Tiap kenaikan harga bahan bakar minyak berdampak besar
terhadap penghasilan nelayan.
Dalam
upaya mengatasi permasalahan itu, program Solusi Nelayan diluncurkan oleh
pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Tujuan program ini adalah
untuk mempermudah nelayan dalam mendapatkan akses BBM bersubsidi melalui
pembangunan SPBUN yang dikelola oleh koperasi. Salah satu contoh keberhasilan
dari program ini adalah KUD Mino Saroyo di Cilacap, yang sukses menjamin
pasokan BBM bersubsidi bagi anggotanya, sehingga kegiatan melaut dapat terus
berjalan.
Program
ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran koperasi nelayan dalam mengatur
distribusi BBM dan meningkatkan nilai produk perikanan sebelum dijual ke pasar.
Koperasi juga memberikan bantuan dalam menghadapi masalah lain yang dihadapi
nelayan, seperti akses keuangan, teknologi penangkapan ikan, dan informasi
cuaca.
Koperasi
nelayan dianggap sebagai penyelesaian yang efektif karena dapat mengatur
distribusi BBM dengan lebih teratur dan tepat. Dengan melibatkan koperasi,
distribusi BBM dapat dikontrol agar hanya diperoleh oleh anggota koperasi yang
memenuhi syarat, sehingga mengurangi kemungkinan penyalahgunaan subsidi. Secara
garis besar, buku ini menjelaskan berbagai masalah yang dihadapi oleh nelayan
di Indonesia dan menawarkan solusi kerjasama melalui peningkatan peran
koperasi.
Keunggulan
dan Kelemahan Buku
Buku
"Solusi Nelayan: Mengurai Paradoks Si Miskin di Negara Maritim"
berhasil membawa diskusi tentang kemaritiman ke ranah yang lebih menyentuh
kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang seringkali terpinggirkan.
Kajian ini menyoroti masalah-masalah sosio-ekonomi yang jarang dibahas dalam
diskursus kemaritiman yang umumnya hanya fokus pada sektor pariwisata dan
kekayaan sumber daya laut. Buku ini berhasil mengurai berbagai persoalan yang
dihadapi oleh nelayan tradisional yang hidup dalam kondisi kemiskinan ekstrem,
memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana kelompok-kelompok rentan ini
sering diabaikan dalam kebijakan nasional.
Melalui
data dan analisis yang jelas, buku ini menyoroti fakta bahwa tingkat kemiskinan
ekstrem di wilayah pesisir mencapai 4,19%. Dari total 10,86 juta jiwa yang
hidup dalam kemiskinan di Indonesia, 12,5% atau sekitar 1,3 juta orang tinggal
di wilayah pesisir. Angka ini menggarisbawahi perlunya perhatian lebih terhadap
kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir dalam agenda pembangunan nasional.
Buku ini memberikan perspektif baru yang sangat penting untuk memahami
kompleksitas kehidupan nelayan dan tantangan struktural yang dihadapi sektor
maritim dalam konteks kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.
Buku
"Solusi Nelayan: Mengurai Paradoks Si Miskin di Negara Maritim" akan
lebih kaya jika dilengkapi dengan eksplorasi potret kesuksesan nelayan di
Indonesia. Saat ini, buku ini lebih banyak mengangkat isu kemiskinan dan
tantangan yang dihadapi oleh nelayan, namun dengan menambahkan kisah-kisah
inspiratif tentang keberhasilan nelayan yang mampu mengatasi tantangan
tersebut, buku ini akan memberikan perspektif yang lebih seimbang. Kisah sukses
ini dapat menjadi panduan praktis bagi nelayan lain atau pemangku kebijakan
tentang cara-cara mewujudkan kesejahteraan di sektor maritim. Dengan adanya
sudut pandang ini, buku tersebut tidak hanya menjadi kritik terhadap kondisi
saat ini tetapi juga sumber inspirasi untuk masa depan.
Dari sisi visual, desain sampul buku ini tampak terlalu kaku dan formal untuk sebuah buku yang memiliki potensi luas pembaca. Mengadopsi desain yang lebih "komersial" seperti yang sering digunakan oleh penerbit Palgrave Macmillan dapat memberikan kesan lebih menarik dan mewah. Pendekatan desain yang lebih dinamis dan modern dapat meningkatkan daya tarik visual buku ini, sehingga lebih mampu menarik perhatian pembaca dari berbagai kalangan, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang akademis namun tertarik pada isu-isu maritim dan kesejahteraan nelayan.
“Di
negeri ini, nelayan menjadi salah satu profesi paling miskin. Ini didasarkan
atas analisis data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2017,
sebanyak 11,34% orang di sektor perikanan tergolong miskin, lebih tinggi
dibandingkan sektor pelayanan restoran (5,56%), konstruksi bangunan (9,86%),
serta pengelolaan sampah (9,62%).”
Sabtu, 26 Oktober 2024
Kamis, 24 Oktober 2024
Selasa, 22 Oktober 2024
Dani Satria: Menteri Ketenagakerjaan Kabinet Merah Putih Bawa Harapan Baru
Sumber: https://yogyapos.com/berita-dani-satria-menteri-ketenagakerjaan-kabinet-merah-putih-bawa-harapan-baru-15573
Senin, 21 Oktober 2024
Temu Kontributor Buku DDTC: Gagasan Perpajakan untuk Prabowo-Gibran
Acara akan diselenggarakan pada:
•Hari, tanggal : Jumat, 25 Oktober 2024
•Waktu : Pukul 19.00 WIB – selesai
•Tempat: Menara DDTC, Kelapa Gading, Jakarta Utara
•Agenda: penyerahan hadiah kepada 17 pemenang lomba menulis, pembagian buku, dan penyerahan sertifikat apresiasi. Acara akan didahului dengan makan malam bersama dan ramah tamah.
Sabtu, 19 Oktober 2024
Kamis, 10 Oktober 2024
Jumat, 04 Oktober 2024
Urgensi Penggunaan Pajak untuk Promosi Kesehatan di Indonesia
Sumber: https://news.ddtc.co.id/komunitas/lomba/1805720/urgensi-penggunaan-pajak-untuk-promosi-kesehatan-di-indonesia
Pemerhati Keternagakerjaan Sarankan Prabowo Pillih Menaker dari Kalangan Profesional
Sumber: https://faktanasional.net/2024/10/03/pemerhati-keternagakerjaan-sarankan-prabowo-pillih-menaker-dari-kalangan-profesional/
Kamis, 03 Oktober 2024
Pemerhati Ketenagakerjaan Berharap Menaker Kabinet Prabowo Nanti Berasal Kalangan Profesional
Sumber: https://www.otonominews.id/2024/10/03/pemerhati-ketenagakerjaan-berharap-menaker-kabinet-prabowo-nanti-berasal-kalangan-profesional/
Sabtu, 28 September 2024
Prabowo Subianto Gagas Zaken Kabinet, Pemerhati Beri Apresiasi, Sebut Koalisi Gemuk Jadi Tantangan
Sumber: https://www.suaramerdeka.com/nasional/0413624347/prabowo-subianto-gagas-zaken-kabinet-pemerhati-beri-apresiasi-sebut-koalisi-gemuk-jadi-tantangan
Kamis, 26 September 2024
Menteri Ketenagakerjaan Harus Dari Kalangan Profesional
Sumber: https://www.urbannews.id/2024/09/27/menteri-ketenagakerjaan-harus-dari-kalangan-profesional/
Senin, 09 September 2024
Jumat, 06 September 2024
Entredev dan Peningkatan Rasio Kewirausahaan
Untuk menjadi negara maju, Indonesia memerlukan banyak wirausaha yang tumbuh. Wirausaha memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan inovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Data menunjukkan bahwa negara-negara maju umumnya memiliki rasio kewirausahaan yang tinggi. Berdasarkan laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2020/2021, rasio kewirausahaan di Indonesia mencapai 3,47%, namun angka ini masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara maju yang rata-rata memiliki rasio di atas 10%. Maka dari itu, peningkatan rasio kewirausahaan di Indonesia sangat penting untuk mencapai status negara maju.
Peningkatan rasio kewirausahaan tidak hanya bermanfaat bagi ekonomi makro, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Selama periode 2016 hingga 2020, Indonesia menyaksikan tren pertumbuhan entrepreneur muda yang signifikan. Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya jumlah startup, terutama di sektor teknologi dan digital. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengusaha muda di Indonesia meningkat sebesar 13% pada periode tersebut. Tren ini menunjukkan adanya semangat dan potensi besar di kalangan generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan kewirausahaan, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Saya merupakan salah satu yang terinspirasi oleh tren ini untuk menjadi wirausaha. Melihat banyaknya anak muda yang sukses mendirikan usaha sendiri, saya terdorong untuk memulai bisnis di bidang herbal dan alat kesehatan. Usaha ini tidak hanya bertujuan untuk meraih keuntungan, tetapi juga untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat. Inspirasi dari para entrepreneur muda yang sukses, ditambah dengan dukungan dan peluang yang ada, mendorong saya untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia.
Perjalanan Membangun Bisnis
Saya memutuskan untuk menjadi entrepreneur sejak tahun 2019. Pada tahun tersebut, saya membangun usaha sendiri tanpa bantuan modal atau pengetahuan dari siapapun. Bermodalkan tekad dan semangat, saya mencoba bisnis dengan prinsip trial and error. Proses belajar saya sangat intensif, memanfaatkan berbagai platform online untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang diperlukan. Meskipun omset pada tahun pertama hanya cukup untuk mencapai break-even point (BEP), pengalaman berharga telah saya dapatkan. Kesalahan terbesar yang saya sadari kemudian adalah tidak memiliki mentor dalam menjalankan bisnis. Padahal, adanya seorang mentor bisa sangat membantu dalam mengurangi kesalahan-kesalahan yang terjadi di awal perjalanan usaha.
Namun, saat pandemi COVID-19 melanda, ketika banyak bisnis besar di dunia mengalami kemerosotan, justru usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lah yang menjadi ujung tombak perekonomian bangsa. UMKM yang adaptif dan inovatif saat pandemi telah menyelamatkan negara dari krisis ekonomi yang lebih dalam. Termasuk usaha yang saya jalankan, Herbalav, yang berhasil bertahan dan bahkan berkembang di masa sulit tersebut. Pemerintah mulai memberikan perhatian lebih kepada UMKM dengan berbagai program pelatihan melalui inisiatif seperti kartu prakerja, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pelaku usaha kecil.
Usaha saya, Herbalav, termasuk dalam kelompok UMKM yang aktif mengikuti berbagai pelatihan dari pemerintah daerah. Pelatihan-pelatihan tersebut memberikan banyak manfaat, seperti pengetahuan tentang cara memaksimalkan omset dan strategi pemasaran digital yang efektif. Berkat pelatihan ini, Herbalav mulai mengalami perkembangan yang signifikan. Terlebih lagi, saat pandemi COVID-19, permintaan terhadap produk herbal dan alat kesehatan meningkat tajam, sehingga usaha saya mendapatkan keuntungan dari tren pasar yang sedang berkembang.
Pada tahun 2022, di semester awal, omset Herbalav tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Setelah melakukan evaluasi, saya menyadari bahwa Herbalav memerlukan saran dari para pakar dan praktisi untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Konsultasi bisnis yang mendalam diperlukan untuk memecahkan permasalahan secara nyata dan strategis dalam bisnis. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki panduan dan dukungan dari orang-orang yang berpengalaman dalam bidang usaha.
Sejak itu, saya mulai mencari konsultasi bisnis yang tepat untuk Herbalav. Saya menemukan bahwa banyak permasalahan yang dihadapi oleh usaha kecil seperti Herbalav dapat diselesaikan dengan bimbingan yang tepat. Para pakar dan praktisi memberikan perspektif baru dan solusi inovatif yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dengan bantuan mereka, saya dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan mengimplementasikan strategi yang lebih efektif dalam menjalankan usaha.
Dampak Entredev
Pada tahun 2024, saya menemukan konsultasi bisnis bernama Entredev yang digagas oleh KemenkopUKM. Herbalav merupakan salah satu UMKM yang terpilih untuk mengikuti tahapan Growth Sprint di Entredev 2024. Program Entrepreneur Development (Entredev) 2024 "Dare To Grow" ini menargetkan 2.300 wirausaha untuk bergabung, dengan tujuan membantu para entrepreneur
Program Entredev yang telah berjalan sejak 2021 terbukti mampu membantu wirausaha meningkatkan omzet hingga 30-40 persen, dengan 97 persen peserta menemukan solusi atas permasalahan bisnis mereka. Entredev periode 2023 berhasil menciptakan program berkelanjutan melalui sesi Networking Day dan Business Matching, yang menghasilkan kolaborasi dengan mitra stakeholder dan kolaborasi antar peserta. Beberapa peserta unggulan bahkan berhasil masuk ke supermarket premium dan mendapatkan pendanaan pre-Series A, menunjukkan efektivitas program ini dalam mendukung wirausaha.
Entredev 2024 berfokus pada sektor-sektor unggulan seperti agrikultur, kesehatan, kecantikan, kebugaran dan teknologi yang berkelanjutan. Siti Azizah berharap program ini dapat menciptakan wirausahawan yang inovatif dan berdampak bagi perekonomian Indonesia. Siti Azizah optimistis target rasio kewirausahaan dapat tercapai melalui sinergi dengan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah daerah.
KemenkopUKM terus berupaya memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional dengan berbagai program seperti lembaga inkubator dan inkubasi usaha, konsultasi bisnis dan pendampingan usaha (Entredev), pengembangan ekosistem bisnis (eHub), serta program pembiayaan wirausaha (Entrepreneur Financial Fiesta). Pada acara Offline Consultation Program Entredev 2024 di Surabaya, Siti Azizah menekankan pentingnya program ini untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Pada tahap Growth Sprint, pelaku usaha diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para pendamping dan merealisasikan target jangka pendek. Offline Consultation dilaksanakan di tiga kota: Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung, untuk mendorong optimalisasi teknologi digital dalam pemasaran. Hingga Desember 2023, sebanyak 25.292.701 pelaku UMKM telah hadir di platform e-commerce, mencapai 39,52 persen dari total UMKM. Siti Azizah mengajak peserta program Entredev 2024 untuk memanfaatkan kesempatan ini, dengan 30 peserta terpilih yang akan mengikuti Collaborative Engagement dan Awarding di Jakarta. Program Entredev diperlukan oleh UMKM yang sudah bertahan lebih dari lima tahun agar dapat scale up, membuat mereka lebih tahan banting dan berpotensi naik kelas.
Selasa, 03 September 2024
Minggu, 01 September 2024
Angkanya Semakin Menurun, Masyarakat Kelas Menengah Perlu Budayakan Side Hustle
Sumber: https://www.rmoljawatengah.id/angkanya-semakin-meningkat-masyarakat-kelas-menengah-perlu-budayakan-side-hustle
Senin, 26 Agustus 2024
Minggu, 25 Agustus 2024
Kontes Kalkun Kendal: Langkah Menuju Sentra Produksi Nasional
Sumber: https://www.ibenews.id/ekonomi/2055016644/kontes-kalkun-kendal-langkah-menuju-sentra-produksi-nasional
Jumat, 23 Agustus 2024
Variegrow Apresiasi Pelaksanaan Kontes Kalkun Kendal
Sumber: https://www.hetanews.com/article/289670/variegrow-apresiasi-pelaksanaan-kontes-kalkun-kendal
Kamis, 08 Agustus 2024
Layanan Career Coaching Setiap Dinas Ketenagakerjaan Perlu Dimaksimalkan
Sumber: https://editorindonesia.com/layanan-career-coaching-setiap-dinas-ketenagakerjaan-perlu-dimaksimalkan/
Selasa, 06 Agustus 2024
Entok: Ternak Beragam Manfaat
Entok atau mentok (Cairina moschata) adalah sejenis burung atau unggas yang termasuk keluarga bebek, yang dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Sejak tahun 2020, saya telah memelihara entok di belakang rumah. Berdasarkan pengalaman, entok adalah hewan peliharaan yang mudah untuk dirawat. Mereka memiliki sifat yang jinak dan tidak merusak, sehingga tidak memerlukan perlakuan khusus. Selain itu, entok juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, membuat mereka menjadi pilihan yang menarik untuk dipelihara.
Hingga saat ini, entok yang saya
pelihara telah berkembang biak dengan baik. Sebagian besar dari hasil ternak
tersebut dijual ke pasar, konsumen, pengepul, sementara sebagian lainnya
digunakan untuk keperluan konsumsi pribadi. Dengan begitu, entok tidak hanya
memberikan manfaat ekonomi tetapi juga memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Pemeliharaan entok menjadi kegiatan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga
menguntungkan, menunjukkan bahwa ungags jenis ini adalah aset berharga dalam
kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pengalaman, entok
adalah peliharaan yang mudah dirawat. Hewan ini memiliki sifat yang jinak dan
tidak memerlukan perlakuan khusus, sehingga sangat cocok untuk dipelihara di
rumah. Memelihara entok juga tidak harus selalu bertujuan untuk membuat
peternakan besar. Banyak orang yang memelihara entok di rumah hanya untuk
kepuasan pribadi atau sebagai hobi. Selain itu, entok juga bisa menjadi solusi
untuk mengurangi sampah organik di rumah.
Memelihara entok di rumah dapat
membantu menghabiskan sampah organik dapur dan rumah tangga. Sisa-sisa makanan
yang biasanya dibuang begitu saja dapat diberikan kepada entok sebagai pakan.
Dengan demikian, sampah di rumah tidak menjadi mubazir dan malah bisa
dimanfaatkan dengan baik. Proses ini tidak hanya membantu mengurangi limbah organik,
tetapi juga mendukung pemeliharaan hewan secara lebih ekonomis dan ramah
lingkungan. Entok menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah yang efektif
dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, entok juga bukan
hewan yang agresif. Dibandingkan dengan ayam, entok tergolong lebih kalem dan
santai, sehingga lebih mudah diatur dan dipelihara oleh para penghobi. Sifatnya
yang tenang memberikan rasa damai dan kepuasan tersendiri bagi pemiliknya saat
melihat perilaku mereka sehari-hari. Kehadiran entok di rumah dapat memberikan
suasana yang lebih rileks dan menyenangkan, serta menjadi hiburan tersendiri
bagi yang memeliharanya.
Memelihara entok di halaman rumah
sangat direkomendasikan, terutama jika dilakukan dengan kuantitas yang tidak
mengganggu lingkungan sekitar. Entok merupakan peliharaan yang mudah dirawat,
tidak agresif dan mampu membantu mengelola sampah organik dapur dengan
mengonsumsi sisa-sisa makanan yang ada. Selain itu, entok dapat memenuhi
kebutuhan gizi rumah tangga melalui daging dan telurnya yang kaya akan nutrisi.
Dengan demikian, entok tidak hanya menjadi peliharaan yang bermanfaat secara
ekonomi dan ekologis, tetapi juga berkontribusi pada kebutuhan keluarga.
Rabu, 31 Juli 2024
Angka Pengangguran Indonesia Tertinggi di ASEAN, Layanan Career Coaching Perlu Dimaksimalkan Pemerintah
Sumber: https://www.suaramerdeka.com/nasional/0413244893/angka-pengangguran-indonesia-tertinggi-di-asean-layanan-career-coaching-perlu-dimaksimalkan-pemerintah
Selasa, 30 Juli 2024
Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria Sebut Pemerintah Perlu Memaksimalkan Strategi dan Inovasi Guna Selesaikan Masalah Pengangguran
Sumber: https://www.rubicnews.com/berita/45313239531/pemerhati-ketenagakerjaan-dani-satria-sebut-pemerintah-perlu-memaksimalkan-strategi-dan-inovasi-guna-selesaikan-masalah-pengangguran
Senin, 22 Juli 2024
Herbalav, UMKM dari Kendal, Jeteng, Masuk Tahap Growth Sprint EntreDev 2024
Sumber: https://sokoguru.id/ekonomi/herbalav-umkm-dari-kendal-jeteng-masuk-tahap-growth-sprint-entredev-2024
Jumat, 19 Juli 2024
Mengapa Ekonomi Kreatif Bisa Menjadi Pilar Kemajuan Masa Depan?
Sumber: https://bacajogja.id/2024/07/19/mengapa-ekonomi-kreatif-bisa-menjadi-pilar-kemajuan-masa-depan/
Kamis, 18 Juli 2024
UMKM Asal Kendal Herbalav Masuk Tahapan Growth Sprint EntreDev 2024
Sumber: https://youngster.id/news/umkm-asal-kendal-herbalav-masuk-tahapan-growth-sprint-entredev-2024/
Selasa, 16 Juli 2024
Minggu, 07 Juli 2024
Kamis, 27 Juni 2024
Belajar Dari Thai Health Promotion Foundation